0

Bromo Trail 2019 My First Trail Adventure


Jadi jalur trail pertama saya adalah Bromo. Menyusuri lautan pasir dan menyisir punggung bukit pengunungan yang mengelilingi Gunung Batok hingga tembus ke Jemplang (persimpangan antara ke Bromo atau Ranu Pane) adalah perjalanan nge-trail pertama yang sangat berkesan. Sekali lagi, never underestimate yourself.

6

Suroboyo Bus Transportasi Mbois Surabaya Punya

suroboyo bus transportasi mbois surabaya punya

Suroboyo Bus, transportasi umum masal teranyar persembahan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Cukup dengan sampah botol plastik, bisa naik bus mewah dan nyaman keliling kota. Salah satu moda transportasi kekinian yang berwawasan lingkungan. Mari sama-sama keliling kota Surabaya sambil kenalan lebih jauh dengan Suroboyo Bus. Silahkan nyamankan tempat duduk Anda! :)

naik suroboyo bus di malam hari

Sore, 20 September 2018 saya berada di Halte Rajawali untuk menukarkan sampah botol plastik dengan tiket Suroboyo Bus. Tiap 1 tiket dapat diperoleh dengan menukarkan 3 botol besar atau 5 botol sedang atau 10 gelas cup sampah plastik. Saya membawa satu plastik besar sampah botol dan mendapatkan 4 stiker tiket. Nah setor sampah ini bisa dilakukan setiap hari mulai pukul 07:00 hingga 16:00 di Terminal Purabaya dan Halte Rajawali.

kartu setor sampah suroboyo bus
Kartu setor sampah sebagai tiket naik suroboyo bus

Selain setor sampah seperti yang saya lakukan, untuk mendapatkan tiket Suroboyo Bus bisa langsung membawa sampah botol plastik saat naik bus.

Karena jam pulang kerja dan Halte Rajawali sangat ramai, saya berfikir untuk menuju halte Siola sembari menunggu agak sepi sambil memantau posisi bus melalui aplikasi "GOBIS". Nah kerennya Suroboyo Bus itu dapat dipantau melalui aplikasi secara real time. Aplikasi ini juga memuat informasi moda transportasi lain yang beroprasi di Surabaya.

aplikasi gobis suroboyo bus
Aplikasi Gobis untuk mengetahui posisi terkiri Suroboyo Bus

Halte Siola menunjukan pukul 18:05 dari arah Jalan Pahlawan terlihat bus besar berwarna kuning memasuki Jalan Tunjungan, kemudian melaju pelan dan berhenti di Halte Siola. Ternyata Suroboyo Bus Tumpuk. Beruntungnya saya dapat naik Bus idaman warga Surabaya saat ini yang baru diresmikan 5 September 2018 dan hari ini, hari pertama diberlakukannya tiket untuk Suroboyo Bus Tumpuk setelah sebelumnya digratiskan mulai peresmian hingga 19 September 2018.

menunggu datangnya suroboyo bus tumpuk
Menunggu kedatangan Suroboyo Bus Tumpuk

SUROBOYO BUS TUMPUK

petugas suroboyo bus
Petugas Suroboyo Bus yang ramah dan baik hati

Senyum ramah pemandu bus saat pintu terbuka seketika membuat saya merasa naik kendaraan Prioritas. Ditambah suasana bus yang mewah dan nyaman, bikin adem. Saya berikan kartu setor sampah yang saya peroleh tadi dan bilang, "Turun Terminal Purabaya". Tak lama kemudian tiket di print dan diberikan ke saya, lagi lagi dengan senyum bersahabat. Bener-benar pelayanan prima. Tiket Suroboyo Bus ini dapat digunakan sesuai jam berlaku yang tertera pada tiket.

tiket dari petugas suroboyo bus
TIket Suroboyo Bus

Bus ini merupakan hasil dari CSR salah satu Bank Swasta awalnya direncanakan beroperasi untuk Jalur Barat - Timur (ITS - UNESA), tetapi saat ini beroperasi di Jalur Utara - Selatan dengan rute yang sedikit berbeda yaitu Terminal Purabaya - Halte Pringandi. Ini dikarenakan di sekitar daerah Tugu Pahlawan terdapan Viaduk yang tak dapat dilewati Suroboyo Bus Tumpuk. Bus beroperasi setiap hari, Senin - Sabtu pukul 06:00 - 21:00 dan minggu pukul 09:00 - 21:00.

