3

Festival Rujak Uleg 2019 Dalam Rangkaian HUT 726 Kota Surabaya


Perasaan ini acara mulainya jam 07:30 tapi kok panasnya kayak jam 12 ya? Mana keringet dimana mana, jalan juga penuh berjubel, belum lagi suara sound yang menggema di telinga. Apa - apaan ini minggu pagi gak tidur aja di rumah? Nonton kartun sampai tengah hari? Hehe, Ya itu mah dulu saat negara api masih menyerang dan avatar masih Aang. :)


Oke oke balik lagi ke acara Minggu pagi, 17 Maret 2019 kemarin. Festival Rujak Uleg 2019 yang diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya dalam rangkaian hari jadi kota Surabaya ke-726. Bakalan ada lagi di 24 Maret besok Surabaya Vaganza Parade Bunga & Budaya dan masih banyak lagi acara lainnya. Surabaya ancen keren pun.


Rujak uleg itu makanan mirip gado gado kali ya dengan bumbu saus petis, kacang, cabe, bawang putih, dan teman temannya. Lalu dijadikan satu dengan timun, lontong, tahu, dan tempe. Ini kayaknya makanan khas Jawa Timur deh khususnya Surabaya. Kalu gak salah sih ya. 


Nah, di Surabaya tiap tahunnya ada acara bertempat di Jalan Kembang Jepun, sebelah timur Jembatan Merah. Sepanjang jalan tersebut seluruh peserta yang jumlahnya sampai ribuan membuat rujak uleg dan berlomba menyajikannya. Bukan cuma ramai-ramai bikin rujak, tetapi tiap peserta juga menampilkan konstum dan yel-yel yang unik. Tentu saja yang terbaik bakalan dapet hadiah.


Acaranya ramai banget. Jadi gak hanya peserta, seluruh warga masyarakat juga bisa menonton langsung kok, cuma selama beberapa waktu emang lokasi steril untuk peserta dan media saja saat proses nguleg rujaknya. Setelah itu barulah rame - rame warga Surabaya bisa ikut mencicipi rujaknya. Kalau masih kebagian ya. Hehe.


Nah kemaren itu juga terpecahkan 2 rekor Muri sekaligus lho yaitu kegiatan Pembuatan Rujak Uleg dengan Cobek Terbesar dan Peserta Rujak Uleg Terbanyak. Cobek yang dipakai kemarin memiliki diameter 250 cm, berat 1,5 ton, tinggi cobek 30 cm, tinggi dudukan cobek 140 cm. Sedangkan jumlah peserta acara Rjak Uleg kemarin sebanyak 1.692 dari berbagai macam unsur masyarakat Surabaya seperti perwakilan tiap kecamatan, instansi, komunias, bahkan ada dari perwakilan bule juga lho. Rame deh pokoknya sampe penuh sepanjang jalan Kembang Jepun kemarin.


Pusat acara berada di tengah jalan Kembang Jepun dengan panggung memutar yang juga digunakan juga sebagai lokasi fasion show kostum peserta. Acara inti diawali dengan sambutan Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang kemudian dilanjutkan nguleg bareng di cobek raksasa bersama Bu Risma dan beberapa perwakilan yang kira- kira ada sekitar 20 - 25 orang kayaknya sesuai kapasitas cobek raksasa. Soalnya saya pas tidak menghitungnya kemarin. Hehe. Kemudian lanjut pengumuman 60 peserta terbaik yang nantinya akan dikerucutkan lalu beberapa terbaik mendapat hadiah sesuai nominasi yang sudah ditentukan. 


Acara tak sampai siang sudah selesai. Begitu ramai, meriah, dan keren. Kayak acara grebeg gitu lah mungkin ramainya. Makanya saya bilang panas, berjubel, dan suara mengema di telinga. Tapi overall asik banget acaranya. Pengalaman pertama tahun ini secara langsung berada di antara acara Festival Rujak Uleg 2019. Tahun lalu acara ini batal diselenggarakan karena Surabaya sedang berduka.


Yes, sampai ketemu di Festival Rujak Uleg tahun depan. Semoga lebih meriah dan lebih mbois lagi. Nah ini sekilas acara Rujak Uleg 2019 yang dapat saya rangkai dalam 1 menit. Please Enjoy.


