Salah satu kunjungan yang tidak terencana karena tujuan utamanya adalah mencari makan dan udara segar saja. Setelah selesai dari Petung Park, kami lanjutkan untuk mengunjungi tempat lain karena kami merasa waktu masih sangat panjang hari itu. Tidak terlalu lama berfikir langsung tercetuslah Air Terjun Dlundung, Trawas, Mojokerto.

Salah satu tujuan wisata yang pernah saya kunjungi pada kesempatan lain yang bukan acara wisata. Buat temen-temen yang satu almamater pasti pernah denger kan acara Teknik Camp. Apalagi yang satu kelompok pernah bareng-bareng jadi kelompok terbaik pasti inget banget lokasi dimana tenda kita berdiri. Hehe, nostalgia banget sih ini.

Akses dan Lokasi

Air terjun yang berada di lereng Gunung Welirang ini berlokasi tepat di Dusun Ketapang, Desa Kemloko, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Untuk akses menuju lokasi dapat melalui Jalan Pandaan lanjut masuk Jalan Trawas. Ada penunjuk jalan yang jelas untuk masuk ke Air Terjun Dlundung ini mulai dari Jalan Trawas. Kalau tidak salah lokasinya di sebelah kiri jalan jika akses melalui Jalan Pandaan. Dari sini cukup lurus saja mengikuti jalan maka akan segera sampai di pos pintu masuk area Air Terjun Dlundung Trawas Mojokerto.

Sedangkan jika akses dari Petung Park ke Air Terjun Dlundung ini, belok kanan setelah masuk ke Jalan Raya Trawas. Tidak memakan waktu yang lama. Saya taksir kemarin hanya sekitar 15-20 menit. Hanya saja untuk akses jalannya, saya mengikuti arahan Google Maps karena kurang familiar melalui kawasan wisata Trawas Mojokerto ini. Tapi jalan yang ada cukup baik dan kondusif dilewati kendaraan roda 4 apalagi roda 2. Pastikan saja kendaraan dalam keadaan fit karena ada beberapa jalan tanjakan yang terus menerus disertai jalan pulang yang menurun terus menerus tentunya.

Tiket dan Jam Operasional

Air terjun ini buka hampir setiap hari. Mungkin tutup saat ada kegiatan terntentu atau sedang dalam renovasi. Pernah terjadi saat kunjungan kami ke Air Terjun Sedudo. Untungnya ada laternatif lain jalan-jalan kami yaitu Bukit Watu Lawang yang lokasinya berada di pintu masuk Air Terjun Sedudo.

Balik lagi ke Air Terjun Dlundung Trawas Mojokerto, jam operasionalnya kurang lebih sebagai berikut ;

Senin - Jumat07.30 - 16.00 WIB
SabtuBuka 24 jam
Minggu06.00 - 16.30 WIB

Sedangkan untuk tiket masuk ke area wisata Air Terjun Dlundung Trawas Mojokerto ini adalah sebagai berikut ;

KategoriHari KerjaHari Libur
DewasaRp 10.000,-Rp 12.500,-
Anak - anakRp 7.500,-
Rp 10.000,-
Kendaraan roda 4Rp 3.000,-Rp 3.000,-
Kendaraan roda 2Rp 2.000,-Rp 2.000,-

Fyi, dari beberapa literasi yang saya baca untuk kegiatan camping dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10.000,- dan membawa tenda sendiri. Untuk informasi lengkapnya saya belum kroscek karena masih dalam tahap sounding. Mungkin akan saya update setelah kegiatan camping saya realisasikan. Hehe.

Kegiatan Asik di Air Terjun Dlundung

Ada banyak hal yang dapat dilakukan saat berkunjung ke area wisata Air Terjun Dlundung ini. Selain spot air terjun, adanya penjual makanan dan jajanan menjadi nilai positif lokasi wisata ini. Apalagi lokasinya tepat sebelum air terjun. Ditambah kegiatan lain yang bisa dilakukan selain bermain yaitu berkemah. Kegiatan yang dapat menjadi alternatif menginap dan mencoba suasana baru agar lebih dekat dengan alam. Kita bisa merencanakan berkemah di area camping ground sekitar air terjun yang memang menjadi salah satu daya tarik yang sering dicoba pengunjung yang datang.

Bermain Air di Lokasi Air Terjun

Hal utama yang akan kita lakukan saat berkunjung ke lokasi wisata air terjun adalah menikmati keindahan alamnya dan merasakan segarnya air yang turun dari atas tebing. Dengan ketinggian kurang lebih 14 meter disertai debit air yang tidak terlalu besar, air terjun yang satu ini cocok dan cukup aman untuk kegiatan bermain air.

Berfoto dengan Background Ciamik

Hal yang tak boleh terlewatkan saat kunjungan ke tempat wisata adalah mengabadikan gambar sebagai bukti kita pernah sampai di tempat tersebut. Salah satu spot ciamik yaitu  tulisan air terjun yang berada tepat di kolam sebelahnya. Menjadi tujuan utama pengunjung untuk mengabadikan gambar. 

Spot lain adalah di bawah air terjun atau sebuah gardu pandang yang berada tepat menghadap air terjun. Atau foto-foto saja di lokasi sekitar sini dengan background alam atau air terjun. Pintar-pintar mencari celah ya saat kunjungan ramai pasti akan banyak foto yang bocor. Lebih baik permisi atau arahkan kamera dengan berbagai macam angle agar tercipta foto yang berkesan.