rute perjalanan suroboyo bus tumpuk
Rute perjalanan Surooboyo Bus Tumpuk. Sumber : DisHub Kota Surabaya

Balik ke Halte Siola saat bus datang saya sempat melihat logo Mercedes-Benz dan setelah saya browsing, bus ini menggunakan mesin Mercedes-Benz OC500RF 2542, pantas saja nyaman banget. Saya sedikit tahu bagaimana keunggulan kendaraan Mercedes-Benz baik dari segi chassis, suspensi, sampai mesin yang sudah terintegrasi dengan control unit atau biasa disebut Engine Electric.

Suroboyo Bus Tumpuk ini dapat diisi 71 orang (16 kursi bawah dan 59 kursi atas) ditambah 1 driver dan 2 orang pemandu bus. Seluruh penumpang diwajibkan duduk dan tidak diijinkan adanya penumpang berdiri.

suasana suroboyo bus tumpuk
Suasana di dalam Suroboyo Bus Tumpuk

Selama perjalanan yang menjadi perhatian utama saya adalah fasilitas sekitar dan ruang bus yang sangat luas, tidak berjubel dan kursi yang disediakan sangat nyaman. Ditambah bus bertipe Low Deck sehingga memudahkan penumpang yang akan naik ke Bus, dan tentunya ramah untuk penyandang difabilitas.

fasilitas suroboyo bus tumpuk
Fasilitas yang ada di Suroboyo Bus Tumpuk

Sampai di daerah Bambu Runcing, saya naik ke bagian atas bus dan seketika terkesima dengan pemandangan kota yang tersaji , apalagi suasana malam berbalut gemerlap lampu kota. Kemudian saya berfikir pasti keren saat melintasi Jalan Tunjungan tadi. Penyesalanpun hadir belakangan.

pemandangan dari atas suroboyo bus tumpuk
Pemandangan dari atas Suroboyo Bus Tumpuk

Tak terasa Bus sampai di Terminal Purabaya. Semua penumpang diwajibkan turun dan menunggu sekitar 15 - 30 menit untuk crew melakukan maintenence singkat terhadap bus. Saat sampai di Terminal Purabaya saya kembali melirik Suroboyo Bus Warna Merah yang berjajar dengan Suroboyo Bus Tumpuk.

suroboyo bus tumpuk vs suroboyo bus merah
Suroboyo Bus Tumpuk vs Suroboyo Bus Merah

Terlihat kecil namun tetap saja mempesona dan membuat saya tertarik untuk mencobanya lagi. Jadi saya putuskan untuk balik ke Halte Siola dengan armada ini.


SUROBOYO BUS MERAH

tampak depan suroboyo bus merah
Suroboyo Bus Merah nampak dari depan

Start sekitar pukul 19:45 saya menggunakan tiket yang saya gunakan naik Suroboyo Bus Tumpuk tadi. Suroboyo Bus Merah ini beroperasi Senin - Sabtu pukul 06:00 - 22:00 dan Minggu pukul 09:00 - 22:00. Bus ini diresmikan sekitar Bulan April 2018, saat ini terbagi dalam 2 jalur yaitu Utara - Selatan (Terminal Purabaya - Halte Rajawali) dan Barat - Timur (ITS - UNESA). Kedua jalur ini terhubung pada beberapa titik sehingga memungkinkan kita untuk berganti jalur melalui halte yang tertera pada peta di bawah ini.

rute perjalanan lengkap suroboyo bus
Rute perjalanan lengkap Suroboyo Bus Merah. SUmber : Instagram @suroboyobus

Suroboyo Bus Merah ini sama-sama menggunakan armada Mercedez-Benz tetapi berbeda tipe yaitu O500U 1726 yang juga merupakan bus Low Deck. Suroboyo Bus Merah ini dapat menampung 67 penumpang. 31 penumpang duduk yang dibagi dengan warna kursi, merah (prioritas), pink (khusus perempuan), orange (umum)  dan 26 penumpang berdiri dilengkapi handle pegangan tangan. Bus ini juga dilengkapi area untuk penyandang difabilitas yaitu area khusus kursi roda. Pembagian ini dimaksudkan agar seluruh penumpang merasa aman dan nyaman juga mendapatkan haknya selama berada di bus.