Jangan lupa masih banyak lagi acara keren di Surabaya lho, apalagi tiap tahunnya mesti rutin diadain acara-acara keren kayak gini guna menyambut dan memeriahkan hari jadi kota Surabaya yang jatuh di tanggal 31 Mei. Yah walaupun tiap tahun acara kondisional sih, tapi Surabaya tetep 2 jempol. I love you. :D

Foto By Official Akun Instgram @lovesuroboyo
Untuk informasi lengkap seputar Surabaya bisa mampir di akun instagramnya @lovesuroboyo. Eh ada youtubenya juga lho di Love Suroboyo Official , yaitu video seputar kegiatan komunitas ataupun kegiatan yang ada di Surabaya. Monggo, silahkan.

0

Ziarah Makam Sang Maestro WR Soepratman


Ada sebuah frasa sederhana yang menurut saya sangat menyentuh, "Lagu kita tetap sama, Indonesia Raya". Bukankah ini bukti bagaimana sebuah karya menjadi alat pemersatu bangsa. Kemudian saya tersadar bahwa ada perjuangan yang tak melulu dengan darah dan keringat. Perjuangan dapat dilakukan dengan ide dan karya. Kalian tahu siapa orangnya? Adalah seorang laki laki berusia 35 tahun yang bahkan tak sempat merasakan kemerdekaan, tapi beliau yakin bahwa merdeka akan terwujud suatu saat nanti. Dan 80 tahun lebih kemudian, apa kabar? Sudah merdeka? Sudah hafal lagunya? Tahu lirik aslinya? Tahu siapa orangnya? Tahu bagaimana sejarah hidupnya? Baiklah, mari belajar lagi. :)


WAGE RUDOLF SOEPRATMAN

Beliaulah laki - laki berusia 35 tersebut (1903 - 1938). Sang Maestro pencipta lagu yang dahulu tiap hari senin saya dan teman-teman nyanyikan mengiringi pengibaran Bendera Merah Putih, Indonesia Raya. Lahir di Jatinegara, Senin Wage 9 Maret 1903 dan meninggal di Surabaya, 17 Agustus 1938.


Beliau adalah seorang musisi yang juga wartawan dimana sering hadir di rapat pergerakan nasional saat berlangsung di Jakarta. Beliau menulis lagu Indonesia Raya yang kemudian pada Kongres Pemuda II yang ditetapkan sebagai Sumpah Pemuda, lagu Indonesia Raya pun disepakati sebagai lagu kebangsaan.

Saat itu juga dinyanyikan lagu Indonesia Raya dengan iringan biola langsung oleh WR Soepratman. Semula refrain lagu Indonesia ini terlutis, "Indones', Indones', Merdeka, Merdeka", namun kemudian dilarang dinyanyikan dengan refrain tersebut sampai saat pemerintahan Jepang tahun 1944 baru diijinkan. WR Soepratman lalu dikejar kejar oleh polisi Hindia Belanda yang akhirnya tertangkap dan ditahan di Penjara Kalisosok pada 7 Agustus 1938. 10 hari kemudian beliau wafat di Surabaya tepatnya di Jalan Mangga yang sampai saat ini rumah tersebut diabadikan dan dijadikan Museum Rumah Wafat WR Soepratman.

Sedangkan almarhum sendiri dimakamkan di Jalan Kenjeran yaitu pemakaman umum Rangkah yang kemudian dipindahkan tepat di depannya yaitu sebrang jalan kuburan tersebut. Dimana sampai saat ini makam masih terawat dan dijadikan areal khusus dimana terdapat nisan beliau dan dibangun juga patung, monumen yang berisi text asli Indonesia Raya 3 stansa, dan monumen sejarah singkat hidup beliau.

AKSES DAN LOKASI

 

Makam ini letaknya di Jalan Kenjeran tepatnya di depan kuburan Rangkah, ada di sebrang jalannya. Makam ini seperti komplek taman yang hanya ada 1 nisan yaitu almarhum WR Soepratman. Sisanya menjadi semacam taman dengan monumen - monumen sejarah hidup, dan patung beliau. Juga terdapat Joglo tempat dimana nisannya berada. Di depan tertuis besar di dinding pagar "WR Soepratman Pencipta Lagu Kebangasaan Indonesia Raya.

