Surabaya Pintar Bersama Surabaya Shopping And Culinary Track (SSCT) Visit Museum

September 2, 2018. Surabaya Shopping And Culinary Track (SSCT) adalah sebuah bus yang dikelola oleh Disparta Kota Surabaya yang akan mengantarkan kita berkeliling kota Surabaya dengan rute tertentu sesuai jadwal kunjungan tiap minggunya. Tujuannya jelas untuk mengenalkan wisata dan UKM kota Surabaya. Selama kunjungan kita akan didampingi oleh Guide yang merupakan satu bagian dari Bus SCCT ini. Bus ini berbeda dengan Surabaya Heritage Track (SHT) yang dikelola oleh Museum House Of Sampoerna dengan tujuan bangunan bersejarah di Surabaya.


Jadwal dan Rute SCCT Bus

SSCT bus beroperasi setiap hari Selasa, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 09:00 sampai 14:00. Start Balai Pemuda Surabaya bus ini akan mengantarkan kita mengelilingi kota Surabaya dengan rute yang dibagi menjadi 2 yaitu Visit Museum dan Visit Bahari.

Visit Museum (Minggu I & 3)

Balai Pemuda - Balai Kota - Museum Surabaya - Museum 10 November - Museum Kesehatan - De Javasche Bank - Jembata Merah Plaza - Balai Pemuda.

Visit Bahari ( Minggu 2 & 4)

Balai Pemuda - Balai Kota - Monumen Kapal Selam - Museum Surabaya - Kenjeran - Sentra Ikan Bulak - Balai Pemuda.

Tiket

Tiket ini adalah hal yang saya rasa penting untuk dibahas. Harganya sih cukup terjangkau yaitu Rp 7.500 saat artikel ini di buat. Tiket ini tidak termasuk tiket masuk museumnya. Jadi kita perlu menyiapkan dana pribadi untuk masuk ke beberapa museum yang diharuskan membayar dana restribusi atau sejenisnya. Bus SSCT ini jumlahnya hanya 1 unit dan beroperasi 3 hari dalam seminggu yang dapat menampung 24 orang tiap tripnya. Sedangkan antusias warga baik dari dalam maupun luar Surabaya sangatlah besar sehingga sulit untuk mendapatkan tiket untuk Bus ini.

Sistem yang diterapkan saat artikel ini dibuat yaitu, Tiket dijual tanggal 1 untuk tiap bulannya. Pembeliannya langsung di Balai Kota Surabaya yang dibuka untuk mulai pukul 07:30 pagi. Dan disediakan tiket on the spot setiap jadwal keberangkatan bus sekitar 6 tiket saja dan tentunya harus datang sepagi mungkin agar bisa mendapatkan tiket on the spotnya.

Berikut ada beberapa tips dari Saudara Raffi Rizki Illahi dan Dessy Kusumaningrum yang kebetulah sudah mengantrekan tiket dan berbagi tips untuk saya dan teman-teman, Terima Kasih Banyak.
  • Berangkat setengah 5 dari rumah (Sepagi mungkin karena banyak sekali yang antre mulai pagi).
  • Tiba di lokasi langsung menuju loket pemesanan tiket (ada di area perpustakaan balai pemuda).
  • Ambil nomor antrean pemesanan tiket dan tunggu antrean hingga pukul 07:30 (karena pemesanan tiket dibuka pukul 07:30).
  • Bawa air minum dan bantal (lumayan buat tiduran sambil nunggu).

PERJALANAN SAYA

Minggu 2 September kemarin saya mendapatkan tiket tentunya untuk Visit Museum karena berada di Minggu I bulan September. Nah Rutenya sudah jelas kan kita akan mengelilingi Surabaya dan mengunjungi beberapa Museum yang ada. Didampingi oleh Cak dan Ning Surabaya sebagai Guide kami, inilah perjalanan saya.

