Suroboyo Bus, Transportasi Mbois Surabaya Punya

Suroboyo Bus, transportasi umum masal teranyar persembahan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Cukup dengan sampah botol plastik, bisa naik bus mewah dan nyaman keliling kota. Salah satu moda transportasi kekinian yang berwawasan lingkungan. Mari sama-sama keliling kota Surabaya sambil kenalan lebih jauh dengan Suroboyo Bus. Silahkan nyamankan tempat duduk Anda! :)


Sore, 20 September 2018 saya berada di Halte Rajawali untuk menukarkan sampah botol plastik dengan tiket Suroboyo Bus. Tiap 1 tiket dapat diperoleh dengan menukarkan 3 botol besar atau 5 botol sedang atau 10 gelas cup sampah plastik. Saya membawa satu plastik besar sampah botol dan mendapatkan 4 stiker tiket. Nah setor sampah ini bisa dilakukan setiap hari mulai pukul 07:00 hingga 16:00 di Terminal Purabaya dan Halte Rajawali.


Selain setor sampah seperti yang saya lakukan, untuk mendapatkan tiket Suroboyo Bus bisa langsung membawa sampah botol plastik saat naik bus.

Karena jam pulang kerja dan Halte Rajawali sangat ramai, saya berfikir untuk menuju halte Siola sembari menunggu agak sepi sambil memantau posisi bus melalui aplikasi "GOBIS". Nah kerennya Suroboyo Bus itu dapat dipantau melalui aplikasi secara real time. Aplikasi ini juga memuat informasi moda transportasi lain yang beroprasi di Surabaya.


Halte Siola menunjukan pukul 18:05 dari arah Jalan Pahlawan terlihat bus besar berwarna kuning memasuki Jalan Tunjungan, kemudian melaju pelan dan berhenti di Halte Siola. Ternyata Suroboyo Bus Tumpuk. Beruntungnya saya dapat naik Bus idaman warga Surabaya saat ini yang baru diresmikan 5 September 2018 dan hari ini, hari pertama diberlakukannya tiket untuk Suroboyo Bus Tumpuk setelah sebelumnya digratiskan mulai peresmian hingga 19 September 2018.


SUROBOYO BUS TUMPUK


Senyum ramah pemandu bus saat pintu terbuka seketika membuat saya merasa naik kendaraan Prioritas. Ditambah suasana bus yang mewah dan nyaman, bikin adem. Saya berikan kartu setor sampah yang saya peroleh tadi dan bilang, "Turun Terminal Purabaya". Tak lama kemudian tiket di print dan diberikan ke saya, lagi lagi dengan senyum bersahabat. Bener-benar pelayanan prima. Tiket Suroboyo Bus ini dapat digunakan sesuai jam berlaku yang tertera pada tiket.


Bus ini merupakan hasil dari CSR salah satu Bank Swasta awalnya direncanakan beroperasi untuk Jalur Barat - Timur (ITS - UNESA), tetapi saat ini beroperasi di Jalur Utara - Selatan dengan rute yang sedikit berbeda yaitu Terminal Purabaya - Halte Pringandi. Ini dikarenakan di sekitar daerah Tugu Pahlawan terdapan Viaduk yang tak dapat dilewati Suroboyo Bus Tumpuk. Bus beroperasi setiap hari, Senin - Sabtu pukul 06:00 - 21:00 dan minggu pukul 09:00 - 21:00.

Sumber : DisHub Kota Surabaya

Balik ke Halte Siola saat bus datang saya sempat melihat logo Mercedes-Benz dan setelah saya browsing, bus ini menggunakan mesin Mercedes-Benz OC500RF 2542, pantas saja nyaman banget. Saya sedikit tahu bagaimana keunggulan kendaraan Mercedes-Benz baik dari segi chassis, suspensi, sampai mesin yang sudah terintegrasi dengan control unit atau biasa disebut Engine Electric.

Suroboyo Bus Tumpuk ini dapat diisi 71 orang (16 kursi bawah dan 59 kursi atas) ditambah 1 driver dan 2 orang pemandu bus. Seluruh penumpang diwajibkan duduk dan tidak diijinkan adanya penumpang berdiri.


Selama perjalanan yang menjadi perhatian utama saya adalah fasilitas sekitar dan ruang bus yang sangat luas, tidak berjubel dan kursi yang disediakan sangat nyaman. Ditambah bus bertipe Low Deck sehingga memudahkan penumpang yang akan naik ke Bus, dan tentunya ramah untuk penyandang difabilitas.