pemandangan kursi suroboyo bus merah
Suasana dalam Suroboyo Bus Merah

Jika saya perhatikan fasilitas paling mencolok dibandingkan Suroboyo Bus Tumpuk adalah LCD Display yang difungsikan sebagai papan informasi dan menampilkan beberapa video kegiatan tentang Surabaya. Suara menginformasikan lokasi halte yang uniknya dalam 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Suroboyoan.

fasilitas di dalam suroboyo bus merah
Fasilitas lengkap Suroboyo Bus Merah

Bus ini terintegrasi dengan SITS Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Dengan teknologi Bus Priority, bus ini anti macet, lampu lalu lintas akan dikondisikan hijau ketika bus melintas. Tetapi kita tahu, kondisi lapangan selalu berubah, jadi saat kalian menemukan bus berhenti karena lampu merah, jangan lantas menilai informasi ini hoax dan pencitraan ya.

Tak terasa bus hampir sampai di Halte Siola, terdengar melalui informasi speaker bus. Saya cukup menekan tombol stop yang ada pada bus yang akan memberi warning pada pemandu bus kemudian menghampiri saya untuk membantu saya turun dari bus. Keren.


Selesai perjalanan dan pengalaman berkesan naik bus hanya dengan sampah plastik. Kampanye ini sangat efektif mengurangi kemacetan dan memberdayakan sampah. Sampah yang terkumpul tak kemudian dimusnahkan tetapi dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Cerminan transportasi masa kini yang berwawasan lingkungan, ditambah kenyamanan dan fasilitas yang mewah dan dapat terjangkau semua kalangan. Suroboyo Bus, Transportasi Mbois Surabaya Punya.

0

Karena Traveling Tak Selalu Sesuai Ekspektasi #IniPlesirku

"Memiliki tujuan di akhir perjalanan adalah sesuatu yang bagus, tapi pada akhirnya, yang penting adalah perjalanannya.", Ernest Hemigway.
Setiap traveler memiliki ekspektasi yang berbeda pada setiap perjalanannya. Tetapi dapat diketahui, kebanyakan mengarah pada hal yang memuaskan hati seperti melihat matahari terbit, hawa dingin, fenomena alam khas, background alam yang menawan, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana jika perjalanan kita tak selalu sesuai ekspektasi?

Bertahun-tahun merindukan Bromo, sayang sekali harus melewatkan kawahnya dan Air Terjun Madakaipura.
kawasan taman nasional bromo tenggger semeru

Mendapat kesempatan tinggal di Surabaya, baru setelah 2,5 tahun, Juni 2015 saya berkesempatan mengunjungi Bromo. Dan benar saja, perjalanan dari Surabaya membutuhkan waktu 4 jam dengan perjalanan malam agar dapat menikmati sunrisenya. Bromo kala itu weekend sangat ramai pengunjung dimana setelah masuk gerbang sekitar 500 meter sebelum penanjakan 1, kendaraan tak dapat berjalan karena penuhnya jeep. Ditambah salah satu personel mengalami kerusakan sepeda motor yang mengharuskannya kembali turun untuk membenahi motornya. Setelah selesai menikmati sunrise dan menunggu beberapa jam kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah mendapat kabar pasti bahwa kerusakan motor yang parah dan mengharuskannya tak dapat melanjutkan perjalanan. Sayang hari terlanjur siang, kondisi panas membuat perjalanan tak begitu menyenangkan lagi karena kondisi badan sudah sangat payah sehingga kami melewatkan kawah bromo yang sebelumnya menjadi angan-angan terbesar kami terutama saya. Akhirnya, Air Terjun Madakaripura pun kami lewatkan karena kondisi hujan, dan waktu yang sudah sore. 

Mendaki gunung ternyata tak seperti apa yang terlihat, suka duka pendakian menurut saya adalah 50 – 50, saat itu 17 Agustus menuju Hargo Dumilah, Puncak Lawu.
kelelahan di jalur treking lawu via cemoro sewu

