Team Hore Gas Coban Rais, Akhirnya Trekking Lagi


Akhirnya trekking lagi. Setelah beberapa waktu lamanya tidak berkeringat dan kepayahan yang sangat. Melulu tentang kota tak baik untuk hati. Sedangkan melulu tentang alam tak baik untuk fisik. Jadi sesekali lah, yang penting balance. Dan berlibur ke alam menjadi salah satu cara saya mem-balane-kan hidup bagi saya. Itulah pendapat saya. Pendapatmu?


Perjalanan kami mulai dengan team yang ala kadarnya. Berangkat 4 orang dari Surabaya pukul 2 siang, kami menikmati perjalanan dengan penuh suka cita. Bercanda, bernyanyi, nostalgia dan lain sebagainya sampai saat kita sampai di Malang hanya untuk mampir makan, setelah itu gas Batu. Istimewa sekali. Mungkin malam terlalu malam sehingga tak sempat untuk kami keliling kota Malang ditambah gerimis yang agak mengganggu kala itu. Jadi kami memutuskan langsung mencari penginapan di Batu. Tak terfikir kemana esok hari yang penting hari ini bisa tidur nyenak.

Kesokan paginya entah bagaimana tercetuslah Coban Rais setelah sebelumnya muncul nama-nama seperti Paralayang, Museum Angkut, Coban Rondo, dan teman-temannya. Menjadi tempat yang cukup hits, Coban Rais memang disulap menjadi komplek pariwisata yang sangat bagus. Ada tempat foto keren, Batu Flower Garden, gazebo tengah pepohonan rindang, hamock bersusun warna-warni, Rumah Hobbit, dan Air Terjun Coban Rais itu sendiri.


AKSES DAN LOKASI

Berada di Jalur Lingkar Barat, Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Jarak tempuh dari kota Batu kurang lebih adalah 7 km dan kira-kira memakan waktu kurang dari 30 menit. Kalau aksesnya, biasanya saya melalui Alun - Alun Kota Batu, naik aja ke arah daerah Amarta Hills, yang penginapan-penginapan itu, atau yang saya tahu yaitu Villa Celebritis. Dari sana kan ada seperti jalan lingkar, kalo ke Villa Celebritis ke kiri itu yang lurus terus nanti pokoknya belok kanan aja ada plakatnya kok, jelas. Saran saya jangan terpaku ke penjelasan saya tapi percayalah pada Google Maps. Eh salah, pada Tuhan Yang Maha Esa. Hehe.


TIKET MASUK

Kalo menurut saya, harga tiket masuk ke sini lumayan juga, apalagi kalau masuk ke lokasi spot foto. Ada lagi, kalau bawa kamera tambahan atau drone bisa nambah lagi biayanya.
  • Ojek = 10.000
  • Parkir Mobil = 10.000
  • Parkir Motor = 5.000
  • Tiket Masuk = 10.000
  • Batu Flower Garden = 25.000
  • Bawa Action Cam = 10.000
  • Bawa DSLR = 20.000
  • Bawa Drone = 75.000
Dan lain sebagainya saya agak gak notice karena lebih berfokus ke Air Terjunnya saja.

Sampai di base camp awal, kami langsung ditawari ojek yang bisa mengantar sampai atas. Karena memang niat kami trekking sampai ke air terjun, jadi kami menghiraukan tawaran bapak bapak ojek dan memilih berjalan kaki menikmati semua yang ada sesampainya. Berikut rute dan tarif perjalanan sampai ke Air Terjun Coban Rais. Eh bukan sampai air terjunnya sih. sampai batas akhir kendaraan bisa mengantar dan itu kira-kira 700 meter sebelum lokasi air terjunnya. Haha, mateng. :)


TENTANG COBAN RAIS


Kata orang, dulu itu coban ini bernama Coban Sabrangan. Sabrangan mungkin berarti menyebrang. Karena menuju kesini haruslah dengan menyebrang sungai. Jalurnya sendiri benar benar mendaki gunung lewati lembah dan sungai. Jalurnya mirip mendaki gunung, menantang dan asik walaupun jalannya engak nanjak-nanjak banget. Melewati jalur trekking Coban Rais ini saya jadi ingat tentang jalur menuju Air Terjun Tiu Kelep, Senaru, Lombok. Menyisir sungai dan jalan sempit juga hutan yang lumayan lebat. "Sendang Gile dan Tiu Kelep, Jamuan Alam Mewah Ala Senaru".


Nah ini adalah pos terakhir dimana kendaraan bisa mengantarkan kita. Sampai disini sampai ke air terjun masih ada sekitar 700 meter lagi dengan jalan yang semakin asik dengan suasana hutan. Karena lebih dalam masuk ke hutan perhatikan baik-baik jalur dan petunjuk arahnya ya agar tidak tersesat atau mengikuti jalur yang salah yang justru membahayakan. Tetap santai, tenang, dan peduli lingkungan. Jangan ruusak apapun dan jangan buang sampah sembarangan.

Nah setelah trekking beberapa menit, saya kira sekitar 30 menitan kami sampai juga di lokasi air terjun. Lokasinya asik ditengah hutan, masih asli, dan mungkin minim sentuhan modern. Ini yang buat saya suka. Debit air saat itu pas banget tidak terlalu deras dan tidak terlalu sedikit. Pokoknya sip mantap.


Sejenak menikmati air terjun dan tak lama kemudian bergegas pulang. Selain itu jalur pulang pun nyaman untuk dinikmati, bermain air, ditambah hujan gerimis menambah syahdunya perjalanan kami. Haha, hujan emang ciamik, banyu langit bikin kepala adem hati ayem. :)


TEAM PERJALANAN

Agung - Fahrur - Tian - Chandra
Share:

2 comments:

  1. aku pernah kesini dua tahun yang lalu, tapi gagal sampai ke air terjun nya krn cuaca gak mendukung. akhirnya cuma foto2 aja deh di spot2 foto batu flower garden.

    kalo dari batu flower garden masih jauh gak si mas naik nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauh sih. Ada 1 km lebih deh kayaknya, tapi asik perjalanannya kok. Apalagi grimis grimis gitu. Kalo deres mah malah ngeri ya. Hehe

      Delete