2

Cantiknya Sisi Timur Pulau Lombok, Gili Gili Gimana Gitu



Itu bener kok tulisannya Gili. :) Jadi Gili itu adalah sebutan untuk Pulau kecil. Pernah denger kan, Gili Trawangan? Gili Meno? Dan Gili Air? Nah yang paling familiar pasti Gili Trawangan kan. Jelas, salah satu iconnya Lombok, siapa yang gak tahu sih. Nah tapi bukan Gili yang itu yang mau kita omongin. Ketiga gili tersebut, letaknya berdekatan tetapi berada di sebelah Utara Pulau Lombok, atau berada di Selat Bali, nah makanya kalo ke Gili Trawangan ada yang nyebrangnya lewat Bali, ada yang dari Lombok (Pelabuhan Bangsal).

Dari Utara kita ke Timur saja, semakin timur semakin cantik, Kenawa, Sumbawa, Pulau Komodo, Raja Ampat, Haduh bikin ngiler lah kalian nih gugusan pulau-pulau eksotiknya Indonesia. Tapi bukan itu, sedikit kesini masih selingkup Lombok. Gili Kondo, pernah denger?

Gili Kondo adalah salah satu dari 33 gugusan pulau gili yang berada disebelah timur Pulau Lombok dan berada di Selat Alas yang menhubungkan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Gili Kondo merupakan sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni, disana cuman ada penginapan yang dikelola hanya untuk wisatwan yang menginap. Gili ini juga sebagai tempat konservasi pemeliharan terumbu karang.
Tapi bukan itu saja, Alhamdulillah saya berkesempatan mengunjungi Pulau-pulau kecil lainnya bersamaan dengan Gili Kondo, yaitu Gili Bidara, Gili Kapal, dan Gili Kondo (Ada juga Gili Asem). Letaknya berdekatan tapi aksesnya menggunakan kapal. Bisa sih kayaknya ditempuh dengan berenang, tapi kagak tau sampainya kapan. Hehe.

Akses dan Lokasi

Gili ini letaknya di Selat Alas yaitu Selat yang menghubungkan Lombok dengan Sumbawa. Nah, nyebrangnya mulai dari Pelabuhan Padak Guar di daerah Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.



Akses dari Mataram ke Sambelia ini menempuh jarak sekitar 2,5 - 3 jam. Kalau Itinerary saya yaitu dari Senaru, Perempatan dengan Plank Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep, belok kiri dan lurus saja ikutin jalur, ketika menemui pasar, belok kiri dan ikuti jalur hingga menemukan PLTU.


Pelan-pelan dan Anda akan menemukan plakat arah menuju Gili-gili di sana, itulah Pelabuhan Padak Guar, Start penyebrangan ke Gili Kondo.


Menuju dan menikmati 3 Gili disana, yaitu Gili Bidara, Gili Kapal, dan Gili Kondo, memakan waktu 3 jam menurut itinerary saya. Jarak tempuh antar pulau sih deket, paling yang agak lama dari Padak Guar ke Gili Bidara sekirat 15 menit, Gili Bidara ke Gili Kapal 5 menit, Gili Kapal ke Gili Kondo 10 menit, balik daru Gili Kondo ke Padak Guar sekitar 15 menit.


Gili Bidara


Tujuan pertama kami, menurut nelayan yang bawa kita dengan kapalnya  (saya udah tanya namanya tapi lupa, emang dasar pelupa) yaitu Gili Bidara. Ada apa di Gili Bidara? Sepi sejuk dan tenang sekali. Pemandangannya keren dan asik banger. Saya suka. Ada beberapa penduduk lokal yang sedang menggarap kebuh disanana dengan menanam umbi kata bapaknya. Sebuah kesempatan bagus jika ada warga lokal dengan kegiatan kesehariannya dan sedang beristirahat, moment langka untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang kearifan lokal. Tapi jangan lupa eksplore dan abadikan beberapa momen dan tempat. Just beberapa ya jangan berlebihan.

Gili Kapal


Katanya ini tempat paling keren. Tapi sebenarnya Gili Kapal ini cuma sehamparan kecil pasir yang gak begitu luas, tak ada tanaman atau tumbuhan. Kenapa dibilang paling keren karena ini tempat munculnya kadang-kadang doang dan beruntungnya waktu saya kesana pulau ini muncul dan bisa diabadikan. Katanya sih disebut Gili Kapal karena karena konon dahulu gili kecil yang timbul tenggelam ini sering mengakibatkan kapal-kapal yang melintasinya kandas alias nyangkut di dataran pasirnya saat air laut pasang. Dan di peta pun pulau ini tak terdeteksi, bahkan kami gak tahu kalau ada pulau ini kalau aja Bapak Nelayannya gak ngasih tahu. Hehe.


