6

Tidak Menyerah Menjadi Diri Sendiri Dengan ASUS VivoBook S14 S433

Satu Dekade Yang Lalu

Ketika itu saya adalah seorang anak desa yang baru saja masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Disinilah saya bersinggungan pertama kali dengan dunia IT. Beberapa tahun kemudian saya semakin dalam mengenal dunia komputer dan internet. Ternyata banyak sekali hal yang bisa saya pelajari melalui internet ini. 

Awal pertama masuk SMK TKJ dan mengenal dunia komputer beserta internet

Sampai tibalah saat materi desain web pada pembahasan blog. Entah kenapa saya tertarik untuk lebih mendalaminya. Mungkin karena saya pikir membangun website sendiri lebih sulit dan ribet daripada membangun sebuah blog yang desain dan templatenya telah disediakan oleh pihak ketiga.

Saat itu terfikir untuk mengisi blog dengan cerita perjalanan dan kunjungan ke tempat-tempat menarik (traveling). Saya berencana nge-blog di laboratorium komputer TKJ saat jam kosong atau perpustakaan sekolah saat jam istirahat karena tidak memiliki PC ataupun laptop pribadi. Sedangkan untuk dokumentasi dengan percaya dirinya saya berfikir bisa menggunakan kamera VGA bawaan handphone, bekas kepunyaan teman yang secara cuma-cuma dipasrahkannya karena sudah hampir menjadi telepon rumah akibat baterai drop dan harus colok daya sesering mungkin.

Belum sampai terealisasi saya sudah benar-benar kesusahan. Tenyata sulit mewujudkan sesuatu keinginan tanpa dukungan perangkat dan teknologi yang mumpuni. Padahal saya merasa inilah sesuatu yang saya sukai, sesuatu yang saya akan senang menghabiskan waktu untuk melakukannya. Saya merasa inilah diri saya. Beberapa tahun kemudian benar saja, virus traveling menjalar ke mana-mana. Mulai bermunculan content creator yang banyak mengekspose tempat-tempat menarik. Tentu saja dibalut dengan kemasan yang menarik. Hal tersebut erat hubungannya dengan perangkat dan  teknologi yang mumpuni (minimal cukup) sehingga benar-benar memanjakan bukan hanya end-user yang mendapat sajian sangat menarik tetapi juga creator yang sangat dimudahkan dalam proses produksinya. 

Andai saja waktu itu saya memiliki dukungan perangkat dan teknologi yang mumpuni, mungkin saat ini sudah dapat menikmati beberapa konten tentang banyak tempat ataupun momen perjalanan dengan kemasan menarik sehingga bisa dijadikan pengingat yang otak ini tentu tak akan mampu menampung seluruhnya. Tapi Alhamdulillah, salalu bersyukur untuk hal-hal yang saya inginkan tapi tidak terjadi. Mungkin Yang Maha Kuasa mempunyai rencana lain yang lebih indah.

Saat Ini

Tak mau menyerah begitu saja, baru-baru ini tepatnya beberapa tahun kebelakang, saya mulai kembali meniti jalan kepada hal yang saya sukai sejak dulu. Menjadi diri saya yang sebenarnya. Seiring dengan pekerjaan yang alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan primer, saya mulai menabung dan merancang apa saja sih pendukung yang sebenarnya bisa dipakai untuk menghidupkan kembali keinginan masa lalu saya tersebut baik dari segi skill maupun tools.

Saya mulai dengan kembali menulis di blog. Belajar lagi tentang blog desain dan teman-temannya. Merubah blog menjadi Top Level Domain (TLD) agar nama blog lebih menarik dan terlihat profesional. Hingga membeli peralatan penunjang untuk menghasilkan konten yang minimal bisa menjadi pengingat perjalanan saya. Saya mulai dengan membeli sebuah kamera yang cukup mumpuni (Mirorless APS-C, 24 MP, 60 fps) untuk menghasilkan gambar maupun video berkualitas. Yah walaupun beberapa konten juga saya buat dari jepretan kamera handphone. Sepaket dengan kamera, saya mulai melengkapinya dengan beberpa perangkat penunjang seperti tripod, mic, flash, dan lain sebagainya. 

Meniti jalan kembali keinginan masa SMK yang pernah tertunda

Tentu saya membutuhkan sebuah perangkat lagi untuk mendukung kinerja kamera dalam hal processing gambar atau video. Hasil dari kamera mirorless maupun handphone diolah sedemikian rupa dan dikemas menjadi lebih baik. Sebuah komputer, tentunya dengan spesifikasi yang mumpuni dan dapat dipacu sedemikian rupa untuk full-processing dengan hasil yang maksimal.

Memilih Sebuah Laptop

Bicara komputer, saya lebih memilih varian laptop daripada PC. Tingkat mobilitas yang tinggi dan mengharuskan saya berpindah-pindah lokasi untuk membuat sebuah konten menjadi faktor yang mempengaruhinya. Dengan mobilitas perangkat yang tinggi juga tentu akan mendukung saya kepada kecepatan olah materi untuk merancang dan menghasilkan sebuah konten. Mungkin pilihan saya akan jatuh pada laptop ASUS yang telah menghadirkan tipe VivoBook yang paling trendy dengan performa terbaik dan hadir dengan prosesor Intel Core 10th generation yaitu, "ASUS VivoBook S14 S433". Kenapa begitu, saya mulai dengan apa-apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sebuah laptop dan inilah pendapat saya. 

      Desain Laptop

Sudah tentu saya akan melirik laptop dengan desain yang menarik. Stylish dan trendy ditambah body yang ramping dengan desain yang kekinian adalah kesukaan saya. Memiliki aksen warna yang tajam dengan minim dekorasi serta desain yang memungkinkan saya melakukan kostumisasi sendiri sudah pasti akan sulit untuk saya ditolak. Keinginan saya ini seperti secara menyeluruh tertuang dalam desain laptop ASUS VivoBook S14 S433.


Laptop ini terlihat sangat sederhana dengan hanya terdapat tulisan "ASUS VivoBook" di bagian belakangnya yang ditempatkan di sisi samping. Hal ini membuat bagian belakangnya memiliki ruang kosong yang dapat dikostumisasi sendiri. Salah satunya stiker dengan desain eksklusif di paket penjualan produk yang merupakan kerjasama dengan Muchlis Fachri (Muklay). Stiker ini memberikan alternatif kostumisasi yang keren pada laptop.