Jangan dikira naik Gunung adalah pekerjaan mudah, selalu menyenangkan, dan ngehits. Saat itu menuju Hargo Dumilah,  perjalanan begitu menyenangkan di pagi hari, tetapi setelah Watu Jago jalur Cemoro Sewu, semuanya berubah menjadi perjuangan yang keras. Sebagai pendaki amatir, tak mengerti medan adalah kesalahan terbesar saya. Karena bagaimanapun gunung bukanlah tempat rekreasi, yang bisa kita susuri dengan mudah sendirian kecuali bagi mereka yang sudah sangat pro. Perjuangan berhenti sejenak saat tenda telah berdiri dan hari mulai gelap. Menuju terbenamnya matahari, menjadi perjuangan melawan hawa dingin yang menusuk. Alhasil tak bisa menikmati malam karena kondisi badan dan dingin yang tak teratasi lagi. Pagi buta perjalanan berlanjut dan perjuangan dimulai kembali. Tersesat di Pasar Setan membuat kami tak henti mengucap doa. Sampai ketika matahari terbit rasa syukur tak henti mengalir karena jalur yang sudah terlihat menuju puncak setelah berkutat semalaman di hutan gelap tak berarah. Pendakian menuju puncak menjadi perjuangan berikutnya hingga lelahlah yang tersisa saat mencapai puncak. Barulah setelah itu suka yang terasa menghilangkan 50 persen duka yang telah terlalui tadi.

Plesir dadakan Gunung Penanggungan, Pada akhirnya kamu sendirilah yang menentukan pilihanmu sendiri, bukan orang lain.
siang hari di puncak bayangan gunung penanggungan

Dengan ketinggian 1.653 Mdpl, tracking melalui desa Timiajeng, perjalanan dimulai saat kabar kebakaran terdengar di sisi lain bukit wilayah pegunungan. Dinyatakan aman tetapi ekstra hati-hati. Menempuh 3 jam perjalanan akhirnya sampailah kami di puncak bayangan. Kami berdua, memutuskan jalan kami masing-masing dimana saya memutuskan untuk naik sendiri ke puncak Pawitra, Gunung Penanggungan sedangkan teman saya memilih berhenti karena kondisi siang dan seluruh pendaki sudah turun. Hanya tinggal 1-2 saja. Tak sesuai ekspektasi di mana di puncak saya akan menemukan banyak orang, bahkan saat summit pun saya sendirian, tak ada pendaki lain. Beberapa meter menuju puncak baru terlihat 2 orang pendaki yang kemudian turun. Alhasil saya menikmati puncak Pawitra sendirian dengan asap kebakaran sebelah bukit. “Saat itu, hanya aku dan Pawitra, meluap di depan Arjuna (view Gunung Penanggungan).”

Tracking Gunung Prau yang tak semudah kelihatannya dengan cuacanya yang tak bersahabat untuk saya dan kami saat itu.
kabut di puncak gunung prau

Gunung Prau dengan ketinggian 2.656 Mdpl jangan dikira mudah untuk sampai puncak. Melalui Jalur Patak Banteng, November 2015 seakan menjadi hari tak terlupakan sebagai pendaki amatir. Menganggap jalur yang akan dilalui mudah, fakta mengatakan kebalikannya. Jalur yang menanjak menuju puncak membuat saya cukup menghela nafas panjang. Hanya bersama satu teman saya, akhirnya kami memilih bergabung dengan mereka pendaki yang sudah terlebih dahulu hafal jalur. Karena bantuan mereka kami sampai di puncak dengan selamat dan tepat waktu. Benar saja hujan semalaman dimulai dari saat kami selesai mendirikan tenda. Alhasil, pagi syahdu di Gunung Prau kala itu menjadi sangat dingin dengan kabut yang menutupi matahari berikut Sindoro Sumbing, Merapi Merbabu yang sebenarnya sangat kami dambakan. Apalah daya saat alam terlah berkata, kita hanya bisa mengikutinya. Hal yang membuat perjalanan ini tak telupa adalah banyak sekali pendaki lain yang saya kenal dan berbagi pengalaman tentang gunung-gungung lain di berbagai daerah lain. Memang segalanya tak melulu sesuai ekspeasi, tetapi selalu ada perjalanan berharga dan hal tak terlupakan.