Selain di area air terjun, lokasi di pos pintu masuk atau beberapa meter sebelum ke air terjun yaitu lokasi sekitar penjual makanan juga terdapat ikon tulisan Air Terjun Dlundung. Menjadi salah satu spot yang juga bagus untuk berfoto. 

Yang tak kalah memukau adalah area camping ground dan jalan aspal sepanjang dari pintu masuk menuju air terjun dengan suasana asri dan pepohonan yang rindang menjadi salah satu tempat menarik mengabadikan gambar. Pintar-pintar kita mengambil angle dan momen saja.

Menikmati Aneka Makanan dan Jajanan

Tidak jauh dari lokasi air terjun atau tepat di sebelah lokasi yang juga menjadi tempat kami parkir adalah penjual aneka makanan dan jajanan yang bisa kita nikmati. Mulai dari camilan hingga nasi bisa kita nikmati di sini. Untuk harganya saya kurang paham ya karena kami sudah makan sebelumnya di Petung Park dan memang menjadi kebiasaan sudah membawa air mineral untuk setiap jalan-jalan.

Variasi makanan terlihat cukup banyak. Menu berat sampai ringan seperti pop mie sepertinya ada di sini. Air mineral pun berjajar rapi di depan etalase. Jadi jangan khawatir kelaparan atau kedinginan karena banyak amunisi yang siap mengisi perut.

Bermain di Taman Kelinci

Salah satu spot menarik tentunya untuk anak-anak. Untuk orang dewasa juga menarik sih. Melihat kelinci berlari-lari di area hijau yang luas disertai gemericik air dan segarnya udara di sini tentunya jadi healing tersendiri. Lokasinya sebelum parkiran dan tempat penjual makanan. Letaknya di sebelah kanan dengan ikon kelinci putih yang besar.

Spot yang juga kami lewatkan ini sebenarnya terlihat cukup bagus dari luar. Karena waktu yang kami rasa sudah cukup, kami memutuskan skip dan memilih melihat-lihat area camping ground yang ada di bawah dekat pos pintu masuk area Air Terjun Dlundung ini. Untuk masuk ke area ini dikenakan tiket tambahan ya.

Berkemah

Menjadi salah satu tujuan kami mengunjungi Air Terjun Dlundung ini adalah survey lokasi berkemah untuk keluarga. Berbekal pernah berkemah di sini saat acara Teknik Camp kampus, saya kembali teringat dan menjadi salah satu pilihan tempat berkemah. Ada 3 lokasi camping ground di aera ini. Pertama dekat sekali di pos pintu masuk. Lokasinya luas dan bisa untuk banyak sekali tenda dan parkir mobil. Dekat juga dengan warung makan, mushola, dan ada fasilitas toiletnya juga.

Area kedua adalah di atas area ini. Yaitu area di mana saya berkemah waktu acara Teknik Camp. Areanya agak naik sedikit melalui jalan makadam. Tidak terlalu luas tapi cukup untuk 1 rombongan kampus/instansi yang ingin mengadakan acara berkemah. Mungkin area ini juga khusus untuk instansi yang sudah izin terlebih dahulu yang menginginkan ada acara di sini. Mungkin juga boleh untuk umum.

Area terakhir adalah di bawah bersebrangan jalan dengan lokasi ini. Sekilas tampak lebih asri dan lokasi paling banyak berdiri tenda saat kami berkunjung. Mungkin karena ada view sawah dan aliran sungai yang menjadi nilai tambahnya. Secara pastinya saya belum meninjau turun karena aksesnya lumayan berjuang sedikit, ditambah tenaga yang sudah cukup terkuras jalan-jalan sebelum ini. Hehe.

Untuk area camping saya simpulkan cukup bagus untuk acara keluarga. Apalagi tempatnya yang masih ramai dan terpantau dari pos pintu masuk. Tidak terlalu masuk ke hutan dan area yang lapang sehingga saya rasa minim satwa atau kondisi alam yang membahayakan. Lalu ada fasilitas toilet di setiap area camping ground sehingga kebutuhan air mudah di dapatkan.

Hanya saja yang menjadi catatan saya adalah kegiatan yang bisa dilakukan di dekat tenda ya sebatas memasak, api unggun mungkin, dan ngobrol-ngobrol santai. Untuk area bermain harus naik sedikit ke air terjun atau ke taman kelinci. Untuk area bawah dengan pemandangan sawah dan sungai saya belum melihat detail. Mungkin bisa digunakan untuk kecek karena sekilas terlihat view sungai dan sawah.

Kesan dan Pesan

Secara keseluruhan, kunjungan singkat kami yang dalam misi melihat-lihat camping ground untuk rencana kegiatan berkemah bercalan lancar. Karena memang tidak diniatkan secara detail, kami sempatkan berfoto di air terjun dan melihat lokasi camping ground. Tidak sempat bermain air karena baju Lala sudah basah duluan saat di Petung Park. Apalagi air yang dingin disertai tiupan angin sepertinya akan tidak bersahabat jika bermain air dalam waktu yang lama. Apalagi jelas kalau sudah nyemplung bakal susah diajak beranjak dari air. Hehe.

Ada banyak cara menikmati Air Terjun Dlundung ini. Tergantung tujuan, waktu, dan bagaimana kita mengekspresikan kunjungan. Tetap tertib urusan sampah ya agar tempat-tempat yang kita kunjungi selalu dalam keadaan bersih dan terawat sampai Lala beranjak besar nanti. Hehe. 

Semoga kunjungan kalian juga menyenangkan. Bahagia dan sehat selalu semuanya. Salam Lestari.