ASUS VivoBook ini hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Indie Black, Gaia Green, Dreamy Silver dan Resolute Red. Saya tentunya akan memilih Indie Black karena basicly suka sekali warna hitam dan sedikit banyak merepresentasikan diri sebagai anak muda yang independen dan bertanggung jawab terhadap situasi apapun. Dengan pilihan warna Indie Black ini, laptop menjadi terasa sangat personal bagi saya.

      Ukuran Laptop

Ukuran menjadi hal yang penting dalam pertimbangan saya selanjutnya saat memilih laptop. Untuk menunjang kegiatan traveling saya dalam rangka menyusun sebuah konten, laptop dengan bodi yang sangat tipis dan ringan seperti ASUS VivoBook S14 S433 yang bobotnya hanya 1.4 kg dan ketebalannya hanya 15.9 mm ini sungguh mengesankan. Ramah untuk berbagai tempat dengan peralatan lain penunjang kegiatan traveling saya.

      Kualitas Layar

Layar merupakan hal yang berkaitan dengan ukuran laptop. Dengan teknologi NanoEdge Display laptop 14 inch dengan resolusi 1920 x 1080 px ini akan membuatnya lebih ringkas dan memiliki bodi yang lebih mungil. Teknologi ini memberikan pengalaman layar dengan bezel yang tipis dan ratio screen-to-body yang cukup besar hingga 85% sehingga layar terlihat lebih lega. 


Layar IPS Full HD, dipadu teknologi NanoEdge Display, dengan sudut pandang lebar hingga 178 derajat, ditambah layar yang telah mampu mereproduksi warna pada color space sRGB hingga 100%, sudah pasti sangat cocok untuk saya. Menampilkan foto ataupun video dengan warna yang tajam dan konsisten menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh perangkat yang saya gunakan dan tentu tidaklah sulit dilakukan oleh laptop yang satu ini. Kualitas layar seperti ini akan mampu memberikan kesan yang baik untuk kebutuhan fotografi dan videografi sebagai seorang content creator.

      Prosessor Sesuai Kebutuhan

Dapur pacu menjadi prioritas utama saya dalam memilih laptop untuk kebutuhan konten. Tentu saya sangat berharap pekerjaan multimedia yang multitasking dapat ditangani dengan lancar tanpa lag oleh laptop yang saya gunakan. Dan nampaknya saya tak perlu terlalu khawatir, karena notebook berukuran 14 inch ini menggunakan prosesor 10th Gen Intel Core yang hemat daya dengan dukungan fitur premium seperti fingerprint sensor, teknologi fast charging, serta backlit keyboard. Hal tersebut tentu menjanjikan kekuatan proses ngebut dengan dukungan fitur lainnya yang tak hanya mumpuni tapi siap memanjakan saya.


Tak kalah penting untuk memproses pekerjaan multimedia yang kompleks, selain prosessor yang tangguh, performa grafis yang mumpuni juga perlu saya perhatikan. Beruntungnya dengan dukungan chip grafis NVIDIA GeForce MX250 yang memiliki performa cukup kencang bahkan untuk bermain game esport dan kasual, nampaknya saya masih bisa mempercayakan urusan multimedia pada laptop ini. Apalagi untuk kebutuhan editing, kekuatan grafis sangat diperlukan untuk proses dan hasil maksimal selama proses editing.

Hasil pengujian menggunakan Cinebench R20 dan PCMark 10,
ASUS VivoBook S14 S433 dengan prosesor Intel Core i5-10210U

      Jenis dan Ukuran Penyimpanan

Media penyimpanan memiliki peranan yang penting dalam dukungan kecepatan performa sebuah laptop. Untuk kekuatan yang mumpuni sesuai yang saya inginkan ASUS VivoBook S14 S433 menggunakan PCIe SSD berkapasitas 512 GB. Yang saya tahu bahwa dukungan SSD (Solid State Drive) akan lebih cepat dalam hal memproses data dibandingkan HDD (Harddisk Drive). Konsekuensinya tentu pada harga dari komponen tersebut yang sudah pasti lebih mahal. Sederhaananya jika menginginkan dukungan kecepatan saya akan memilih SSD, sedangkan untuk dukungan kapasitas pilihan akan jatuh kepada HDD.

Hasil pengujian performa SSD laptop ASUS Vivobook S14 S433

Dengan adanya SSD ditambah kapasitasnya cukup besar yang dimiliki laptop ini, tentunya urusan penyimpanan data-data primer dan dukungan proses tak akan mengalami kendala berarti. SSD yang digunakan pada laptop ini pun adalah SSD khusus dari Intel yang dilengkapi Optane Memory sebesar 32 MB yaitu teknologi eksklusif Intel yang memanfaatkan memori tambahan sebagai cache. Dengan adanya cache, SSD mampu mengakses data yang sering diakses secara lebih cepat. Hal ini tentunya akan berdampak pada kecepatan pemrosesan data secara menyeluruh.

      Daya Tahan Baterai

Baterai merupakan hal yang penting untuk saya yang sering berkegiatan luar. Dibekali kapasitas baterai 50 Wh yang lebih besar dibanding laptop sekelasnya dengan dukungan  prosesor Intel Core 10th Gen yang hemat daya, ASUS VivoBook S14 S433 mampu bertahan selama 12 jam saat diuji menggunakan PCMark 10 Battery pada mode Modern Office. Dari semua kelebihan performa laptop ini, performa baterainya adalah yang terbaik.


Tentu saja dengan baterai yang tahan lama saya dapat dengan tenang memikirkan proses pembuatan konten tanpa was-was dengan colokan daya. Dimanapun dan kapanpun saya bisa memaksimalkan laptop ini untuk bekerja karena baterai yang dapat bertahan seharian.

      Keyboard Laptop

Selain performa, kenyamanan keyboard juga menjadi perhatian saya. Sebagai conter creator saya akan sering sekali berhadapan dengan kegiatan ketik-mengetik. Maka dari itu kenyamanan dari fitur yang baik dari latop akan sangat membatu dalam menyelesaikan pekerjaan saya.

Keyboard laptop ini sepertinya akan sangat cocok dengan kegiatan saya. Didesain secara ergonomis, kokoh, dan konstruksi satu bagian yang memiliki fitur spill resistant (tahan tumpahan atau percikan air), serta memiliki key travel atau jarak antar tombol yaitu 1.4 mm. Ditambah fitur backlit keyboard dari laptop ini yang memungkinkan saya tetap bekerja walaupun di tempat gelap sekalipun.