Balai Pemuda

Meeting point nya adalah di Balai Pemuda Surabaya. Karena hari itu hari minggu, banyak sekali kegiatan pagi yang dilakukan di Balai Pemuda. Emang benar sih, ini tempat asik banget buat ngumpul anak-anak muda daripada mager gak jelas dirumah, mending berkreasi dan produktif. Selain itu fasilitas dan kegiatan yang ada disini terbilang cukup baik.


Bus berangkat kurang lebih pukul 09:00. Diawali dengan perkenalan dan basa-basi, sembari perjalanan menuju destinasi tujuan, Cak dan Ning memberikan beberapa gambaran tentang lokasi tujuan dan sesekali menunjukan beberapa lokasi strategis di Surabaya yang dilewati selama menuju lokasi.

Balai Kota


Memasuki lokasi pertama yaitu Balai Kota Surabaya, kami disuguhkan pemandangan Taman Surya dari sudut pandang Balai Kota. Pagi yang sejuk dan indah saat itu sekitar pukul 9 lebih, bayangkan saat lebih pagi udara sejuk, gemericik air mancur, dan pemandangan burung berterbangan.(Huh, jadi kangen Jogja). Masuk ke lantai 1 Balai Kota kami belajar banyak tentang sejarah kota Surabaya melalui Cak dan Ning. Penjelasan yang menarik disertai beberapa ilustrasi yang ada di ruangan seperti lukisan Suro dan Boyo, patung ukiran jati Suro dan Boyo, Foto Bendera Surabaya dari masa ke masa, pojok produk UKM kota Surabaya, dan lain sebagainya.


Jadi sejarah Surabaya itu sendiri bukan legenda peperangan binatang Suro (Ikan Sura) dan Boyo (Buaya) untuk mempertahankan wilayah masing-masing. Menurut penjelasan panjang lebar dari Cak dan Ning Surabaya, dulu waktu masih dalam bagian Kerajaan Majapahit, Surabaya yang dulu bernama Ujung Galuh diserang oleh tentara Tar-tar Bangsa Mongol. Lalu entah bagaimana saya ngelantur lupa akhirnya terbentuklah Surabaya, Sura Ing Baya (Berani dalam Bahaya), Hehe. Banyak literasi yang menyebutkan sejarah Surabaya dalam berbagai versi.


Bunker Balai Kota

Masih di area Balai Kota, di ruang bawah tanah terdapat Bungker yang dulunya menjadi jalan pelarian rahasia. Memiliki 2 jalur yang tembus ke Rumah Kediaman Wali Kota dan Gereja Maranatha. Saat ini Bungker telah dibuka dan menjadi Cagar Budaya yang dapat dikunjungi. Tetapi tentu tidak sembarang orang dapat masuk karena memang lokasinya kan berada di wilayah Balai Kota yang tidak sembarang bisa masuk.


Ruangan di sini sangat tidak nyaman dan memang sangat minim udara. Maka dari itu setiap kunjungan tak akan berlama-lama di sini. Tapi melihat bentuk bangunan  yang masih kokoh dan terlihat kuat, mengindikasikan bahwa sungguh Belanda jaman dulu berfikir sangat jauh ke depan dan membangun infrastruktur yang sangat baik dengan memperhatikan segala macam kemungkinan dan kebergunaannya. Salut.


Museum Surabaya


Lanjut menuju Museum Surabaya yang berada di Jalan Tunjungan. Museum ini berada di Gedung Siola yang jadi satu dengan Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA), Kantor Pantauan CCTV Surabaya, Co-Working Space (Koridor), dan juga ada pojok UKM (Oleh-oleh khas Surabaya). Ngomongin Gedung Siola ini juga menarik. Dulunya adalah toko Whiteaway Laidlaw & Co milik pengusaha Inggris, Robert Laidlaw. Lalu berubah nama menjadi Siola yang merupakan singkatan nama dari para pemiliknya yaitu (Soemitro - Ing Wibisono - Ong - Liem - Ang).