AREA MAKAM WR SOEPRATMAN

Seperti sudah saya katakan di atas, komplek area makam ini terdiri dari :

Joglo tempat makam almarhum WR Sepratman


Sebuah makam bertuliskan potongan lagu asli Indonesia Raya. Berada tepat di tengah joglo dengan area yang luas. Disinilah makam almarhum WR Soepratman berada yang dimana sebelumnya berada di komplek pemakaman umum Rangkah dan kemudia dipindah ke area ini.


Monumen Sejarah Hidup WR Soepratman.


Berisi sejarah singkat almarhum beliau sejak dilahirkan dan perjuangan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya hingga wafatnya beliau.

Patung Wage Rudolf Soepratman.


Sebuah patung gagah berdiri yang merupakan replika beliau memainkan biola. Tertulis Wage Rudolf Soepratman, Pencipta Lagu Indonesia Raya.

Monumen Text Indonesia Raya

Sudah pada tahu kan kalau Indonesia Raya ada 3 stansa? Hayo baru tahu apa sudah pada tahu? Jujur saya baru tahu beberapa waktu lalu kalau Indonesia Raya ada 3 stansa. Maksudnya seperti 3 paragraf dalam 1 lagu. Atau mungkin lebih tepat disebut bait atau apa ya? Lihat gambar di atas sebelum ini dan tepat di belakang patung WR Soepratman ada 3 lirik lagu nah itu maksud saya Indonesia Raya 3 stansa.


Yang saya hafal hanya 1 stansa yang biasa dinyanyikan saat upacara bendera jaman - jaman "Dilan" dulu. Haha. "Elek elekan mbiyen pernah dadi anggota paduan suara lho awake dewe".

Area Upacara Komplek Makan WR Soepratman


Gak tahu sih ini lebih tepat disebut apa cuma ada tempat yang bisa dipake untuk upacara dengan tiang bendera dan pasukan mungkin dihadapkan pada patung WR Soepratman langsung karena berada di belakang tiang benderanya.

Secara garis besar seperti itulah komplek pemakaman Sang Maestro WR Soepratman. Tak lupa kami banyak belajar juga saat disana, apalagi bersama Bapak Soerachman salah satu anggota keluarga dari almarhum WR Soepratman yang kebetulan juga berada di sana saat kunjungan kami. Ada beberapa cerita yang kami dapat langsung dari beliau.


TEAM PERJALANAN


Seperti biasa, Team perjalanan kali ini saya bersama Komunitas Love Suroboyo pagi itu melakukan Ziarah ke Makan WR Soepratman dan tak lupa belajar, eksplore lebih banyak tentang makam beliau, cerita, dan sudut pandang lain yang bisa kami gali. Selamat Hari Musik Nasional 9 Maret 2019 dan Selamat Ulang Tahun Sang Maestro Pahlawan Nasional Bangsa Indonesia, Wage Rudolf Soepratman.


Eh iya, jadi tanggal 9 Maret itu ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dimana tanggal tersebut merupakan hari kelahiran Sang Maestro Wage Rudolf Soepratman. Demikian sekilas info dari saya. :D

2

Team Hore Gas Coban Rais, Akhirnya Trekking Lagi


Akhirnya trekking lagi. Setelah beberapa waktu lamanya tidak berkeringat dan kepayahan yang sangat. Melulu tentang kota tak baik untuk hati. Sedangkan melulu tentang alam tak baik untuk fisik. Jadi sesekali lah, yang penting balance. Dan berlibur ke alam menjadi salah satu cara saya mem-balane-kan hidup bagi saya. Itulah pendapat saya. Pendapatmu?


Perjalanan kami mulai dengan team yang ala kadarnya. Berangkat 4 orang dari Surabaya pukul 2 siang, kami menikmati perjalanan dengan penuh suka cita. Bercanda, bernyanyi, nostalgia dan lain sebagainya sampai saat kita sampai di Malang hanya untuk mampir makan, setelah itu gas Batu. Istimewa sekali. Mungkin malam terlalu malam sehingga tak sempat untuk kami keliling kota Malang ditambah gerimis yang agak mengganggu kala itu. Jadi kami memutuskan langsung mencari penginapan di Batu. Tak terfikir kemana esok hari yang penting hari ini bisa tidur nyenak.