Selain itu salah satu keunikan sekaligus menjadi kemewahan tersendiri dari laptop ini adalah tombol enternya yang memiliki color-blocking kuning. Desain ini memunculkan kesan esklusif saat pertama kali membuka laptop untuk digunakan. Menambah percaya diri dan semangat dalam berkarya.

      Kualitas Audio

Kualitas audio penting untuk sebuah laptop. Apalagi dengan peruntukannya pengolahan video seperti saya. Tentu membutuhkan dukungan kualitas suara yang baik agar hasil lebih maksimal. ASUS VivoBook S14 S433 ini dilengkapi dengan audio dari Harman Kardon yang tentu berkualitas dan bukan ecek-ecek. Kualitas audio yang dihasilkan sebuah laptop, selama proses editing misalnya akan memberikan feel tersendiri dalam video yang sedang dikerjakan. Saya akan memperoleh hasil suara yang baik yang sesuai dengan visualisasi yang sedang saya kerjakan. Selain itu, kualitas audio laptop ini juga sangat baik saat digunakan untuk memutar musik, menonton film, bahkan bermain game sekalipun.

      Konektivitas Yang Lengkap

Konektivitas memungkinkan dukungan banyak perangkat lain dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya secara maksimal. Variasi dan alternatif koneksi yang banyak menjadi salah satu nilai tambah pada laptop pilihan saya. Apalagi kebutuhan mobile yang mengharuskan saya tentunya sering-sering terhubung dengan internet dan perangkat pendukung lainnya.

ASUS VivoBook S14 S433 telah dilengkapi dengan WiFi 6 yang merupakan teknologi komunikasi wireless terbaru. WiFi 6 menjanjikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dengan latency yang lebih rendah. Kalau lihat spesifikasinya sih pasti kenceng buat menghandel koneksi yang stabil.

Selain itu ada Bluetooth generasi 5. Memakai bluetooth menjadi hal yang menyenangkan selain tak perlu melihat banyak kabel berserakan, saya dapat menempatkan perangkat di tempat yang lebih baik yang tak harus berada di samping perangkat laptop. Perangkat bluetooth ini cocok sekali untuk saya dengan kebutuhan perangkat pendukung yang banyak dan menghindari kesemrawutan antar perangkat.


Port I/O (Input/Output) yang disediakan juga termasuk lengkap yaitu 2x USB 2.0, 1x HDMI, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x port USB 3.2 Gen 1 Type-C, 1x Audio Combo Jack 3,5mm, dan 1x slot mikro microSD.

      Fitur Premium

Fitur premium akan menjadi daya tarik tersendiri untuk saya memilih dan menggunakan sebuah laptop. Tentu saja dengan banyaknya produk laptop saat ini yang berlomba-lomba menawarkan perangkat yang mumpuni dengan teknologi terkini, fitur premium bisa menjadi pembeda untuk menarik user menggunakan perangkat tersebut. ASUS VivoBook S14 S433 memiliki beberap fitur premium yang tak hanya menjadi nilai tambah dari perangkat ini tetapi sangat membantu untuk kinerja user yang lebih maksimal.

Sebagai laptop modern dan merupakan seri VivoBook tertinggi, laptop ini telah dilengkapi fitur terbaik di kelasnya. Seiring perkembangan teknologi, untuk melakukan akses pada laptop tidak melulu dengan mengetikan pasword sebagai fitur keamanannya. Dengan ASUS VivoBook S14 S433 ini saya dapat melakukan akses ke laptop menggunakan fingerprint yang telah terintegrasi dengan Windows Hello di Windows 10. Selain lebih keren, cara ini tentu lebih cepat dan praktis untuk mengakses laptop. Selain itu tak sembarang orang tentunya dapat mengakses laptop ini karena menggunaka sidik jari.


Fitur fast-charging adalah fitur premium berikutnya dari laptop ini. Dengan dukungan baterai yang dapat bertahan sampai 12 jam ditambah fitur fast charging, tentunya membuat laptop ini sangat powerfull. Fitur fast-charging ini dapat membantu saya mengisi ulang baterai rendah hingga 60% hanya dalam 49 menit. Sudah tahan lama, cepat pengisiannya, anti colokan-colokan club.

      Jaminan Merek dan Warranty

Nah hal yang juga tak kalah penting adalah jaminan merek dan garansi. Tidak ada yang menginginkan perangkat yang dimilikinya cepat rusak, termasuk saya. Maka dari itu memilih produk dengan kualitas dan jaminan merek yang baik merupakan sebuah keharusan tanpa melupakan faktor garansi juga. ASUS menjadi salah satu brand yang telah menggarap produk IT seperti motherboard dan laptop selama puluhan tahun. Dengan modal itu ASUS layak dijadikan merek yang dapat dipertimbangkan menjadi salah satu perangkat pilihan.
ASUS memberikan garansi produk selama 2 tahun setiap pembelian laptop resmi baik dalam negeri maupun global untuk seetiap kerusakan yang terjadi bukan karena kelalaian konsumen. Ditambah lagi awal tahun ini ASUS meluncurkan produk service ASUS Perfect Waranty. Tak perlu khawatir lagi perangkat mengalami kendala karena ASUS siap sedia menghandlenya. Layanan ini merupakan layanan premium dimana ASUS akan menanggung 80% biaya jasa perbaikan dan spare part untuk kerusakan-kerusakan yang disebabkan kelalaian pengguna.

