Air Terjun Sri Gethuk, Sebuah Oase di Padang Gersang


Sebuah air terjun di Gunungkidul yang ternyata gak kalah keren dengan air terjun lain yang pernah saya kunjungi. Yah walaupun boleh saya bilang tak sebesar Grojokan Sewu, Kapas Biru, atau Tiu Kelep. Hehe. Tapi, sebagai daerah yang banyak dianggap kering dan gersang, Gunungkidul ternyata menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Saya baca di beberapa literasi bahwa air terjun yang jatuh dan bermuara di sungai oyo ini, aliran air terjunnya tidak mengenal musim. Artinya baik musim penghujan ataupun kemarau, aliran airnya tetap mengalir tanpa henti sehingga keindahnnya tidak akan berkurang. Saat musim kemarau malah air terlihat sangat jernih dan dasar sungai pun bisa terlihat. Oleh karena itu sedikit hiperbola saya ibaratkan sebuah oase di padang gersang.

Sungai Oyo yang membelah beberapa daerah di Gunungkidul diantara bebatuan alam yang masih asli menjadi daya tarik tersendiri bagi saya. Bukan hanya di satu lokasi saja tetapi banyak tersebar di sepanjang aliran sungai oyo yang melewati daerah di Gunungkidul ini. Salah satunya tempat bermain saya waktu kecil beberapa ratus meter dari rumah juga ada. Orang-orang menyebutnya Kali Cempluk, Tobong, Platar Ombo, dan banyak lagi sampai saya tak bisa mengingatnya satu persatu. Dulu sewaktu kecil saya pernah ikut mencari ikan dengan jaring di sekitar lokasi tersebut yaitu sepanjang aliran kali oyo ini. Sungguh masa kecil yang tak terlupakan.


Yes balik ke Air Terjun Sri Gethuk. Sebelum seterkenal ini, saya pernah sekali hampir mengunjungi tempat ini. Waktu itu saat kegiatan hiking SMK menuju ke Desa Bleberan tempat dimana Air Terjun ini berada. Sayang dulu saya tak terfikir menuju air terjun, takut karena tak bisa berenang. Saya berhenti di sebuah goa bernama Goa Rancang Kencono dimana sebagian rombongan dipersilahkan ke air terjun tetapi saya memilih menunggu di sini. Dan beberapa tahun kemudian tempat ini menjadi terkenal sekali. Jadi ini kali pertama saya melihat Air Terjun yang sebenarnya bisa saya lihat beberapa tahun silam.

Akses dan Lokasi

Air Terjun ini berada di Dusun Menggoran, Desa Bleberan,  Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalau dari Yogyakarta kota, cukup menuju ke arah Gunungkidul sampai di sebuah pertigaan besar bernama pertigaan Gading, ambil kanan menuju Kecamatan Playen lurus aja terus sampai bertemu Pasar Playen, lurus lagi nanti bakalan ada petunjuk arah menuju air terjun seperti di bawah ini, belok kanan dan silahkan ikuti jalur berdasarkan petunjuk arahyang terpasang.


Nah saat sampai di gerbang restribusi jangan buru-buru menuju Air Terjunnya ya. Seperti yang sudah saya bilang diatas, disini terdapat sebuah goa bernama Goa Rancang Kencono. Sebuah goa purba yang berada seperti di bawah tanah. Tumbuh pohon besar di dalanya dan sebuah ruangan kecil dan beberapa jalur sempit yang tak tahu bakalan tembus kemana. Dulu waktu romongan hikking saya kesini ya kami keliling tempat ini sambil ndengerin warga setempat njelasin tentang goa tersebut. Tempatnya sejuk, asik, sepi, gelap, lumayan horor, tapi Insya Allah aman kok. Hehe.


Ow iya, waktu saya kemarin berkunjung tiket masuknya akan diberikan oleh petugas di gerbang restribusi. Kalau saya gak salah ingat, harganya itu sekitar  15 ribu ya. Itu sudah termasuk tiket masuk ke Goa Rancang Kencono.