Jadi Gili Kapal itu sebuah gundukan pasir yang berkumpul pada suatu tempat lalu membuat pulau tersendiri, dan lagi pulau ini lokasinya gak nentu tergantung air laut kemana membawa pasir-pasir tersebut untuk berkumpul dan munculnya pun gak sembarangan, hanya waktu-waktu tertentu saja (bulan-bulan tertentu dan jam tertentu maksudnya). Makanya orang-orang pada suka karena ini moment yang gak selalu ada seperti Gili Kondo kan ya disitu-situ aja bisa kita kesana kapan aja.


Gili Kondo

Ini dia yang paling familiar di telinga saya, Gili Kondo. Ada cerita lain dari bapak-bapak nelayan yang bawa kami pas itu, ceritanya kalau kalian menurut Gili Kondo akan terlihat ada 2 pulau yang berdekatan terpisah lautan namun deket, nah pas surut itu Gili akan terlihat jadi satu dan bisa dilewati dengan alan kaki tetapi aksesnya batu karang yang lumayan bikin kaki ngilu jika tanpa alas kaki.


Nah berdasarkan keterangan Bapaknya, Gili yang kita tuju itu sebenarnya orang-orang sana menyebutnya Gili Asem , dan ternyata Gili Kondo adalah pulau kecil di sebelahnya yang terpisah jika ait laut pasang.


Tetapi karena kedua Pulau ini memiliki pondasi yang sama maka disebutlah Pulau ini Gili Kondo termasuk pulau kecil tersebut. Gili ini lumayan luas juga ada penduduk lokal yang sedang bercocok tanam.


Kalau pas baca di internet, disini ada penginapan untuk wisatawan jadi bisa banget kalau mau rasain tenangnya Gili in, opsi lain ya bawa tenda. Tapi karena pas trip lombok saya tanpa referensi yang memadahi dari internet, maka info tersebut gak sampai buat kami nyari tahu lokasinya, karena emang niat kami gak nginep, cuma nikmati aja view dan segernya Gili-gili disini.

Ada lagi kegiatan snorkling. Gak usah baca referensi mah orang awam juga bakalan berpendapat kalau daerah ini asik banget buat snorkling, diliat dari tengah aja airnya bening biru, semakin dekat dengan pulau air kadang berubah hijau dan dasarnya, terumbu karang itu kelihatan cantik banget. Tapi sayang juga gak sempet snorkling di sini.

Oke mungkin next time kudu banget sehari semalem di sini nginep dan snorkling juga. Semoga bisa balik ke sini lagi, bisa banyak ngobrol lagi sama warga lokal dan lebih tau banyak tentang orang-orang dan budaya di luar zona nyaman kita. Aamiin.

0

Sendang Gile dan Tiu Kelep, Jamuan Alam Mewah Ala Senaru


Menikmari 2 Air Terjun di Senaru ini layaknya makan malam di restauran mewah. Saya sebut demikian karena menikmati Air Terjun disini seperti kita disuguhkan makanan pembuka untuk awalnya, lalu makanan utamanya dan tak lupa desertnya. Menurut saya menikmati 2 Air Terjun ini mirip-mirip seperti itulah. :)


Sendang Gile dan Tiu Kelep, 2 air terjun yang gak boleh terlewatkan ketika kita mengunjungi Senaru. Entah kenapa saya selalu tertarik dengan yang namanya Air Terjun padahal berenang saja saya tidak bisa, atau mungkin sensasi yang ditawarkan untuk mendapatkan view Air Terjun itu kayak-kayak ngejar-ngejar cewe' yang susah banget dideketin, tapi akhirnya dapet. Hahaha.

Akses dan Lokasi


Oke lupakan, kita mulai dari perjalanan menuju Sendang Gile. Kedua Air Terjun ini berada di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kita mulai start point dari kota Mataram, Lombok dan ternyata lokasi dan Aksesnya lumayan jauh menempuh jarak sekitar 70 km atau waktu tempuh kurang lebih 2,5 jam, melalui rute berikut :


Tapi asli 2,5 jam perjalanan terbayarkan dengan pemandangan sekitar yang kontras banget, sebelah kanan agak jauh kita bisa liat cantiknya jajaran hijau Gunung Rinjani dan sebelah kiri kita bisa lihat hamparan air, pemandangan laut lepas dan rasain langsung hembusan anginnya yang sejuk banget di 30 menit perjalanan sebelum Lokasi Air Terjun.