Spesifikasi ASUS VivoBook S14 S433

ProcessorIntel® Core™ i5-10210U processor 1.6GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.2GHz) and 6MB cache
Intel® Core™ i7-10510U processor 1.8GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.9GHz) and 8MB cache
Display14” LED-backlit IPS Panel HD (1920 x 1080) 16:9
Frameless NanoEdge display with 85% screen-to-body ratio
178° wide-view technology
GraphicsNVIDIA® GeForce® MX250
Video memory size : 2GB GDDR5 VRAM
Storage512GB PCIe SSD
Intel® Optane™ Memory H10 with Solid State Storage
(32GB Optane™ + 512GB SSD)
Memory8GB 2666MHz DDR4
Input/Output1 x USB 3.2 Gen 1 Type-C™
1 x USB 3.2 Gen 1 Type-A
2 x USB 2.0
1 x HDMI
1 x Audio combo jack
1 x MicroSD card reader
1 x DC-in
ConnectivityWi-Fi - Intel Wi-Fi 6 with Gig+ performance (802.11ax)
Bluetooth® - Bluetooth V5.0
KeyboardFull-size backlit with 1.4mm key travel
TouchpadIntelligent palm-rejection; Precision touchpad (PTP) technology supports up to four-finger smart gestures
AudioASUS SonicMaster stereo audio system with surround-sound, smart amplifier for maximum audio performance
Array microphone with Cortana voice-recognition support
3.5mm headphone jack
Certified by Harman Kardon
CameraHD Camera
Batteray50 Wh 3-cells lithium-polymer battery
65 W power adapter
Fast charging: 60% in 49 minutes
50Wh 3-cells lithium-polymer battery
65W power adapter
Plug Type: ΓΈ4 (mm)
Output: 19V DC, 3.42A, 65W
Input: 100-240V AC, 50/60Hz universal
DimensionHeight : 1.59cm (0.62 inches)
Width : 32.49cm (12.79 inches)
Depth : 21.35cm (8.40 inches)
Weight1.45 kg
ColorIndie Black, Gaia Green, Dreamy Silver, Resolute Red
Operating SystemWindows 10
Included SoftwareASUS Splendid
ASUS Tru2life Video
ASUS AudioWizard
Waranty2 years global waranty

Tidak Menyerah Menjadi Diri Sendiri

Rasanya dengan dukungan perangkat dan teknologi mumpuni yang bisa saya jangkau saat ini, ditambah performa laptop ASUS VivoBook S14 S433 yang sangat powerfull, saya optimis untuk kembali meniti jalan melakukan apa yang saya sukai. Menjadi diri saya sendiri dan melakukan sesuatu yang saya tidak akan menyesal menghabiskan waktu untuk hal tersebut. Optimis selalu dan "Tidak Menyerah Menjadi Diri Sendiri Dengan Asus VivoBook S14 S433".

0

Delta Force Save Menjangan Taman Nasional Bali Barat


Haha, udah nge-draft judul sejak beberapa bulan yang lalu tepatnya akhir Agustus 2019 kemarin dan baru sempet mau nulis kegiatan ini. Haha, 5 bulan berlalu karena keterbatasan kemauan dan ketidakmoodan yang berlarut larut akhirnya Januari 2020 baru rilis nih cerita perjalanannya. Jadi seandainya ada cerita yang agak kurang sesuai dan beberapa yang ngambang harap maklum ya karena 5 bulan bukan waktu yang singkat untuk menyimpan memori perjalanan. Untung saja perjalanan ini termasuk berkesan sehingga masih terngiang di pikiranku (wkwkwk macam lagu aja masih terngiang di telingaku). Oke let's enjoy Delta Force Save Menjangan.

2

Bromo Trail 2019 My First Trail Adventure


Jadi jalur trail pertama saya adalah Bromo. Menyusuri lautan pasir dan menyisir punggung bukit pengunungan yang mengelilingi Gunung Batok hingga tembus ke Jemplang (persimpangan antara ke Bromo atau Ranu Pane) adalah perjalanan nge-trail pertama yang sangat berkesan. Sekali lagi, never underestimate yourself.

Cerita Perjalanan

0

Explore Benteng Kedung Cowek Melalui Jalur Laut Bersama Komunitas Love Suroboyo



Beberapa hari setelah Idul Fitri 1440 H saya sudah harus kembali ke Surabaya lebih cepat dari jatah libur normal penanggalan nasional setelah meng-enakan diri bertemu keluarga tercinta di Jogja. Kebetulan paginya setelah saya sampai di Surabaya ada semacam silaturohmi lintas komunitas yang awalnya saya pikir halal bi halal bertempat di Hotel Majapahit. Belakangan saya tahu kalau ternyata ini adalah pertemuan komunitas lintas sejarah yang fokusnya pada pembahasan Benteng Kedung Cowek. Yah sebelumnya emang terdengar kabar yang santer sih kalau lahan Benteng Kedung Cowek ini telah berpindah tangan ke pihak swasta, tapi untuk kejelasan dan kepastian siapa pemiliknya juga masih abu - abu. Kebetulan sekali saya sejak dulu juga penasaran banget sama Benteng Kedung Cowek ini jadi perjalanan kita mulai dari sini.

Sabtu, 9 Juni 2019 acara ini diselenggarakan dengan tema "Benteng Kedung Cowek, Sebuah Fragmentasi Berkelanjutan". Banyak hal yang dibahas di sini seperti sejarah benteng, perbandingan dengan benteng - benteng jaman dahulu di beberapa daerah di Indonesia, pandangan beberapa audiens, dan sampai ide - ide bagaimana benteng ini akan di bawa kedepannya tentunya yang sejalan dengan pelestarian sejarah dan daerah cagar budaya. Ternyata, Benteng Kedung Cowek ini statusnya masih belum ditetapkan sebagai bagunan cagar budaya. Hal ini tentunya wajar jika menimbulkan kekhawatiran bagi banyak pengiat sejarah. Maka dari itu seminggu kemudian atas inisiatif peserta yang hadir dalam diskusi, disetujui untuk dilakukan kerja bakti bersih - bersih Benteng Kedung Cowek ini.

Foto By : @edoniarjerypratama

Bertepatan dengan acara halal bi halal Komunitas Love Suroboyo yang berada di Angkringan Matahari, sebelah ujung Jembatan Suroboyo yang juga dilaksanakan tanggal 16 Juni 2019 maka kami beberapa team membagi diri untuk sekalian explore Benteng Kedung Cowek terlebih dahulu dan beberapa mengikuti kegiatan kerja bakti yang dilakukan bersama - sama oleh komunitas penggiat sejarah dan masyarakat sekitar. Nah yang beda adalah kami dari Komunitas Love Suroboyo menuju Benteng Kedung Cowek ini melalui Jalur Laut.

Nah perjalanan dimulai dari Taman Suroboyo sekaligus melihat icon baru Surabaya yaitu Patung Suroboyo yang barusan diresmikan sebagai hadiah ulang tahun ke 726 Kota Surabaya. Ternyata keren pek Patunge Suroboyo iki. Difoto apik, digae background foto ya bagus. Iconik banget lah buat nunjukin ini loh Surabaya. Mlipir ke pantainnya dengan pemandangan beberapa perahu standby dan beberapa lalu lalang di laut yang mengantarkan beberapa orang menyusuri laut menuju bawah jembatan Suromadu. Kebetulan weekend dan ramai.


