Jalan - Jalan ke Zaman Megalitikum di Situs Sokoliman Gunungkidul


Gunungkidul, Hidden Paradisenya Jogja. Selain seabrek pantai dan wisata alamnya, Gunungkidul sendiri menjadi tempat yang syarat akan nilai sejarah. Lebih jauh dari sejarah kemerdekaan Indonesia ataupun perjuangan bangsa ini, kebelakang lagi tentang peradaban manusia zaman dahulu kala. Jadi disini kita bisa jalan - jalan ngintip Zaman Mekalitikum yang bekas - bekasnya masih ada sampai sekarang. Ya di sini, di Gunungkidul.

Situs Sokoliman

Mari ingat lagi pelajaran sejarah, kalau jaman SMP dahulu saya belajar tentang peradaban Megalitikum atau zaman batu besar. Zaman ini merupakan zaman dengan ciri dimana manusia mampu membuat bangunan dan perkakas dari batu - batu besar. Peninggalan - peninggalan yang berasal dari zaman megalitikum ini antara lain menhir, dolmen, punden berundak, kubur batu, sarkofagus, dan lainnya yang sebagaian besar berkaitan dengan konsep kepercayaan hubungan antara yang masih hidup dengan yang sudah mati yang berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat dan kesuburan tanah.

Situs Sokoliman

Nah ternyata, usust punya usut eksistensi peradaban megalitikum di Gunungkidul ini tak lepas dari peranan Cekungan Wonosari yang merupakan daerah tersubur di Gunungkidul. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan benda - benda purbakala lainnya di daerah yang berdekatan seperti Situs Ngawis, Situs Gondang, dan Situs Bleberan.

Sebelum tambah puyeng saya jelaskan singkat ya. Wonosari adalah sebuah kecamatan yang saat ini merupakan ibu kota dari Kabupaten Gunungkidul. Sedangkan kecamatan terdekatnya yaitu Playen dan Karangmojo. Nah mungkin yang dimaksud Cekungan Wonosari ini adalah daerah yang mencakup 3 kecamatan tersebut dan sekitarnya. Situs Ngawis dan Gondang sendiri terletak di Kecamatan Karangmojo sedangkan Situs Bleberan terletak di Kecamatan Playen. Sudah paham sampai sini? Kalau masih tak paham bisa mampir ke rumah saya nanti saya jelaskan setahu saya dan saya ajak langsung ke Situs Sokoliman. Kebetulan lokasinya berdekatan. Hahaha.

AKSES DAN LOKASI 

Situs Sokoliman berada di Dusun Sokoliman, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Gampangnya lokasinya tak jauh dari Wisata Goa Pindul. Kalau ngomongin aksesnya, kebanyakan yang tak biasa blusukan traveling ke daerah pedesaan akan sedikit bingung. Tapi untuk yang sudah biasa, aksesnya cukup mudah. Tinggal ikuti plakat dan tanya warga sekitar. Insya Allah warga sekitar sini ramah - ramah dan bahkan jika beruntung dengan senang hati mereka akan mengantarkan Anda ke lokasinya langsung. Hehehe.

Akses Situs Sokoliman

SITUS SOKOLIMAN DAN PENINGGALAN ZAMAN MEGALITIKUM

Situs Sokoliman

Flashback sedikit zaman saya SMP, situs ini seperti sebuah tempat tak terjamah yang kesannya menakutkan, apalagi letaknya berada di sisi ujung pemukiman warga. Waktu itu kami rombongan dari SMP mengunjungi Situs Sokoliman dan melihat tumpukan batu yang dulu kami tahunya ini lho menhir, ini lho dolmen, ini lho dulu dipakai bla bla bla hingga sampai beberapa waktu kemarin saya kembali ke tempat ini lagi, dan sedikit kaget tempatnya berubah jadi kayak taman dan ada pendoponya, Batu - batunya pun tertata rapi walaupun jika saya amati lagi, lokasinya tetap tak berubah, hanya daerah sekitarnya memang dipercantik sehingga timbul kesan bahwa batunya tertata rapi. Mungkin masih kental kepercayaan bahwa pamali memindahkan batu - batuan ini. Jangankan memindahkan, melangkahinya pun dianggap tak sopan dan ditakutkan terjadi hal - hal yang tak diinginkan. Yah namanya juga kepercayaan. Monggo disikapi sendiri. :) Yang gini ini yang asik dibuat belajar sekaligus berwisata.

Situs Sokoliman

Perpaduan bagunan modern dan peninggalan zaman dulu menambah keren lokasi ini. Terlebih bangunan tiang (menyerupai menhir) yang berdiri tegak berjumlah 5 di depan agak tengah lokasi sebagai simbol dari Dusun Sokoliman (Soko artinya tiang, Lima artinya Lima, Sokoliman artinya 5 tiang penyangga). Situs ini memiliki beberapa peninggalan purbakala Zaman Megalitikum antara lain, 

Menhir

Menurut arti bahasanya menhir adalah batu berdiri. Sepengamatan saya menhir ini adalah batuan lonjong panjang yang di situs ini sepertinya sebagian adalah pecahan menhir. Ada satu menhir yang pajang dari lainnya yang juga masih ada di sini. Menhir sendiri merupakan batu besar  yang diletakan berdiri baik sendiri atau berkelompok yang fungsinya untuk menghormati leluhur yang telah meninggal.

