0

Air Terjun Sri Gethuk, Sebuah Oase di Padang Gersang


Sebuah air terjun di Gunungkidul yang ternyata keren juga. Yah walaupun boleh saya bilang tak sebesar Grojokan Sewu, Kapas Biru, atau Tiu Kelep. Hehe. Tapi, sebagai daerah yang banyak dianggap kering dan gersang, Gunungkidul ternyata menyimpan keindahan yang luar biasa. Air Terjun Sri Gethuk yang jatuh dan bermuara di sungai oyo ini, saya baca di beberapa literasi bahwa aliran air terjun ini tidak mengenal musim, artinya baik musim penghujan atau kemarau, aliran air akan tetap mengalir tanpa henti sehingga keindahnnya tidak akan pernah berkurang. Saat musim kemarau malah air terlihat sangat jernih dan dasar sungai pun bisa terlihat. Oleh karena itu sedikit hiperbola saya ibaratkan sebuah oase di padang gersang.:D

Sungai Oyo yang membelah beberapa daerah di Gunungkidul diantara bebatuan alam yang masih asli menjadi daya tarik yang keren menurut saya. Bukan hanya di satu lokasi saja tetapi banyak tersebar di sepanjang aliran sungai oyo yang melewati daerah Gunungkidul. Yah, tempat bermain saya waktu kecil beberapa ratus meter dari rumah juga ada. Dulu sewaktu kecil saya pernah ikut mencari ikan dengan jaring di sekitar lokasi tersebut yaitu sepanjang aliran kali oyo ini. Sungguh masa kecil yang bahagia. :D


Yes balik ke Air Terjun Sri Gethuk. Sewaktu saya SMK kelas 2, waktu itu rombongan hiking melalui jalur ke desa Bleberan tempat dimana Air Terjun ini berada. Sayang dulu saya tak terfikir menuju air terjun, takut karena tak bisa berenang. Saya berhenti di sebuah Goa bernama Rancang Kencono dimana sebagian romongan dipersilahkan ke air terjun tetapi saya memilih menunggu di sini. Dan beberapa tahun kemudian tempat ini jadi terkenal sekali.


AKSES DAN LOKASI

Air Terjun ini berada di Dusun Menggoran, Desa Bleberan,  Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul , Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalau dari Yogyakarta cukup menuju ke Gunungkidul sampai di sebuah pertigaan besar bernama pertigaan Gading, ambil kanan menuju daerah playen lurus aja terus sampai ketemu Pasar Playen, lurus lagi nanti bakalan ada petunjuk arah menuju air terjun, belok kanan dan silahkan ikuti jalur berdasarkan petunjuk arah. Jelas kok jalan petunjuk arahnya.


Nah saat sampai di gerbang restribusi jangan buru buru menuju Air Terjunnya ya. Disini ini yang saya bilang diatas, Goa Rancang Kencono. Sebuah goa purba yang besar berada seperti di bawah tana. Tumbuh pohon besar di dalanya dan sebuah ruangan kecil dan beberapa jalur sempit yang tak tahu bakalan tembus kemana. Dulu waktu romongan hikking saya kesini ya kami keliling tempat ini sambil ndengerin warga setempat njelasin tentang goa tersebut. Tempatnya sejuk, asik, sepi, gelap, lumayan horor, tapi aman kok. Hehe.


Ow iya pas saya kemarin berkunjung tiket masuknya akan diberikan oleh petugas di gerbang restribusi kalau gak salah itu harganya 15.000 ya. Itu sudah termasuk masuk ke Goa Rancang Kencono.

Lanjut beberapa ratus meter lagi kedepan dan kita bakalan sampai di parkiran Air Terjun Sri Gethuk. Sampai sini menuju air terjun masih harus jalan lagi. Tapi tenang, ada 2 opsi kok. Bisa jalan kaki yang estimasi waktu paling 10 menitan atau naik perahu rakit melewati sungai oyo yang jaraknya gak seberapa jauh tapi lumayan asik kok. Monggo dipilih sendiri.

Lokasi awal / parkiran Air Terjun Sri Gethuk

Jalur Trekking

Jalur Perahu Rakit

AIR TERJUN SRI GETHUK


Air terjun ini terbentuk dari 3 sumber mata air yaitu Ngandong, Dongpoh dan Ngumbul yang mengalir dari ketinggian sekitar 50 meter dengan debit air sekitar 30 - 60 liter/detik. Air yang jatuh dari atas relatif jernih dan membentuk jalur yang berbeda sehingga menambah cantik air terjun jika dilihat dari posisi sebrang tebing.

Dan sampailah di Air Terjun Sri Gethuk. Masih ramai walaupun tak pas hari libur. Tempatnya lumayan asik, bisa main air sampai puas. Bebatuannya juga enak buat duduk duduk, debit airnya tak terlalu tinggi, dan hawanya gak dingin kok. Pas banget buat nyantai, ngobrol dan juga aktifitas menyantaikan diri.