Nah perjalanan team menggunakan 2 perahu yang berisikan sekitar 10 orang per perahu. Kebetulan kalau saya tidak salah bersama Bapak Nanang Purwono, Penulis Sejarah Surabaya yang juga ngisi di acara seminggu yang lalu di Hotel Majapahit bersama team beliau dari JTV ikut dalam rombongan kami. Nah, jalur laut yang ditempuh adalah jalur sepanjang pinggiran Pantai Kenjeran menuju ke arah Jembatan Suromadu. Dari sini kita bisa meliat betapa gagahnya patung Suroboyo di Taman Surabaya. Beranjak sedikit ada Masjid Al Mabrur yang digunakan masyarakat setempat untuk memantau hilal guna menentukan bulan baru dalam penanggalan islam, tentunya untuk rukyatul hilal penentuan awal dan akhir ramadhan juga. Maju lagi kita akan menemui bangunan besar semi jadi yang ternyata itu adalah lapangan tembak bertaraf internasional yang dibangun oleh pemerintah kota Surabaya.


Nah mulai dari setelah ini di bagian sisi pantai sedikit kedalam terlihat puing - puing bangunan yang diyakini ini juga adalah benteng berdampingan dengan Benteng Kedung Cowek juga. Jadi di sekitaran daerah ini dulunya adalah benteng - benteng yang melindungi Kota Surabaya dari serangan laut. Dan, Benteng Kedung Cowek lah yang terlihat masih kokoh berdiri sampai sekarang. Maka dari itu akan sangat disayangkan jika benteng ini tidak dijaga dan ditetapkan sebagai cagar budaya terlebih jika bangunan ini bakalan hilang eksistensinya karena bukan lagi menjadi wewenang dari pihak pemerintah kota ataupun militer dalam hal kepemilikannya.


Beberapa meter sebelum bawah Jembatan Suromadu kami berhenti, dan inilah jalan darat kami setelah melalui jalur laut. Nah dari sini saya baru tahu kalau letak benteng ini adalah di sisi timur pojokan dari Jembatan Suromadu. Gampangnya kalau dari arah Madura setelah habis Jembatan Suromadu dan memasuki wilayah Kota Surabaya langsung aja tengok ke kiri, daerah sinilah yang merupakan Benteng Kedung Cowek. Kata orang sih benteng ini tak terlihat seperti benteng dari kejauhan. Tampak hanya sebuah tumbuhan semak dan hutan di pinggir pantai saja.

Benteng Kedung Cowek


Beberapa meter saja dari bibir pantai setelah batuan yang mungkin untuk memecah ombak atau sengaja dibuat sebagai pertahanan benteng saya juga kurang tahu, terlihatlah sebuah benteng yang besar dan terlihat kokoh walaupun banyak ditumbuhi tumbuhan liar dan lokasinya memang kurang terawat. Benteng ini pun cukup luas tetapi sayang saya tak masuk atau mungkin tak boleh atau entahlah tak ada fikiran masuk lebih jauh juga saat itu ke dalam Benteng dan melihat bagaimana dalamnya. Hanya sempat melihat dari celah di bagian atas benteng tapi gelap di dalam dan tak terlihat apapun oleh saya.

Sejarah Benteng Kedung Cowek

Kalau ngomongi sejarah, bisa dibilang saya lemah karena otak saya seakan tak bisa menampung banyaknya info yang juga bermacam - macam dari banyak pihak yang pasti punya data dan dasar masing - masing. Cuma mungkin beberpa hal yang saya tangkap dari pertemuan di Hotel Majapatit 9 Juni kemaren, Benteng ini adalah peninggalan Belanda yang tak sempat digunakan amunisinya kemudian berpindah tangan ke Jepang karena Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang sekitar 1942an ya kalau gak salah. Belum sempat digunakan juga oleh Jepang kemudian Benteng ini diambil alih oleh Indonesia setelah kemerdekaan oleh pasukan yang menamakan dirinya Batalyon Sriwijaya yang muaranya digunakan pada saat pertempuran melawan Inggris saat mempertahankan kemerdekaan pada Pertempuran 10 November 1945. Dimana dari sini juga menjadi kekuatan tempur Indonesia yang berhasil menembak salah satu pesawat Inggris yang digunakan untuk memantau jalannya perang 10 November kala itu dan salah satu korbannya adalah Brigjen Guy Loder Symonds.

Menurut beberapa literasi juga tertulis dari perang 10 November khususnya pertempuran yang terjadi di lokasi benteng ini, terdapat sekitar 200 orang gugur tanpa sempat dievakuasi jenazahnya karena gencarnya serangan pasukan Inggris. Sedangkan benteng ini sendiri baru berhasil dikuasai oleh Inggris pada 27 November 1945 dengan data sekitar 400 ton amunisi yang belum sempat ditembakan. Dapat dilihat langsung saat berada di lokasi ini, tembok - tembok benteng dengan bekas tembakan peluru terlihat masih sangat jelas dan seperti membawa kita flashback pertempuran waktu itu.

Al-Fatihah untuk para pahlawan yang telah gugur dalam pertempuran tersbut.

 

Cukup segitu kali ya sejarah singkat benteng ini, nanti kalu saya sudah dapat bukunya saya mungkin akan tuangkan kembali di sini sesuai pemahaman saya dan semoga sejalan juga dengan sejarah yang ada.

Kerja Bakti Bersama Komunitas Penggiat Sejarah

Acara kerja bakti dilakukan agak siang dan karena waktu tunggu perahu kami hampir habis, maka kami harus pulang dahulu kembali ke Taman Suroboyo. Team lain yang memang ikut dalam kegiatan kerja bakti datang terpisah juga dari rombongan kami yang lewat laut, mereka bersama - sama Komunitas Sejarah melakukan kegiatannya melalui jalur darat yang sebenarnya saya malah gak tahu aksesnya jika lewat darat. Tetpai akses di area ini memang tak dibuka untuk umum. Hanya untuk kegiatan yang berizin saja atau dari komunitas mungkin. Kalau dulu sih rumornya tempat ini dijaga agar tak ada orang dari luar yang seenaknya keluar masuk karena merupakan daerah terbatas.