Kesokan paginya entah bagaimana tercetuslah Coban Rais setelah sebelumnya muncul nama-nama seperti Paralayang, Museum Angkut, Coban Rondo, dan teman-temannya. Menjadi tempat yang cukup hits, Coban Rais memang disulap menjadi komplek pariwisata yang sangat bagus. Ada tempat foto keren, Batu Flower Garden, gazebo tengah pepohonan rindang, hamock bersusun warna-warni, Rumah Hobbit, dan Air Terjun Coban Rais itu sendiri.


AKSES DAN LOKASI

Berada di Jalur Lingkar Barat, Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Jarak tempuh dari kota Batu kurang lebih adalah 7 km dan kira-kira memakan waktu kurang dari 30 menit. Kalau aksesnya, biasanya saya melalui Alun - Alun Kota Batu, naik aja ke arah daerah Amarta Hills, yang penginapan-penginapan itu, atau yang saya tahu yaitu Villa Celebritis. Dari sana kan ada seperti jalan lingkar, kalo ke Villa Celebritis ke kiri itu yang lurus terus nanti pokoknya belok kanan aja ada plakatnya kok, jelas. Saran saya jangan terpaku ke penjelasan saya tapi percayalah pada Google Maps. Eh salah, pada Tuhan Yang Maha Esa. Hehe.


TIKET MASUK

Kalo menurut saya, harga tiket masuk ke sini lumayan juga, apalagi kalau masuk ke lokasi spot foto. Ada lagi, kalau bawa kamera tambahan atau drone bisa nambah lagi biayanya.
  • Ojek = 10.000
  • Parkir Mobil = 10.000
  • Parkir Motor = 5.000
  • Tiket Masuk = 10.000
  • Batu Flower Garden = 25.000
  • Bawa Action Cam = 10.000
  • Bawa DSLR = 20.000
  • Bawa Drone = 75.000
Dan lain sebagainya saya agak gak notice karena lebih berfokus ke Air Terjunnya saja.

Sampai di base camp awal, kami langsung ditawari ojek yang bisa mengantar sampai atas. Karena memang niat kami trekking sampai ke air terjun, jadi kami menghiraukan tawaran bapak bapak ojek dan memilih berjalan kaki menikmati semua yang ada sesampainya. Berikut rute dan tarif perjalanan sampai ke Air Terjun Coban Rais. Eh bukan sampai air terjunnya sih. sampai batas akhir kendaraan bisa mengantar dan itu kira-kira 700 meter sebelum lokasi air terjunnya. Haha, mateng. :)


TENTANG COBAN RAIS


Kata orang, dulu itu coban ini bernama Coban Sabrangan. Sabrangan mungkin berarti menyebrang. Karena menuju kesini haruslah dengan menyebrang sungai. Jalurnya sendiri benar benar mendaki gunung lewati lembah dan sungai. Jalurnya mirip mendaki gunung, menantang dan asik walaupun jalannya engak nanjak-nanjak banget. Melewati jalur trekking Coban Rais ini saya jadi ingat tentang jalur menuju Air Terjun Tiu Kelep, Senaru, Lombok. Menyisir sungai dan jalan sempit juga hutan yang lumayan lebat. "Sendang Gile dan Tiu Kelep, Jamuan Alam Mewah Ala Senaru".


Nah ini adalah pos terakhir dimana kendaraan bisa mengantarkan kita. Sampai disini sampai ke air terjun masih ada sekitar 700 meter lagi dengan jalan yang semakin asik dengan suasana hutan. Karena lebih dalam masuk ke hutan perhatikan baik-baik jalur dan petunjuk arahnya ya agar tidak tersesat atau mengikuti jalur yang salah yang justru membahayakan. Tetap santai, tenang, dan peduli lingkungan. Jangan ruusak apapun dan jangan buang sampah sembarangan.

Nah setelah trekking beberapa menit, saya kira sekitar 30 menitan kami sampai juga di lokasi air terjun. Lokasinya asik ditengah hutan, masih asli, dan mungkin minim sentuhan modern. Ini yang buat saya suka. Debit air saat itu pas banget tidak terlalu deras dan tidak terlalu sedikit. Pokoknya sip mantap.