Sampai di daerah Bambu Runcing, saya naik ke bagian atas bus dan seketika terkesima dengan pemandangan kota yang tersaji , apalagi suasana malam berbalut gemerlap lampu kota. Kemudian saya berfikir pasti keren saat melintasi Jalan Tunjungan tadi. Penyesalanpun hadir belakangan.


Tak terasa Bus sampai di Terminal Purabaya. Semua penumpang diwajibkan turun dan menunggu sekitar 15 - 30 menit untuk crew melakukan maintenence singkat terhadap bus. Saat sampai di Terminal Purabaya saya kembali melirik Suroboyo Bus Warna Merah yang berjajar dengan Suroboyo Bus Tumpuk.


Terlihat kecil namun tetap saja mempesona dan membuat saya tertarik untuk mencobanya lagi. Jadi saya putuskan untuk balik ke Halte Siola dengan armada ini.


SUROBOYO BUS MERAH


Start sekitar pukul 19:45 saya menggunakan tiket yang saya gunakan naik Suroboyo Bus Tumpuk tadi. Suroboyo Bus Merah ini beroperasi Senin - Sabtu pukul 06:00 - 22:00 dan Minggu pukul 09:00 - 22:00. Bus ini diresmikan sekitar Bulan April 2018, saat ini terbagi dalam 2 jalur yaitu Utara - Selatan (Terminal Purabaya - Halte Rajawali) dan Barat - Timur (ITS - UNESA). Kedua jalur ini terhubung pada beberapa titik sehingga memungkinkan kita untuk berganti jalur melalui halte yang tertera pada peta di bawah ini.

Sumber : Instagram @suroboyobus

Suroboyo Bus Merah ini sama-sama menggunakan armada Mercedez-Benz tetapi berbeda tipe yaitu O500U 1726 yang juga merupakan bus Low Deck. Suroboyo Bus Merah ini dapat menampung 67 penumpang. 31 penumpang duduk yang dibagi dengan warna kursi, merah (prioritas), pink (khusus perempuan), orange (umum)  dan 26 penumpang berdiri dilengkapi handle pegangan tangan. Bus ini juga dilengkapi area untuk penyandang difabilitas yaitu area khusus kursi roda. Pembagian ini dimaksudkan agar seluruh penumpang merasa aman dan nyaman juga mendapatkan haknya selama berada di bus.


Jika saya perhatikan fasilitas paling mencolok dibandingkan Suroboyo Bus Tumpuk adalah LCD Display yang difungsikan sebagai papan informasi dan menampilkan beberapa video kegiatan tentang Surabaya. Suara menginformasikan lokasi halte yang uniknya dalam 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Suroboyoan.


Bus ini terintegrasi dengan SITS Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Dengan teknologi Bus Priority, bus ini anti macet, lampu lalu lintas akan dikondisikan hijau ketika bus melintas. Tetapi kita tahu, kondisi lapangan selalu berubah, jadi saat kalian menemukan bus berhenti karena lampu merah, jangan lantas menilai informasi ini hoax dan pencitraan ya.

Tak terasa bus hampir sampai di Halte Siola, terdengar melalui informasi speaker bus. Saya cukup menekan tombol stop yang ada pada bus yang akan memberi warning pada pemandu bus kemudian menghampiri saya untuk membantu saya turun dari bus. Keren.


Selesai perjalanan dan pengalaman berkesan naik bus hanya dengan sampah plastik. Kampanye ini sangat efektif mengurangi kemacetan dan memberdayakan sampah. Sampah yang terkumpul tak kemudian dimusnahkan tetapi dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Cerminan transportasi masa kini yang berwawasan lingkungan, ditambah kenyamanan dan fasilitas yang mewah dan dapat terjangkau semua kalangan. Suroboyo Bus, Transportasi Mbois Surabaya Punya.

Post a Comment

6 Comments

  1. Replies
    1. 👍👍 dikomen programer, sampek gemeter aku. 😅

      Delete
  2. mantabbb ulasannya bro, selamat juara 3 bro hehehe salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mas bro. Udah sempet baca post nya situ jauh2 hari cuma maaf belum sempet komen ajaa. Hehe.. Keren keren mas artikel2nya. Top, (y) (y)

      Delete
  3. Ya ampun mas,selamat yoo tulisan ini juaraaaa,yeyy :D
    Emang bagus banget, detail dan substantif. Hebat dagh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mbak, makasih apresiasinya. Untungnya sampean enggak ikut berpartisipasi, pasti aku jadi penonton aja kalo sampean ikut. Hehe..

      Delete