Kegiatan kerja bakti ini dapat dilihat di Liputan Team Love Suroboyo melalui link berikut : Aksi Komunitas Penggiat Sejarah bersama Masyarakat sebagai kepedulian terhadap Benteng Kedung Cowek.

Foto By : @abid_aboned

Sebagai bentuk kepedulian terhadap Benteng Kedung Cowek ini, juga disepakati oleh komunitas penggiat sejarah dan warga sekitar pemasangan plakat peraturan penetapan Bagunan Cagar Budaya yang ditempel di dinding benteng. Harapannya pihak - pihak terkait seperti Pemkot Surabaya untuk segera menetapkan Benteng Kedung Cowek ini sebagai bangunan cagar budaya.


Lanjut Halal Bi Halal Komunitas Love Suroboyo

Menuju kembali ke Taman Suroboyo, kami lalu melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah di Angringan Matahari dalam acara halal bi halan Komunitas Love Suroboyo. Kumpul bareng, ngobrol, makan santapan khas daerah setempat, menikmati suasana pesisir dan juga suasana hangatnya kekeluargaan, menjadi penutup kegiatan hari ini yang istimewa sekali. Matur suwun hari ini, semoga kegiatan - kegiatan lebih postif bisa sering saya ikuti dan rasa kekeluargaan seperti ini selalu hadir dan longlast di sekitar kita. Aamiin.

Foto By : @moh.imron.rosyadi

Nah kegiatan lengkap kami explore Benteng Kedung Cowek dapat diintip di Youtubenya Love Suroboyo, Love Suroboyo Official. Monggo, jangan lupa subscribe, like, dan share ya. Matur Sembah Nuwun. :)



0

3 Bulanku Bersama Komunitas Love Suroboyo


Akhirnya bisa nyenden juga nyempetin nulis ini setelah beberapa deadline ditambah kondisi kejiwaan yang naik turun karena mood yang gak karuan dan keadaan sekitar yang mengharuskan saya muter muter ngalor ngidul. Ini serius tak bilangin capeknya tuh gak di raga aja tapi di jiwa juga, ah sudahlah, hahaha. Ininya i’m in a good mood right now, jadi mari berbagi sedikit cerita tentang saya dan Love Suroboyo selama 3 bulan ini.

Flashback (Unce Upon A Time In Ramadhan 1439)

Kata orang tak kenal maka tak sayang, mungkin penting untuk tahu bagaimana saya bisa mengenal Komunitas Love Suroboyo. Entah bagaimana ceritanya semesta membawa saya kepada sebuah komunitas bernama Love Suroboyo (LS) ini. Tak bisa saya ingat secara pasti kapan mengenal komunitas ini tapi yang jelas saya mulai ada rasa sejak bertemu pertama dengan Mas Shandy Setyawan a.k.a Minin LS (Maksudnya ada rasa sama Love Suroboyo bukan sama Mimin LS. Tolong netizen yang budiman agar tidak memotong maksud dari kata-kata saya apalagi memframing cerita yang tidak sesuai faktanya. Hahaha. Lagi musim gini sih makanya ati-ati aja.).

Waktu itu Ramadhan 1439 H, memasuki malam ganjil begitu adzan maghrib berkumandang kalau tak salah malam 21 atau 23 ya, atau 25, mungkin 27, saya beneran lupa pastinya. Beberapa menit sebelum itu saya bertemu Mimin LS di Masjid Cheng Ho Surabaya. Awalnya sih mau bukber sama beberapa temen di Delta Plaza. Karena saya pikir bakalan susah cari tempat sholat di sana makanya saya membelokan diri ke masjid ini yang kebetulan teman saya yang juga anggota LS 1, Herdiyanto Tri Agustian a.k.a Tian ada disana yang kebetulan juga bersama Mimin LS ini.

Jadi awalnya saya dengerin obrolan mereka dan kemudian nimbrung saat ngomongin kegiatan bukbernya LS yang sukses sama beberapa ngomongin sponsornya darimana dan waktu itu liputan hotel yang saya dulu gak paham apa sih liputan hotel yang dilakuin sama LS itu. Mimin LS cerita banyak, saya sesekali bertanya degan maksud menggali informasi bagaimana komunitas ini, cara kerjanya, karena awalnya saya hanya tahu LS itu ya Mimin LS saja. Seperti single fighter mengurus komunitasnya sendiri. Lama kelamaan saya sedikit tahu dan yah bisa dibilang sedikit mulai tertarik.

Singkat cerita kami bertiga duduk menunggu adzan berkumandang, lalu Mimin LS  berdiri, saya pikir mau ngapain ternyata live IG, nge-live-in suasana berbuka di Masjod Cheng Ho. Pikirku idenya keren juga ya. Ada aja ide dan bahan sederhana yang bisa dipake buat ngangkat Surabaya. Dan ini pertama kalinya juga saya tahu behind the scene nya live IG Love Suroboyo. Setelah pertemuan tersebut saya kembali pada rutinitas biasa seolah tak terjadi apa-apa dan saya pun tetep jarang ngepoin IG nya Love Suroboyo. Haha.

Flashback (Break)

Beberapa waktu kemudian berawal dari kemonotonan hidup saya berusaha mencari hal baru. Basicly saya suka banget sama traveling dan sadar beberapa waktu setelah lama kesana kemari tanpa adanya pengabadian momen yang keren, saya berfikir untuk memiliki kamera (elek-elekan) yang bisa menunjang blog saya. Oh iya fyi, saya suka ngeblog dan mengabadikan cerita perjalanan saya dalam beberapa kata dan gambar. As a reminder aja buat saya supaya gak lupa karena saya tahu otak saya gak akan mampu menampung begitu banyak moment spesial yang pernah saya lalui. Kalau mau tahu bisa mampir aja di kagung13.com sini.

Singkatnya alhamdulillah kebelilah sebuah kamera dan bisa tak gunain sebagai “konco dolan”. Tapi mungkin semesta berkata lain, saat saya pikir semuanya sudah siap buat mulai jalan jauh lagi, saya mulai kehilangan waktu dan semangat sama jalan – jalan yang jauh itu tadi ditambah konsentrasi yang mulai pecah sama kerjaan, kehidupan sosial, dan banyak lainnya yang entah kemudian membuat saya berfikir, “Kenapa gak keliling Surabaya aja, Surabaya keren juga kok”. Dari situ saya mulai berfikir mengenal lebih dalam kota yang telah hampir 5 tahun menerima saya dengan segala asem manisnya. Saya lalu banyak menggali info tentang Surabaya dan entah bagaimana bisa sama sama Tian jadi team hore untuk ide saya eksplore Surabaya.