Nah kunjungan kita adalah ke Museum Surabaya. Museum ini berisi banyak sekali barang-barang sejarah dan terkini milik kota Surabaya. Di awal masuk Museum akan ada foto para pemimpin Surabaya sejak Jaman Belanda dulu hingga sekarang Ibu Tri Rismaharini. Lalu masuk ke dalam terdapat banyak sekali barang-barang dari masa ke masa. Seperti ruang waktu yang bisa kita lihat sejarahnya melalui barang-barang maupun foto dan ilustrasi yang ada, dari zaman dulu hingga sekarang.

Monumen Tugu Pahlawan


Letaknya searea degan Museum 10 November. Di area monumen kita bisa mengelilingi lapangan luas yang terdapat beberapa patung pahlawan dan ruang terbuka hijau seperti taman. Asik banget buat nyantai dan nyari inspirasi tentang pelajaran sejarah. Hehe. Monumen tugu pahlawan berbentuk paku terbalik dengan tinggi 41,15 meter.


Nah, area ini dulunya merupakan sebuah Gedung bernama Raad Van Justitie atau Gedung Kompetai. Gedung pengadilan pada zaman Belanda. Lalu dibumihanguskan arek-arek Suroboyo kemudian dibangunlah Tugu Pahlawan di sini. Sedang di awal masuk area ini akan disuguhkan pilar pilar atau gapura setengah rusak yang emang didesain dan dibangun sebagai replika Gedungnya dulu yang telah hancur dan mengingat perjuangan arek-arek Suroboyo.

Gedung Raad Van Justitie. Sumber : Pencarian Gambar Google.

Monumen 10 November


Mau belajar sejarah pertempuran 10 November, ya disini ini paling lengkap. Lengkap dengan ilustrasi, barang-barang perjuangan, diorama baik statis dan dinamis, juga suasana lagu perjuangan, pidato para pahlawan, dan tulisan semangat para pendiri bangsa. Berada di ruang bawah tanah, serasa memasuki markas rahasia, ditambah ruangan yang sejuk pas banget buat belajar dan mengingat, mengetahui perjuangan arek-arek Suroboyo saat itu.


Sedikit yang saya tangkap dari penjelasan pertempuran 10 November , pertempuran yang sangat dahsyat yang benar-benar menunjukan betapa solid dan gigihnya arek-arek Suroboyo. Inggris sangat percaya diri karena jumlah pasukan yang sangat timpang dari pihak Inggris dan Arek-arek Suroboyo, berucap dapat menaklukan Surabaya dalam waktu 3 hari saja. Tapi dalam kenyataannya Surabaya baru bisa takluk dalam waktu 21 hari. Hal ini mengindikasikan betapa tak mudahnya bangsa kita, Arek-arek Suroboyo menyerah begitu saja, berjuang haruslah hingga titik darah penghabisan, berjuang haruslah sepenuh hati dan tenaga. Merdeka!!! Karena serangan brutal 10 November tersebut membuat Inggris mendapat kecaman dari dunia Internasional yang membuat mau tak mau Inggris mengakui kedaulatan Indonesia. We lost the battle, but we won the war.


Museum Kesehatan

Berada di Jalan Indrapura No. 17 Surabaya, Museum kesehatan ini berisikan banyak peralatan medis mulai yang tradisional hingga yang modern. Karena visit kita hari minggu dan Museum Kesehatan hanya buka di Senin - Jumat, maka bisa mengunjungi museum ini secara pribadi karena emang dibuka untuk umum dan aksesnya bebas juga. Atau bisa tetep ikut tour SSCT Bus ini tapi nyari yang hari Selasa pas minggu 1 dan 3.