Lanjut beberapa ratus meter lagi kedepan setelah Goa Rancang Kencono ini, kita bakalan sampai di parkiran Air Terjun Sri Gethuk. Sampai sini menuju air terjun masih harus jalan kaki lagi. Tapi tenang, ada 2 opsi kok sebenarnya. Bisa jalan kaki yang estimasi waktu kurang lebih 10 menitan atau naik perahu rakit melewati sungai oyo yang jaraknya tak seberapa jauh. Monggo dipilih sendiri.

Selamat datang di Air Terjun Sri Gethuk

Jalur treking menuju Air Terjun Sri Gethuk

Jalur perahu rakit menuju Air Terjun Sri Gethuk

Pesona Air Terjun Sri Gethuk


Air terjun ini terbentuk dari 3 sumber mata air yaitu Ngandong, Dongpoh, dan Ngumbul yang mengalir dari ketinggian sekitar 50 meter dengan debit air sekitar 30 - 60 liter/detik. Air yang jatuh dari atas relatif jernih dan membentuk jalur yang berbeda sehingga menambah cantik air terjun jika dilihat dari posisi sebrang tebing.

Sampailah kami di lokasi Air Terjun Sri Gethuk. Masih ramai walaupun bukan hari libur. Tempatnya lumayan asik, bisa main air sampai puas. Bebatuannya juga enak buat duduk duduk, debit airnya tak terlalu tinggi, dan hawanya tak terlalu dingin kok. Pas banget buat nyantai, ngobrol, dan aktifitas menyantaikan diri.


Sampai bule juga datang ke sini. Sempet ketemu pas di gerbang restribusi cuma dia keburu ke Air Terjun sedangkan saya nyempetin dulu keliling Goa Rancang Kencono. Dan ketemu di sini, gak ngobrol sih, ketangkep kamera aja. Hehe. Seharusnya saya tanya kesan pesan dan beberapa pendapat tentang tempat ini ke dia, bakalan jadi cerita menarik kayaknya. Sayang tak tefikir waktu itu. (Lha mikir opo aku ki).


Cuma sayang pas saya kesini warna airnya keruh dikarenakan posisi musim penghujan. Jadi saya sarankan jika ingin berkunjung, carilah waktu yang pas yaitu awal atau akhir musim penghujan. Atau sekalian pas musim kemarau sehingga airnya jernih. Pada saat posisi air jernih, tempat ini asik banget buat berenang, buat lompat - lompatan dan sedikit atraksi. Ada tebing yang tak begitu tinggi yang pas buat loncat.


Overall keren kok tempatnya. Perpaduan air terjun, bebatuan, tebing, dan sungai dimana hampir di tiap lokasi bisa dijadiin tempat buat nyantai sampai lupa waktu. Hehe. Jadi alternatif tempat liburan yang asik ditambah bisa mampir ke Goa Rancang Kencono. Sebenarnya ada lagi di Desa Bleberan ini, sebuah tempat yaitu situs prasejarah yang mirip dengan Situs Sokoliman yang pernah saya tulis disini juga. Dan tenyata saya baru ingat juga melewati dan pernah ke sini waktu rombongan hiking SMK dulu, satu tujuan sama Goa Rancang Kencono dan Air Terjun Sri Gethuk. Sayangnya saya baru ingat saat menuliskan cerita ini, tetapi lupa detail cerita waktu disananya. Haha.

Team Perjalanan


Saya bersama sepupu saya yang seharian itu jadi fotografer keren saya. Selain ngunjungi Air Terjun Sri Gethuk, saya bersama dia yang kebetulan juga bernama Agung, menyempatkan diri nanjak ke Gunung Api Purba Nglanggeran yang ceritanya udah sempet saya tulis di sini. Silahkan.
  

Terima Kasih. Jangan lupa buang sampah pada tempatnya ya. Salam Lestari.

4 Comments

  1. selama di jogja belum pernah kesini,, harus direncanakan nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip, better kesini pas awal atau akhir musim penghujan aja mas, atau sekalian pas musim kemarau jadi airnya jernih. Tambah keren.

      Delete
  2. Itu kita bisa naik perahu rakitnya?

    ReplyDelete