7 jam perjalanan penuh perjuangan, untuk melewatkan Blue Fire Kawah Ijen yang bahkan Turis Asing pun sampai datang kemari untuk melihatnya.
kabut di kawah ijen

Surabaya – Bondowoso memakan waktu 7 jam perjalanan malam. Berencana berangkat pukul 16:00, 27 Februari 2016 sayang sekali harus dimulai pukul 21:00. Sangat sadar bahwa kita akan melewatkan “Blue Fire” kawah ijen yang hanya bisa ditemui malam menjelang pagi pukul 03:00 – 05:00, kami tetap berangkat walaupun sangat jelas ekspektasi kami hancur saat itu. Berharap ada hal lain yang dapat ditemui, kami sampai di lokasi pukul 06:00 keesokan harinya. Dengan beberapa cerita perjuangannya dimana kami harus bongkar pasang mantol, kehabisan bahan bakar di tengah hutan, personel yang ngantuk berat, dan perjuangan kami lainnya. Sepertinya memang puncak tak akan seindah “katanya” tanpa dilalui dengan perjuangan tak terlupakan. Menikmati keadaan alam di sana, berbagi cerita dengan warga lokal, menambah wawasan dan rasa syukur terhadap hidup kami saat ini. Perjalanan ditutup kembali dengan gagalnya mengunjungi Teluk Ijo (Green Bay) yang berjarak 2 jam dari Kawah Ijen karena hujan dan kondisi badan yang sudah lelah. 

Karena traveling tak selalu sesuai ekspektasi, bukan itu yang melulu dikejar melainkan apa yang bisa didapat di setiap perjalanan seperti pengertian menunggu teman, mengatur waktu perjalanan, menambah teman, dan menikmati hal lain yang tidak melulu soal suka tetapi juga duka yang dapat memberi kita banyak pelajaran. Jadi ketika travelingmu tak sesuai ekspektasi, percaya ada sisi lain yang bisa didapat dari perjalanan tersebut. Karena #InPlesirku seperti kata bijak yang menyatakan bahwa selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian.

Artikel ini adalah tulisan saya yang kemudian dimuat di hipwee,
http://www.hipwee.com/list/karena-traveling-tak-selalu-sesuai-ekspektasi/
Hipwee #IniPlesirku @kagung13

0

Laporan Kerja Praktek Analisis Sistem Jaringan Komputer PT Konecranes Site Surabaya

Kerja Praktek merupakan salah satu syarat pengajuan Tugas Akhir untuk Program Diploma. Tak terkecuali di Almamater saya, Universitas Muhammadiyah Surabaya. Sebagai syarat pengajuan tugas akhir, Laporan Kerja Praktek ini sesegera mungkin harus dikumpulkan.

Dalam Laporan Kerja Praktek ini, saya mengambil tema analisis jaringan yang ada di PT Konecranes Site Surabaya yang kebetulan merupakan tempat saya bekerja. Walaupun bergerak di bidang alat berat dan maintenence, di kantor PT Konecranes Site Surabaya ini terbilang cukup besar untuk sistem jaringan yang digunakan. Oleh karena itu saya tertarik untuk melakukan analisis dan menarik sebuah kesimpulan bagaimana sistem yang ada di PT Konecranes Site Surabaya ini.

Hampir sama dengan karya tulis lainnya, format penulisan kerja praktek ini tak jauh beda.
  • PENDAHULUAN
  • PROFIL PERUSAHAAN
  • KAJIAN PUSTAKA
  • PEMBAHASAN
  • PENUTUP
Dengan isi dari tiap bab bisa dilihat dari contoh-contoh karya tulis Kerja Praktek yang sudah ada. Berikut contoh laporan kerja praktek yang saya buat di PT Konecranes Site Surabaya. Dengan beberapa kekurangan yang masih perlu disempurnakan, semoga dapat membantu dalam penyusunan laporan teman-teman sekalian semuanya yang sedang dalam proses penyusunan laporan kerja praktek.

https://www.kagung13.com/2016/04/laporan-kerja-praktek-20130335024.html
Laporan Kerja Praktek
Analisis Sistem Jaringan Komputer PT Konecranes Site Surabaya
Kurnia Agung Pamungkas - 20130335024
Tahun 2016
2

Visual Basic Deret Bilangan Prima

visual basic deret bilangan prima

Salah satu tugas pekuliahan saya mata kuliah Algoritma I kali ini adalah membuat program deret bilangan prima yang langsung diaplikasikan pada aplikasi visual basic. Bilangan prima adalah bilangan yang faktor pembaginya adalah bilangan 1 dan bilangan itu sendiri (bisa dibagi ini dalam artian menghasilkan bilangan bulat positif, bukan bilangan pecahan). Bilangan 1 tidak termasuk karena dia hanya memiliki 1 bilangan pembagi.