De Javasche Bank


Atau dikenal dengan Museum Bank Indonesia. Pernah saya kunjungi waktu Blusukan Kampung Eropa Jilid 4 bersama Love Suroboyo. Merupakan bangunan lama yang dulu digunakan sebagai Bank jaman dahulu. Berisikan banyak peralatan perbangkan seperti mesin kriling, cetak uang, dan sebagainya. Tak hanya menyimpan peralatan perbankan jaman dulu, bangunan disini juga memiliki keunikan tersendiri seperti ruang penyimpanan uang (Brangkas) yang sangat jadul bergaya Eropa, lalu desain bangunan yang walaupun tak ber-AC tetap dingin. Ini berkat sistem yang diterapkan mengadaptasi dari kendi yang diisi air akan tetap dingi. Jadi bagian bawah ruang ini adalah ruangan yang mungkin diisi air untuk sistem pendinginnya. Salut lagi dengan perancangan bangunan oleh Belanda. Satu lagi yaitu ruang CCTV yang menggunakan sistem kuno yaitu pantulan kaca.


Di lantai 1 Dulunya digunakan sebagai area nasabah, sekarang ruang terbuka yang difungsikan sebagai aula, tetapi ada area seperti ruang teller jaman dulu di pojok ruangan. Lantai atas yang dulunya digunakan sebagai ruang arsip, sekarang difungsikan seperti loteng berisi rak-rak arsip jaman dahulu yang tak digunakan lagi, ada juga pompa peninggalan jaman Belanda., selebihnya instalasi kabel dan pipa yang cukup banyak.


Jembatan Merah Plaza


Namanya juga Shopping and Culinary, jadi akan lengkap jika diakhiri dengan mengunjungi Jembatan Merah Plaza (JMP). Selain tempatnya yang emang terkenal juga banyak nilai histroris. Di depannya ada Taman yang cukup luas bisa digunakan untuk bersantai yaitu Taman Sejarah.


JMP ini saat ini menjadi salah satu mall grosir di Surabaya. Walaupun begitu di dalam sana juga ada beberapa kuliner Surabaya yang bisa dinikmati sambil juga belanja-belanja membeli oleh-oleh. Untuk warga Surabaya sendiri mungkin ini sudah tak asing dan biasa saja, tetapi bagi pengunjung dari luar Surabaya, saya rasa ini sangat menarik dan menghibur.

Finish


Oke muter-muternya selesai dan kita balik ke Balai Pemuda lagi. Sepanjang perjalanan Cak dan Ning memberika kuis yang hadiahnya Sovenir dari Cak dan Ning sendiri. Selain menambah wawasan juga mengingat apa yang tadi udah didapat selama perjalanan. Overall perjalanan cukup menarik karena saya banyak belajar tentang Surabaya dan sejaranya. Untuk mengisi waktu senggang dan berjalan bersama keluarga atau teman, SSCT bus ini jadi salah satu pilihat yang tepat. Jadi turun dari Bus, kita tambah pintar, tambah pengetahuan tentang Surabaya.


Terima Kasih Kepada Cak Kevin dan Ning Diska sudah sangat asik dan bersemangat jadi Guide kami di SSCT Bus Tour kali ini. Sampai ketemu lagi, semoga selanjutnya SSCT Bus Tour Visit Bahari.


Monggo, bisa dilihat sepintas tujuan lokasi Tour SSCT Bus Visit Museum yang kemaren saya ikuti, Semoga Bermanfaat dan terima kasih sudah mampir.


Post a Comment

2 Comments

  1. Ningnya senyum dikit dong :D
    Oalah museum kesehatan bukanya Senin sampe Jumat toh. Ok noted!
    Asik ya perjalanannya ada kuisnya juga hehe. Kreatif tour guidenya buat nguji se Bus mudeng apa enggak.

    Sehingga, mau menjelajah kemana lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokok nya SSCT Bus ini keren wis. Bus, destinasi, Guide, semuanya mantap.

      Next ke SHT yang belum pernah nyoba, Hehe..

      Delete