Sampai bule juga datang ke sini. Sempet ketemu pas di gerbang restribusi cuma dia keburu ke Air Terjun sedang saya nyempetin dulu keliling Goa Rancang Kencono. Dan ketamu di sini, gak ngobrol sih, ketangkep kamera aja. Hehe. Seharusnya saya tanya kesan pesan dan beberapa pendapat tentang tempat ini ke dia, bakalan jadi cerita menarik kayaknya. Sayang gak tefikir waktu itu. (Lha mikir opo aku ki).


Cuma sayang pas saya kesini warna airnya keruh dikarenakan posisi musim penghujan. Jadi saya sarankan jika ingin berkunjung, carilah waktu yang pas yaitu awal atau akhir musim penghujan, atau sekalian pas musim kemarau sehingga airnya jerniah. Pada saat posisi air jernih, tempat ini asik banget buat berenang, buat lompat - lompatan dan sedikit atraksi. Ada tebing yang tak begitu tinggi yang pas buat loncat.


Overall keren tempatnya. Perpaduan air terjun, bebatuan, tebing, dan sungai dimana hampir di tiap lokasi bisa dijadiin tempat buat nyatai sampai lupa waktu. Hehe. Jadi tempat alternatif tempat liburan yang asik juga ditambah bisa mampir ke Goa Rancang Kencono. Nah adalagi di Desa Bleberan ini ada sebuah tempat yaitu situs prasejarah yang mirip dengan Situs Sokoliman yang pernah saya tulis juga. Dan tenyata saya baru ingat juga melewati dan pernah ke sini waktu rombongan hiking SMK dulu setujuan sama Goa Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Gethuk. Sayangnya saya baru ingat saat menuliskan cerita ini. Haha.

TEAM PERJALANAN


Saya bersama sepupu saya yang searian itu jadi fotografer keren saya. Selain ngunjungi Air Terjun Sri Gethuk ini saya bersama dia yang kebetulan juga bernama Agung, menyempatkan diri nanjak ke Gunung Nglanggeran yang ceritanya udah sempet saya tulis di sini. Silahkan. Gunung Api Purba Nglanggeran, 700 Mdpl yang Menguras Jiwa dan Raga.

Terima Kasih. Jangan lupa buang sampah pada tempatnya ya. Salam Lestari.

2

Gunung Api Purba Nglanggeran, 700 Mdpl yang Menguras Jiwa dan Raga


Bukan 700 Mdpl biasa. Ini namanya benar-benar nanjak dan asik menantang. Bukan jalur lurus setapak aja, tapi variasi sedikit climbing, berjalan di antara batu sempit, jalan melingkar mengitari bukit, dan banyak keseruan lainnya. Di bawah pepohonan rindang dan bebatuan yang tinggi menjulang, diantara tumbuhan dan hewan lokal. Sungguh 1 jam yang menguras jiwa dan raga. 700 Mdpl yang bukan kaleng - kaleng. Jangan pernah remehkan Gunung, seberapapun data angka ketinggiannya. Stay Humble and Please Enjoy.


0

Jalan - Jalan ke Zaman Megalitikum di Situs Sokoliman Gunungkidul


Gunungkidul, Hidden Paradisenya Jogja. Selain seabrek pantai dan wisata alamnya, Gunungkidul sendiri menjadi tempat yang syarat akan nilai sejarah. Lebih jauh dari sejarah kemerdekaan Indonesia ataupun perjuangan bangsa ini, kebelakang lagi tentang peradaban manusia zaman dahulu kala. Jadi disini kita bisa jalan - jalan ngintip Zaman Mekalitikum yang bekas - bekasnya masih ada sampai sekarang. Ya di sini, di Gunungkidul.

Situs Sokoliman

4

Festival Rujak Uleg 2019 Dalam Rangkaian HUT 726 Kota Surabaya


Perasaan ini acara mulainya jam 07:30 tapi kok panasnya kayak jam 12 ya? Mana keringet dimana mana, jalan juga penuh berjubel, belum lagi suara sound yang menggema di telinga. Apa - apaan ini minggu pagi gak tidur aja di rumah? Nonton kartun sampai tengah hari? Hehe, Ya itu mah dulu saat negara api masih menyerang dan avatar masih Aang. :)


0

Ziarah Makam Sang Maestro WR Soepratman


Ada sebuah frasa sederhana yang menurut saya sangat menyentuh, "Lagu kita tetap sama, Indonesia Raya". Bukankah ini bukti bagaimana sebuah karya menjadi alat pemersatu bangsa. Kemudian saya tersadar bahwa ada perjuangan yang tak melulu dengan darah dan keringat. Perjuangan dapat dilakukan dengan ide dan karya. Kalian tahu siapa orangnya? Adalah seorang laki laki berusia 35 tahun yang bahkan tak sempat merasakan kemerdekaan, tapi beliau yakin bahwa merdeka akan terwujud suatu saat nanti. Dan 80 tahun lebih kemudian, apa kabar? Sudah merdeka? Sudah hafal lagunya? Tahu lirik aslinya? Tahu siapa orangnya? Tahu bagaimana sejarah hidupnya? Baiklah, mari belajar lagi. :)