Sesampainya di sini langsung saja masuk dengan membayar biaya restribusi dan ada yang nawarin Guide ke Tiu Kelep dengan harga bervariasi. Agak heran juga saya kenapa musti ada Guide ke Tiu Kelep, karena emang akses jalannya susah (baca : uenak, menantang, dan asik) banget, dimana dikhawatirkan mereka yang baru pertama ke Air Terjun sesusah (baca : uenak, menantang, dan asik) ini bakalan kesulitan sampai di ujung. Mungkin seperti itu menurut saya. Saya sarankan pakailah Guide demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. Bersama Guide kita bisa ngobrol dan dapet banyak cerita tentang sejarah dan kebudayaan lokal dimana hal tersebut menjadi keasyikan tersendiri yang menyenangkan dan berharga menurut saya

Air Terjun Sendang Gile

10 menit perjalanan melewati anak tangga batas antara pemukiman dan hutan, hembusan kabut dan suara desir air mengalir mulai terdengan kencang, dan tak lama kemudian sampailh di sini, Air Terjun Sendang Gile. Ini yang kami sebut Makanan Pembukanya.

Aliran air Sendang Gile diyakini berasal dari Danau Segara Anak Gunung Rinjani, airnya jatuh dari tebing yang bertingkat di penuhi oleh tumbuhan hijau yang menempel pada sisi tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter.

Air Terjun Tiu Kelep

Nah jalan lagi agak ke atas dengan waktu tempuh sekitar 25 menit dengan jalur yang MasyaAllah, "Nikmat Tuhan Manakah yang Engkau Dustakan", membuat mata, hati, dan pikiran seketika fresh dan yang ada hanyalah tenang, syahdu, dan bahagia.


Jalan yang kita lewati bervariasi mulai dan anak tangga, jembatan di atas bukit, saluran irigasi, menyebrangi dan menyusuri sungai dengan aliran yang lumayan desar, tumpukan batu yang sewaktu-waktu bisa saja berubah posisi, dan gerimis yang jatuh langsung ke kepala sungguh menenangkan pikiran.


Nah ini Dia Menu Utamanya Air Terjun Tiu Kelep. Sebelum ini, Air Terjun Kapas Biru jadi idola saya dengan keindahannya yang gak kalah juga sama ini, tapi ternyata Tiu Kelep ini berhasil mendapatkan hati saya lalu menggeser Kapas Biru yang juga menawan.

Sesampainya di sini main air lah sepuasnya, berenang asyik, sekedar cuci muka bagus, foto-foto harus hati-hati dan bijaklah, makan bekal yang di bawa juga uenak banget, tapi jangan lupa bawa pulang sampahnya atau buang di tempat sampah.


Sudah selesai Air Terjunnya, tapi masih ada Makanan Penutupnya, yaitu pulang dengan melewati terowongan Air yang waktu tempuhnya sekitar 100 m. Bayangkan 100 m di terowongan yang hanya ada lubang cahaya tiap beberapa meter saja, degan aliran air yang lumayan deras tapi hanya selutut, dan gelap yang mencekam. Ditambah kelelawar berterbangan tanpa peduli betapa deg-deg annya kita. Hahaha, asli asik banget, seru pokoknya. Tinggal ikutin jalan aja alannya dan selalu berfikir positif, Nah nanti kita akan keluar di beberapa meter sebelum Air Terjun Sendang Gile yaitu jalan awal tadi.


Butuh waktu seharian buat saya untuk menikmati Air Terjun ini. Walaupun situasinya hujan yang cukup deras, tapi Alhamdulillah bukan cuma ngejar foto tapi ada kesan yang bisa diceritain ke anak cucu kita nanti kalau jalan-alan gak selalu tentang foto-foto ciamik yang di posting dengan beribu like dan jutaan follower, tetapi cerita yang abadi yang bisa diceritakan, kalau gak lupa karena udah pikun, makaya saya tulis disini, biar bisa dibuka dan dibaca lagi. Hehe.

Oke itu dia Cerita Air Terjun saya yang masih satu paket sama jalan-jalan ke Lombok, yang mau tahu Itinerarinya, bisa klik Link Ini :

Enjoy Explore Lombok, Ini Itenerary Saya
Bener kata orang Jalan-jalan ke Lombok itu Berat, Berat Pulangnya. Dan "Dilan" pun menambahkan, Kamu gak akan kuat, Biar Aku Saja. :)