Sejenak menikmati air terjun dan tak lama kemudian bergegas pulang. Selain itu jalur pulang pun nyaman untuk dinikmati, bermain air, ditambah hujan gerimis menambah syahdunya perjalanan kami. Haha, hujan emang ciamik, banyu langit bikin kepala adem hati ayem. :)


TEAM PERJALANAN

Agung - Fahrur - Tian - Chandra
4

Minggu Pagi Bersama Komunitas Love Suroboyo Blusukan Kantor Gubernur Jawa Timur


Kantor Gubernur Jatim, Minggu 20 Januari 2019 dalam rangka Challenge Open Recruitment Anggota Love Suroboyo Angkatan 3, kami melalui minggu pagi kali ini dengan sesuatu yang berbeda. 22 teman baru yang berkesempatan hadir sebagai peserta challenge bersama anggota komunitas Love Suroboyo mengeksplore Kantor Gubernur Jatim bertajuk blusukan. Bersama Bapak Sumardi sebagai guide yang turut menjelaskan sejarah dan mendampingi kami melihat sudut demi sudut lokasi blusukan.
Nah kalimat itulah yang saya tulis di salah satu postingan instagram saya. Kalau penasaran bisa diintip disini kok, @kagung13. Hehehe. Jadi udah jelas kan asal muasal Blusukan Kantor Gubernur kali ini? Karena memang masuk ke bangunan lawas apalagi yang difungsikan sebagai kantor pemerintahan itu tak semudah masuk museum yang emang dibuka untuk umum. Alhamdulillah hari itu dapat kesempatan berharga yang sayang buat dilewatkan. Tak banyak cerita tapi boleh kok dibaca sampai akhir. :)


AKSES DAN LOKASI

Bagi yang belum tahu, Kantor Gubernur Jawa Timur itu telaknya di Jalan Pahlawan No. 110, Surbaya. Tepatya di samping Monumen Tugu Pahlawan. Kalo saya sering keliru sama Gedung Grahadi yang ada di depan Taman Apsari. Hehe. Kalau minggu pagi, jalanan ini berubah jadi pasar yang ramai mulai dari ujung sampai ujung (TP Pagi). Bakalan kelihatan kok ada menara jam tinggi menjulang di area ini. Bersebelahan dengan Titik Nol Kilometer Jawa Timur yang baru beberapa waktu kemarin diresmikan.
 

Untuk aksesnya sendiri seperti udah saya bilang tidak semudah itu ferguso. Untuk kegiatan kunjungan harus melakukan perizinan terlebih dahulu. Beruntung kemarin bertepatan dengan acara komunitas yang sudah saya jelaskan di paragraf awal, jadi saya bisa ikutan blusukan.

SEJARAH KANTOR GUBERNUR JAWA TIMUR 

Dulu kantor Gubernur ini berada di Kawasan Kembang Jepun, tepat berada di mulut Jembatan Merah. Dikatakan juga oleh Bapak Sumardi bahwa dulu itu transportasi air, yaitu sekitaran sungai kalimas masih ramai. Itulah kenapa dulu pusat pemerintahan dibangun di dekat bantaran sungai kalimas ini. Begitupun dengan Grahadi itu dulunya juga menghadap ke Sungai Kalimas sebelum akhirnya saat ini diubah membelakanginya.

Seiring bertambah padatnya daerah Kembang Jepun, kantor pun dipindah ke lokasi sekarang dengan bangunan yang saat ini masih berdiri kokoh bernuansa putih dengan menara jamnya yang ikonik. Gedung yang diarsiteki  Ir. W. Lemei, HA. Breuning dan WB Carmiggelt ini dibangun pada Mei 1929 dan selesai Agustus 1931. Mulai dugunakan pada 10 Desember 1931.


BANGUNAN CAGAR BUDAYA


Masuk dalam kategori Bangunan Cagar Budaya melalui SK Mentri NoPM.23/PW.007/MKP/2007 (Sumber : Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya), bangunan yang dibangun pada jaman kolonial ini memiliki design kebanyakan bangunan jaman dulu. Entah bagaimana penjelasan yang benar, yang saya tangkap bangunan ini terlihat biasa saja dari luar tetapi luas dan megah di bagian dalam. Bangunan tidak terlalu tinggi (minim lantai) dan memiliki taman di bagian tengah ditambah menara jam yang berbeda dengan bangunan sekitarnya. Ini mengingatkan saya dengan konsep Bangunan Hotel Majapahit Surabaya (Heritage Hotel Tour, Hotel Majapahit Surabaya).