Sejak saat itu, kemudian blog saya dipenuhi beberapa tulisan tentang Surabaya, walaupun temanya tetap saya balut dalam traveling, saya mulai menyukainya. Saya mulai membuat juga beberapa video (receh) 1 menitan setiap saya mengunjungi tempat – tempat di Surabaya. Waktu itu lagi seneng – senengnya saya posting di instagram, youtube, dan tak embeded kan di blog saya juga. Boleh juga dilihat di youtube beberapa videonya di channel KA Pamungkas.

Nah, singkat cerita (gak singkat sih, ini mah panjang lebar, hehe) saya dapet DM dari Mimin LS yang minta izin repost video saya. Tapi saya lupa nih video mana yang pertama di repost ya, antara Video Perahu Malam Kalimas atau House Of Sampoerna. Pokonya salah satu dari itu. Singkatnya saya mulai kepo lagi kegiatan di LS, sampai pada kegiatan Blusukan Eropa Jilid 3. Saya daftar kemudian masuklah ke group Follower Love Suroboyo yang saat itu juga pertama kali dibuat sama Mimin LS.

On the way shooting video perahu malam kalimas

Flashback (Jadi Followers Love Suroboyo)

Blusukan Love Suroboyo Kampung Eropa Jilid 4
 
Masuk di group follower, seperti biasa di group mana saja saya selalu konsisten jadi silent reader setelah memperkenalkan diri di awal. Saya kemudian tahu pertama kali Anggraeni Septi a.k.a Mbak Septi yang dengan PD nya bilang, “Saya blogger, ada yang blogger juga disini?”. Mau jawab tapi sungkan, aku mah apa blogger abal – abal. Haha, jadi seperti biasa saja ikutin saja alurnya. Setelah blusukan tentu saja saya bikin reminder moment dong dengan nulis dan buat video (Blusukan Kampung Eropa Jilid 4 Bersama LoveSuroboyo) yang mana tulisan itu kolaborasi sama Mbak Septi bisa masuk di websitenya LS (lovesuroboyo.org). Lanjut kemudian saya sama beberapa follower mulai akrab, dari yang tadinya pendiam jadi mulai banyak omong dan suka ngajakin atau teracuni jalan – jalan bareng eksplore Surabaya. 

Banyak orang – orang hebat saya kenal di group ini, banyak cerita dan suka dukanya juga. Ada drama yang sebenarnya settingan tapi yang nyeting tenyata beneran melewati dramanya di dunia nyata (Hahaha, kamu kuat bro, semua orang punya dramanya masing – masing so enjoy it, semua bakal berlalu pada akhirnya sebagai keseimbangan hidup). Sampai bener – bener ditinggal sama salah satu temen yang saya inget dulu bareng sama Raffi, Dessy, Nafil, dan Saya ke Musium Etnografi di Kampus UNAIR Dharmawangsa. Al – Fatihah buat Mbak Iyem semoga khusnul khotimah. Aamiin.

Flashback (Open Recruitmen LS Angkatan 3)

Jujur awalnya saya ngerasa cukup lah jadi followernya LS, disini toh saya juga bisa berkontribusi buat Surabaya sambil ngembangin diri. Kemudian atas bujukan dari beberapa pihak akhirnya saya daftar aja. Waktu itu dibuka 4 divisi yaitu Liputan, Conten Writer, Design, dan Humas. Awalnya saya pingin daftar di humas karena satu – satunya yang belum pernah saya coba adalah humas. Asik kali bisa belajar hubungan langsung sama orang karena udah familiar juga sama liputan, nulis, dan design. Tapi entahlah bagaimana ceritanya saya apply yang liputan sama content writer.

Singkatnya saya melewati tahap wawancara dan challenge dengan lancar. Wawancara di taman prestasi dimana setiap jawaban yang keluar dari mulut saya adalah jawaban spontan yang tak saya pikir panjang tapi yah basic saya suka ngarang, akhirnya kespontanan itu bisa saya framing dengan beberapa kalimat mengarang bebas jadi tak terkesan spontan – spontan amat.

Di challenge sebenarnya saya kesulitan mengatur jadwal tetapi semuanya dimudahkan sampai pada saat pengumpulan tugas, ndelalah saya ketiduran di malam sebelum hari pengumpulan tugas dan belum mengerjakan sama sekali tugasnya padahal deadline jam 17:00 dan saya bangun pukul 06:30 dan harus langsung berangkat kerja. Akhirnya bener – bener ngefisiensiin waktu luang di sela – sela kerja buat edit dan bisa ngirim itu tugas di pukul 16:50 an. Saya pikir mungkin ada extra time tapi saya orangnya gak tenangan kalau melewati jam deadline + injury time, jadi saya mending mevet daripada jatuhnya ke extra time. Jadi beban hati gak sih kalau telat – telat gitu, saya sih yes. Hehehe. Tapi kalau injury time 5 – 10 menit masih oke lah ya kan?

Challenge Oprec Love Suroboyo Angkatan 3

Tibalah hari pengumuman dan tercantumlah nama saya. Awal kami yang diterima dimasukin di group followers dimana kalau boleh saya bilang itu rumah pertama saya, dan pada saat perkenalan di group besar, saya harus out dari group follower. Nah disini saya sedikit baper, padahal saya orangnya gak baperan. Haha. Day by day passed kemudian masuklah kami Angkatan 3 semua ke group besar.

Masuk Group Besar Love Suroboyo

Udah cukup kali ya flashback mulu sampai 4 episode. Hehe. Awal masuk kami memperkenalkan diri satu per satu dan seperti layaknya sopan santun di group baru. Hari demi hari berlalu dengan banyak notifikasi baru yang sebenernya saya kesulitan untuk mengkuti. Tapi saya sempatkan baca satu per satu dan juga komentar beberapa kali. Mulai info liputan, evet, kegiatan LS dan lain sebagainya sampai guyonan receh hingga dolar saya temui juga di sini. Seperti biasa sebagai seorang yang (sok) sibuk dengan waktu kerja saya, terkadang beberapa event saya telawkan dengan sangat terpaksa. Yah mau gimana lagi. Sungkan sih sebagai anak baru kontribusinya kecil. Beruntungnya Mimin LS orangnya sabar dan sayang sama anak – anaknya jadi bisa maklumi lah (tapi saya yakin beberapa kali pasti mbatin juga kan mas? Hehehe, Peace.).