Meruntut dari pengertian bilangan prima di atas, algoritma yang saya pakai adalah menentukan sisa hasil bagi dari bilangan tersebut (menggunakan peritah "mod"). Jika hasil bagi bilangan tersebut dibagi dengan bilangan 2 sampai bilangan itu sendiri akan menentukan bilangan tersebut prima atau tidak. Jika sisa hasil bagi bilangan tersebut yang berjumlah 0 bernilai lebih kecil atau sama dengan 1 berarti bilangan tersebut prima. Jika sisa hasil bagi bilangan tersebut yang bernilai 0 lebih besar dari 1 berarti bilangan tersebut bukan bilangan prima.

Kita ambil contoh bilangan 4 dan 5.

Case Bilangan 4

Menurut definisi di atas, kita asumsikan bilangan pembagi dimulai dari bilangan 2 sampai bilangan itu sendiri. Jadi bilangan 4 akan dibagi dengan 2, 3, dan 4. Kita akan cari sisa hasil baginya menggunakan mod.
  • 4 mod 2 = 0
  • 4 mod 3 = 1
  • 4 mod 4 = 0
Dari pemaparan diatas diketahui sisa hasil bagi bilangan 4 yang berjumlah nol lebih besar dari satu sehingga bilangan tersebut bukan bilangan prima.

Case Bilangan 5

Menurut definisi di atas, kita asumsikan bilangan pembagi dimulai dari bilangan 2 sampai bilangan itu sendiri. Jadi bilangan 5 akan dibagi dengan 2, 3, 4, dan 5. Kita akan cari sisa hasil baginya menggunakan mod.
  • 5 mod 2 = 3
  • 5 mod 3 = 2
  • 5 mod 4 = 1
  • 5 mod 5 = 0
Dari pemaparan diatas diketahui sisa hasil bagi bilangan 5 yang berjumlah nol adalah lebih kecil atau sama dengan 1 sehingga bilangan tersebut merupakan bilangan prima.

Menampilkan Dapam Aplikasi

Dalam aplikasi visual basic ini, saya berikan case menggunakan batas atas dan batas bawah. Ini berarti aplikasi akan mengecek seluruh bilangan mulai dari batas bawah hingga batas atas sesuai inputan user dan menampilkan bilangan prima tersebut disertai banyaknya bilangan prima, jumlah bilangan prima tersebut, dan rata-ratanya.

Berikut adalah tampilan aplikasi yang akan kita buat.

tampilan vb deret bilangan prima
Tampilan di aplikasi visual basic deret bilangan prima

Dan berikut adalah codingan untuk menampilkan angka sesuai gambaran aplikasi seperti di atas. Untuk tampilannya ada beberapa penyesuaian yang juga harus kalian buat dulu seperti label, text input, list item, button, dan lain-lainnya ya.

============================================
Dim x, y As Integer
Private Sub Command1_Click()
   Min = Val(Text1.Text)
   Max = Val(Text2.Text)
If Text1.Text = "" Then
MsgBox ("Batas bawah harus diisi")
End If
If Text2.Text = "" Then
MsgBox ("Batas atas harus diisi!")
End If
If ((Min <> 0) And (Max <> 0)) Then
   If Min <= 1 Then
   Min = 2
   End If
For x = Min To Max
z = 0
For y = 2 To x
   hasil = x Mod y
   If hasil = 0 Then
   z = z + 1
   End If
Next y
   If z <= 1 Then
   List1.AddItem (x)
   a = a + 1
   jml = jml + x
   End If
Label7.Caption = a
Label8.Caption = jml
Label9.Caption = Round(jml / a)
Next x
End If
End Sub
Private Sub Command2_Click()
List1.Clear
Text1.Text = ""
Text2.Text = ""
Text1.SetFocus
Label7.Caption = "0"
Label8.Caption = "0"
Label9.Caption = "0"
End Sub
Private Sub Command3_Click()
End
End Sub
============================================

Nah mudah kan? Intinya kita harus memahami dulu algoritma atau jalan pemecahan masalahnya baru kita tentukan pengaplikasiannya di software yang diminta (dalam kasus ini menggunakan aplikasi visual basic). Dan coba di check lagi ya siapa tahu ada penulisan yang salah dalam codingan saya. Intinya balikin lagi ke algoritma yang udah saya jelasin di atas. Selamat mencoba, semoga berhasil.