MENARA JAM KANTOR GUBERNUR JAWA TIMUR

Mungkin bisa dibilang ini tujuan utama kami. Saya lebih ke biasa saja, tapi penasaran karena memang tidak asing dengan ketinggian dan seperti saya bilang, dari luar bangunan ini biasa saja, tak terlalu tinggi. Tetapi saat melewati tangga menuju puncak menara, saya pikir lumayan juga. Hehe. Tangga akses menara jam ini khas bangunan lawas, tangga besi minimalis yang mungkin ini sudah direnovasi. 


Tapi seperti dibilang banyak orang, tak ada perjuangan yang sia-sia. Dari sini kita bisa lihat area Monumen Tugu Pahlawan yang cantik terlihat dari atas. Belum lagi hamparan kota Surabaya yang padat tapi cantik. Yah memang tak terlalu tinggi tapi cukup asik untuk dinikmati.


Tepat pukul 10 lonceng jam berbunyi. Mendentum tepat di samping telinga saya dan kami kala itu saat sedang asik berfoto. Saya pikir ini adalah sebuah momen yang tepat dapat melihat dan mengamati dari dekat seperti ini. Namun sayang entah bagaimana kemarin saya melupakan melihat ruang mesin jam di menara ini. Jadi masih penasaran nih. Haha. Berarti next time bakalan balik karena ada misteri yang saya belum tahu dan pecahkan, juga yang paling penting saya lihat sendiri secara langsung, yang mungkin teman-teman sudah paham terlebih dahulu karena menyempatkan menuju ruang mesin. Sialnya tidak dengan saya. :)


KEGIATAN BLUSUKAN

Kegiatan blusukan kali ini lebih banyak menelusuri lorong dan atap bangunan. Ditambah menara jam dan ada sebuah tempat beberapa meter sebelum menara paling atas seperti area terbuka luas (tepatnya sih di atap) itu kenapa saya bilang menelusuri atap. Tempat foto bersama yang asik dan pemandangan yan lumayan. Tapi saya pikir tak sebagus di atas. Hehe, selera kan.

Foto by @lovesuroboyo @ach_muchlison @ideakreasi @rachmadjuliantono

Karena hari minggu beberapa ruangan tak dapat dikunjungi karena ini kantor dan hari libur berarti kantor tutup. Yah walaupun dengan pemandu, tetapi saya pikir tak sewajarnya juga masuk ruangan yang merupakan ruang kerja yang mungkin bisa dibilang kita tak ada wewenang di sana. Beda lagi kalau ada pemiliknya atau yang berwenang. Hanya salah satu ruang rapat yang tanpa pencahayaan waktu itu saya sempat abadikan dan entah bagiamana saya pikir ruangan ini bagus juga. Hehe.


Nah berikut video panduan yang saya buat untuk Blusukan Kantor Gubernur Jawa Timur. Bukan panduan sih, maksudnya dokumentasi selama blusukan yang tak rangkum dalam 1 menit saja. Hehe. Please Enjoy.


FINISH

Terima kasih beberapa jam di minggu pagi yang sungguh menyenangkan. Banyak pelajaran dan pengetahuan baru yang saya dapat. Tak lupa sekalian mapir ke Titik Nol Kilometer Jawa Timur. Lokasinya di sebelah Kantot Gubernur Jawa Timur ini. Baru aja diresmikan beberapa waktu yang lalu. Sayang kan kalo dilewatin, sekalian saja.
 
Foto LS by @rachmadjuliantono

TEAM PERJALANAN

Entah kenapa setiap kegiatan saya suka menyebutnya perjalanan walaupun saya tahu mungkin ini kurang relevan. Team Perjalanan kali ini adalah seperti yang udah saya sebut di atas, 22 teman baru yang berkesempatan hadir sebagai peserta Challenge Open Recruitment Anggota Love Suroboyo Angkatan 3 bersama anggota komunitas Love Suroboyo.



12

Menyelami Dunia Dongeng Atlantis Land Surabaya



Untuk pertama kalinya dapat kesempatan tak terduga masuk Atlantis Land Surabaya. Nah, dari denger namanya ditambah lagi boomingnya film Aquaman saat ini, pikiran saya sudah gak karuan bayangin Atlantis yang kayak di film Aquaman, negeri bawah laut yang indah. Tapi wait, ini dunia nyata jadinya mungkin kita harus sedikit realistis ya tentang apa yang ada di Atlantis. Kalau dibilang negeri dongeng sih masih masuk kali ya. Hehe. Oke langshong saja mari kita menyelam.