Meet Up LS Angkatan 3


Bertempat di Kebun Bibit Wonorejo, kami keluarga besar LS mengadakan meet up dalam rangka ramah taman dengan keluarga baru angkatan 3. Lagi – lagi saya harus telat karena jadwal pekerjaan yang tak bisa menyesuaikan. Tapi saya tetap datang setelah 8 jam begadang dan harus menempuh perjalanan Perak - Wonorejo. Lumazan lah. Hehe.

Saat diskusi kelompok kecil tiap divisi saya ngerasa jadi team penggenap pek (pupuk bawang). Banyak dari team youtube dengan ide – ide mereka mengutarakan pendapat dan bagaimana youtube LS ini bakalan dibawa dan jadi apa. Pemikiran yang cukup bagus. Gak cukup lagi sih tapi seriusan bagus. Kalau beneran terealisasi ini pasti bakalan keren. Semoga aja deh ya. Aamiin.

Entah kenapa saya jadi bagiaan orang yang takut ngomong kalau saya gak mampu ngerealisasiinnya. Itu kenapa juga saya orangnya lebih suka spontan dengan plan cukup (gak over) dalam suatu hal karena saya percaya ide briliant itu gak ada apa – apanya sama realisasi sederhana yang konsisten dan sesuai dengan ekspektasi minimalnya aja. Dan mungkin itu juga yang bikin saya banyak diam. Hehe. Jadi mungkin bukan karena jaim kali ya. Cuma saya lebih suka diajak terjun langsung ke lapangan. Dilapangan plan A bisa jadi X, plan X bisa jadi Q, dan begitu terus sampai alfabet hilang dari muka bumi ini. Hehe. Tapi ya gitu sekali lagi saya kudu menyesuaikan dengan jadwal pekerjaan shift saya. Hehe. Apalah saya yang hanya remahan peyek hasil digoreng di minyak sisa (jlantah). Hehe.

3 Bulan Saya Bersama Love Suroboyo

Saya pikir dari sekian banyak angkatan 3 saya adalah salah satu yang paling pasif pek. Haha, ya pasif ngomong di group, ya minim kontribusi, ya pokonya kalau ada rapor 3 bulanan fix saya bakalan dapet nilai jelek. Remidi pasti lah ya. Terburuknya gak naik kelas bisa aja. Haha. Min sepurane yo min.

Bareng Love Suroboyo dalam peringatan hari musik nasional di makan WR Soepratman

Tapi sejak bergabung saya dapet banyak info update tentang banyak hal. Saya juga sesekali terjun ke lapangan. Sesekali doang sih ya mungkin jujur karena saya harus ngatur jadwal shift dan waktu lain di luar LS. Saya mungkin harus sampai atur jadwal itu per jam nya. Jadi sok detail dan menghargai waktu nih. Haha. Tak inget - inget 3 bulan ini saya baru liputan ke Rumah Walikota (berkaitan jalan pemuda), Rujak Uleg, Kantor Gubernur (Apresiasi pemain timas U-22 asal jatim), Hotel Ciputra World (liputan ramdhan). Haha, dikit banget kan ya. Sepurane maneh lho min.


Sebenernya saya juga suka lho sama Persebaya. Beberapa match terakhir Liga 1 2018 Persebaya waktu itu saya juga datang langsung ke GBT lho, gak lupa juga foto sama Bu Pres yang cantik dong ya. Make baju kebanggaan Green Force yang berbagai macam modelnya. Dan ngoleksi juga beberapa Jerseynya salah satunya Jersey Pre-Season 2019 ini. Saya punya 1 yang warna putih, and i love it very much. Cuma mungkin kalau untuk liputan Persebaya saya masih sedikit  ragu. Saya ngerasa butuh orang besar dan hebat kayak Om Yos mungkin buat bikin berita tentang Persebaya. Lepas dari fanatisme, mereka juga yang harus berani bilang benar saat Persebaya atau Bonek benar walaupun seluruh media menghujat, dan yang berani bilang salah dan legowo saat Persebaya atau Bonek berada di situasi yang salah. And i’m not a person who suitable to do it.


Tapi saya bersukur disini sampai saat ini saya bisa banyak belajar walaupun hanya dari silent reader, saya rajin kok baca – baca info dari situ. Kalau pas sharing session saya pasti pantengin tuh dan inget – inget apa point pentingnya siapa tahu bisa diaplikasiin di kehidupan saya. Sama banyak kenal teman baru walaupun saya pikir masih belum bisa seakrab yang lainnya. Ketahuilah saya ini pendiam dan orangnya susah diatur. Haha, i do what i want, but  i’m still an introvert person. Mungkin kebawa kali ya karena saya ini orang jogja yang walaupun udah lama di Surabaya, tetep ae angel ceplas ceplos koyok wong Suroboyo. Hehe, tapi saya tetap mencoba.

Masih banyak Mas Shandy udah ngasih tugas yang briliant ini. Seketika group jadi melankolis dan rame. Saya juga banyak baca dan terkesan sama cerita senior – senior yang jelas super lah suka dukanya, perjuangannya, dan gak bisa dibandingi sama cerita saya yang masih 3 bulan ini apalagi yang kurang aktif. Hehe. Buat motivasi saya juga biar lebih semangat lagi di LS.

Overall saya makin suka dengan komunitas ini, dan tetep berusaha berkontribusi sesuai kemampuan saya. Jadi mohon bimbingan dan motifasinya nggih. Semoga bisa lebih baik lagi untuk saya dan LS juga kedepannya. Kalau boleh sedikit modif dan gabungin kata – katanya senior kemaren, “Kalau ada salah dalam saya berbicara (dalam hal ini tulisan saya), saya mohon maaf. Kita perbaiki sama – sama kesalahannya, bukan menjahui apalagi membenci orangnya. Karena sejatinya manusia tempatnya salah dan kebenaran hanya milik netizen yang budiman semata. Haha bercanda, Kebenaran hanya milih Allah Tuhan Yang Maha Esa.”

Sekian dan Terima Kasih sudah berkenan membaca cerita panjang kali lebar kali tinggi saya. Hehe. Kalian luar biasa.