Menhir Situs Sokoliman

Arca Menhir

Arca Menhir adalah menhir yang berbentuk arca. Jadi sebuah menhir yang memiliki ukiran wajah ataupun lainnya sehingga menyerupai arca. Biasanya diletakan di samping kubur batu. Mungkin sebagai perwujudan dari leluhur yang sudah meninggal. Nah ada sebuah arca menhir di Situs ini yang disebut dengan Mbah Gandhok. Menurut cerita Menhir ini adalah menhir yang memiliki 2 kepala dan jadi satu. Gandhok dalam bahasa jawa berarti jadi satu. Tetapi cerita pastinya saya kurang paham betul ada yang bilang kalau yang satu telah hilang dan satunya yang berada di situs ini. Jadi yang ada di situs ini adalah salah satu bagian dari Arca Menhir Mbah Gandhok.

Arca Menhir Situs Sokoliman

Punden Berundak

Merupakan bangunan bertingkat yang digunakan sebagai tempat pemujaan. Di Situs Sokoliman, punden ini adalah susunan batu yang tak terlalu besar, yang tak cukup jika disebut bangunan. Merupakan tumpukan batu yang disusun rapi di sudut situs. Menurut informasi, batu ini diambil dari sebuah sumber mata air di Dusun Sokoliman bernama Sumur Gede. Nah Sumur Gede sendiri adalah salah satu sumber mata air yang dulu menjadi sumber kehidupan keseharian masyarakat sekitar dimana tiap tahunnya diadakan semacam kegiatan Bersik Dusun (Bersih Dusun) yaitu membersihkan mata air tersebut. Mata air lainnya di sekitar sini adalah Sumur Cilik, Mbelik Kepuh, Mbelik Dandil, dan lainnya saya gak hapal. Hehe.

Punden Berundak Situs Sokoliman

Dolmen

Merupakan batu datar yang berfungsi sebagai meja. Dulu pada zamannya digunakan untuk tempat meletakan sesaji untuk pemujaan. Kembali lagi sebagian besar bangunan yang digunakan sebagai sarana yang muaranya berhubungan pada kepercayaan zaman dahulu.

Dolmen Situs Sokoliman

Kubur Batu

Kubur Batu Situs Sokoliman

Kalau dari namanya jelas ya adalah kuburan batu. Jadi kuburannya ditandai dengan batu berbentuk papan yang membentuk frame pada areal kuburan yang jelas digunakan sebagai penanda dari kuburan leluhur zaman dahulu. Di area Situs Sokoliman ini terdapat 5 kubur batu dimana 4 berada satu area dan yang 1 berada di area terpisah tapi tetap dalam satu areal Situs Sokoliman ini.

Kubur Batu Situs Sokoliman

Nah sampai disini jelajah Situs Sokoliman saya. Situs yang tak berisi candi - candi tetapi lebih jauh lagi peninggalan zaman prasejarah. Sekarang mulai digencarkan pengelolaan dan juga pengenalannya kepada khalayak. Mulai dari beberapa instansi baik dari sekolah ataupun perguruan tinggi mengunjungi tempat ini guna belajar  dan melihat langsung sesuai materi yang ada. Sekarang sudah enak, tempatnya tertata rapi dan semakin dikembangkan lagi akan diberi juga papan nama tiap benda dan hebatnya lagi direncanakan adanya akses WiFi. Kalau slogan WiFi masuk desa masih mainstream ini WiFi masuk hutan benar-benar antimainstream. Yo gak hutan banget tapi kan area perhutani. Haha. Keren - keren.


TEAM PERJALANAN

Team perjalanan kali ini saya bersama Bapak dan adik sepupu saya yang masih berusia 5 tahun. Kebetulan karena kami kenal dengan warga sekitar sekaligus pengurus situs ini, jadi agak enak ngobrol dan menggali informasi. Banyak cerita yang tak bisa semuanya saya tulis di sini. Mungkin lain waktu, atau boleh mampir saja kesini nanti akan dapat cerita dan pengetahuan yang beda lho feelnya kalau dapet informasi dari internet dengan langsung dari sumbernya. Apalagi sensasi dan pengalama ngobrol sama warga lokal itu jadi keasyikan dan oleh-oleh tersendiri dari setiap perjalanan. Seperti itu sih menurut saya. Hehe.


Ow iya karena mungkin ada beberapa hal yang saya kurang paham dan tak sesuai dengan yang saya tulis monggo dikoreksi ya, Mohon maaf jika ada kesalahan mari sama sama belajar dan sebisa mungkin saya koreksi secepatnya. Matur Suwun, Terima Kasih.
Share:

0 Comments:

Post a Comment