AKSES DAN LOKASI

Atlantis Land Surabaya terletak di Jalan Sukolilo No. 100, Sukolilo Baru, Bulak, Surabaya, Jawa Timur. Masih satu kawasan sama Kenjeran Park (Kenpark). Nah aksesnya cukup mudah kok, bisa dilihat melalui peta berikut melalui Titik Nol Surabaya - Jalan Kenjeran - Kenjeran Park.


JAM OPERASIONAL

Sampai saat artikel ini di buat, info jam operasional atlantis Land adalah setiap hari pukul 10:00 - 18:00. Mungkin terakhir ditutup dengan atraksi Dancing Fountain dan Globe Of Death yang pertunjukannya dimulai pukul 17:30. Untuk jam operasional update, bisa langsung check aja di Instagramnya Atlantis Land Surabaya di @atlantislandofficial.

TICKETING

Saat ini untuk masuk dan menikmati wahana di Atlantis Land Surabaya, kita harus membeli tiket seharga 100 ribu per orang. Tiket ini sudah termasuk free seluruh wahana yang ada di Atlantis Land Surabaya dan juga free tiket masuk Kenjeran park. Tidak termasuk makan (snack) dan minum lho ya. Untuk tiket update, bisa langsung check aja di Instagramnya Atlantis Land Surabaya di @atlantislandofficial.

Tapi ada sedikit hal yang harus diperhatikan. Karena lokasi Atlantis Land ini satu kawasan dengan Kenjeran Park, jika kita ingin masuk ke Kenjeran Park nya saja kita harus membayar biaya masuk kalau tidak salah 10 ribu. Jadi kalau niatnya ke Atlantis Land bilang saja langsung ke Atlantis jadi Anda cukup membayar 100 ribu sekaligus biaya masuk Kenjeran Park. Tetapi kalau tidak bilang, Anda akan dikenakan biaya hanya 10 ribu dan harus membeli lagi tiket di dalam seharga 100 ribu. Jadi paham ya maksud saya? Hehe. Karena saya biasanya kalau cuma pingin jalan - jalan ya ke Kenjeran Park saja , gak sampai masuk ke Atlantis Land nya.

WAHANA ATLANTIS LAND SURABAYA

Nah, ini dia yang saya bilang negeri dongeng. Konsepnya emang kayak di negeri dongeng. Air dan dominasi warna biru atau alamnya nambah nuasanya leih sejuk.  Ada lagi kastil yang kayak di film dongeng. Dino Park dengan replika Dinosaurus. Dan masih banyak lainnya. Mari menyelam lebih dalam lagi.

Istana Es Atlantis


Di Istana es ini, kita akan masuk ruangan yang dengan suhu yang bisa mencapai -15 derajat celsius. Kebayang kan dinginnya. Ruangannya pun di set benar - benar seperti istana es klasik lengkap dengan stalagnit dan stalagtit nya di beberapa sudut. Ditambah bangunan es ala rumah beruang kutup seperti di film kartun dan prosotan es di sisi kanan dan kiri.

Istana Patung Lilin

Istana patung lilin ini berisi patung - patung terbuat dari lilin dengan berbagai macam tokoh. Ada tokoh negarawan, atlet, ilmuan, penyanyi, dan banyak lainnya. Ruangannya cukup luas dan cukup lega untuk keliling sambil berfoto ria mungkin dengan salah satu patung lilin idola.


Dino Land


Nah, wahana Dino Land ini baru pertama saya tahu dan explore. Jadi kita akan naik kereta dengan banyak jenis Dinosaurus di sepanjang perjalanan. Tentunya Dinosaurus ini jinak ya dan gak mungkin memangsa kita karena ini hanya replika. Hehe. Tapi asik banget dan terlihat seperti nyata. Anak - anak pasti suka yang kayak gini. Lha wong saya saja suka kok. Hehe.

Misteri Atlantis


Wahana ini pertama kali saya kira seperti rumah hantu gitu. Tapi konsepnya seperti Dino Land, kita naik kereta dan di sekeliling kita adalah misteri - misteri yang telah di set Altantis Land. Tapi misteri itu bukan yang mistis sih. Lebih ke banyak hal yang mengerikan tapi gak melulu hantu. Seperti Korban perang, pohon bergerak, penyihir, pasukan perang jaman dulu. Pokoknya seperti itu lah, cobain sendiri deh. Enggak menakutkan kok menurut saya.

Discovery


Sesuai namanya wahana ini berisi beberapa hal tentang penemuan. Tokohnya. ceritanya dan lain sebagainya dikemas sedemikian rupa setiap kita pindah ruangan ada hal baru yang bisa kita pelajari. Nah di wahana ini kita harus jalan kaki ya, dan sepanjang perjalanan di sebelah kanan dan kiri kita akan melihat replika, informasi dan banyak hal tentang penemu atau suatu penemuan dan beberapa hal yang berhubungan dengannya.

Wahana Air Atlantis


Sepertinya wahana ini yang paling ramai dan banyak peminatnya. Di sini ada area kolam renang anak dan juga dewasa. Ditambah lagi ada wahana dewasa yang bisa memacu adrenalin yaitu Boomerang Slide dan Tornado Slide. Hampir sama yaitu kita meluncur dari ketinggian yang lumayan melalui jalur prosotan ban dan yang membedakan adalah saat pendaratan. Bisa dilihat bentuk wahananya dan bayangkan saja bagaimana pendaratannya. Haha, kalau dibayangin aja kurang asik. Cobain langsung lah. Hehe.

Boomerang Slide

Tornado Slide

Wahan Bermain Lain seperti Carousel (Komedi Putar), Disco Pang - Pang, Happy Car, dan masih banyak lainnya.

PERTUNJUKAN ATLANTIS LAND

Seperti udah disinggung di atas, di akhir jam buka Atlantis Land, ada pertunjukan menarik yaitu Dancing Fountain (Air Mancur Menari) dan Globe Of Death. Pertunjukan biasanya dimulai pukul 17:30 didahului oleh pertunjukan Dancing Fountain kemudian dilanjutkan Globe Of Death.

Dancing Fountain (Air Mancur Menari)

Menjadi pertunjukan Air Mancur Menari terbesar di Surabaya, pertunjukan ini ramai ditunggu dan disaksikan pengunjung. Antusias pengunjung sangat besar menikmati pertunjukan ini. Ditambah suasana yang mulai gelap menambah pertunjukan semakin apik dan menarik. Teriakan dan tepuk tangan kagum pengunjung pun menjadi satu nada musik dan pertunjukan. Sungguh harmoni yang menyenangkan dan menenangkan.


Globe Of Death

Pertunjukan terakhir ini agak memacu adrenalin. Lebih terpacu menurut saya daripada naik Boomerang Slide ataupun Tornado Slide. Jadi disini pengunjung ditawarkan untuk ikut berpartisipasi dalam pertunjukan ini. Kebayang kan ini pertunjukan seperti apa? Ya, naik motor di dalam bola. Duh ngeliat aja udah ngeri apalagi jadi volunter? Hmm, bisa dicoba ini. Haha. Setelah pertunjukan dengan pengunjung, kedua talent memacu 2 motor sekaligus dalam ola dan menampilkan atraksi yang sungguh menegangkan. Tapi asik. Aman kok, taoi tetep aja jangan lupa jaga jarak dan tetap waspada ya. 


Yes matahari turun tanpa bisa ditahan lagi, suasana gelap waktunya pulang. Seharian yang cukup menarik ditambah first time ke Atlantis. Seru dan jadi tempak yang recomended buat liburan akhir pekan terutama bareng keluarga. Mesti coba lagi ini karena belum sempet menikmati wahana airnya karena ribet bawa banyak peralatan elektronik dan dengan persiapan yang minim. Pokoknya mantap dan keren abis.

TEAM PERJALANAN

Terima Kasih kepada LoveSuroboyo atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan sehingga untuk pertama kali saya bisa kesini menikmati beberapa wahana yang keren, menarik, dan menambah wawasan. Matur Suwun. 

Terima Kasih juga sama mas Erik yang udah banyak berbagi ilmu tentang foto dan beberapa hal lain. Ditambah bisa tahu for the firs time bagaimana menerbangkan drone secara langsung (walaupun hanya lihat) dan semakin kepingin saja. Haha. Matur Suwun.


Oleh - Oleh dari Menyelami Atlantis Land
Please Enjoy The Video