Blusukan Kampung Eropa Jilid 4 Bersama LoveSuroboyo

Minggu, 19 Agustus 2018, LoveSuroboyo dan Komunitas Love Suroboyo mengadakan kegiatan bertajuk Blusukan. Blusukan disini kalau saya artikan mungkin lebih ke wisata keliling kota (city trip). Istimewanya, Surabaya itu kota yang lengkap dengan banyak banget pilihan wisatanya. Ditambah dukungan pemerintahnya yang sangat getol hampir di semua aspek pengembangan kota.

Untuk kali ini judulnya adalah, "Blusukan Kampung Eropa Jilid 4". Kampung Eropa itu sendiri merupakan kawasan yang berada di Surabaya dengan banyak gedung tua berarstitektur Eropa. Jilid 4 nya adalah ini kali ke 4 LoveSuroboyo ngadain acara blusukan gini. Rute perjalanannya adalah Museum De Javasche Bank - Gedung Internatio - Taman Sejarah - Gedung Singa - Pabrik Siropen - Jalan Veteran - Museum Hidup Polrestabes - Gedung PTPN XI - Jalan Rajawali- Penjara Kalisosok - Museum De Javasche Bank.

Oke langsung saja kita mulai perjalanannya :

Museum De Javasche Bank


De Javasche Bank itu adalah bank pertama kali di Batavia bersiri pada 24 September 1828 pada masa pemerintahan Hindia Belanda atas perintah raja Willem I. Lalu membuka cabang di Surabaya pada 14 September 1829, dan kota-kota lainnya. Pada tanggal 1 Juli 1953 bank ini berubah nama menjadi Bank Indonesia, dan resmi dibuka untuk umum setelah adanya rekonstruksi bangunan pada tahun 2012. Gedung ini terdiri dari 3 lantai yaitu,

Lantai 1 (Ruang Bawah Tanah, sekarang museum,


Lantai 2 (Ruang kantor, sekarang ruang pameran),


Lantai 3 (Dulunya Ruang Arsip).


Titik kumpul dan pembukaan acara ya di sini ini. Bertempat di Lantai 2, seluruh peserta dan panitia kumpul dulu untuk pembukaan, kemudian lanjut ke lantai bawah keliling area Museum, selesai itu, melanjutkan perjalanan ke rute selanjutnya.


Taman Sejarah

Foto By @lovesuroboyo @rachmad_juliantono @mazfajarmujianto @cak_dimdim

Perjalanan selanjutnya melewati Taman Sejarah. Taman ini letaknya di Depan Jembatan Merah Plasa dan berada di samping Jembatan Merah yang terkenal yaitu saksi bisu perjuangan arek-arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan. Di sini acaranya adalah penjelasan tentang sejarah berkaitan Jembatan Merah, rincian kejadian, tokoh, peninggalan, dan lain sebagainya. Cerita lebih lengkapnya bisa search di literatur lain sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo.

Gedung Singa

Foto By @lovesuroboyo @rachmad_juliantono @mazfajarmujianto @cak_dimdim

Gedung ini dibangun pada 1901 pada jaman kolonial dan dipakai sebagai kantor Algemeene Maatschappij van Leensverzeking en Lijfrente (Perusahaan Umum Pertanggungan Jiwa dan Anuitas Jiwa), yaitu perusahaan asuransi terbesar yang didirikan tahun 1990 namun kemudian bangkrut pada 1921. Sesuai dengan nama Gedung ini, di bagian depan Gedung terdapat patung Singa.


Gedung ini letaknya tak jauh dari Jembatan Merah, sejalur arah menuju Tugu Pahlawan.

Pabrik Sirup Siropen

Foto By @lovesuroboyo @rachmad_juliantono @mazfajarmujianto @cak_dimdim

Lanjut perjalanan menuju Pabrik Sirup Siropen. Pabrik ini merupakan pabrik Sirup pertama di Indonesia berlokasi di Jl. Mliwis No. 5 Surabaya, didirikan oleh DC Van Drongelen  pada tahun 1923. Untuk tulisan lengkap tentang Pabrik Sirup Siropen dapat dilihat di artikel berikut, "Siropen Heritage, Sirup Rasa Sejarah".


Berhubung hari minggu, tentu saja pabrik ini tutup dan kami hanya memperoleh penjelasan dari panitia beberapa hal tentang Siropen sekaligus eksplore bangunan lama sekitar dan tak lupa berfoto ria.

Museum Hidup Polri

Foto By @lovesuroboyo @rachmad_juliantono @mazfajarmujianto @cak_dimdim

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Museum Hidup Polri. Tempat ini merupakan bagunan Cagar Budaya pada zaman penjajahan yang sekarang kawasan ini juga difungsikan sebagai Polrestabes Surabaya dengan adanya beberapa Gedung Baru. Hanya bangunan di bagian depan yang merupakan bangunan lama, dan bangunan inilah yang difungsikan sebagai Museum.


Dikenal Sebagai Gedung Hobiro (Hoofdbureau van Politie te Soerabia). Bangunan yang diresmikan oleh Kapolri Jendral Badrodin Haiti pada tanggal 10 Oktober 2015 ini memiliki nilai sejarah tinggi. Pernah ditempati Belanda, Jepang, dan KNIL.


Gedung PTPN (PT Perkebunan Nasional) XI

Foto By @lovesuroboyo @rachmad_juliantono @mazfajarmujianto @cak_dimdim

Destinasi berikutnya yaitu Gedung PTPN XI. Menjadi Gedung paling megah dan ditunggu tunggu peserta blusukan. Tempatnya yang epic, asri, dan kuno ini merupakan tempat paling cocok untuk berfoto ria. Ditambah lagi bagian dalam Gedung ini juga sangat bagus, Desain khas bangunan lama dan tempatnya yang terawat, bersih, dan nyaman untuk dikunjungi.


Nah jika naik beberapa lantai hingga lantai paling atas, akan terlihat ruang arsip yang tua berisi kumpulan dokumen yang tersusun dalam rak yang sangat banyak. Beber-bener tua dan tak terurus di bagian ini. Tetapi menurut saya ini tempat yang bagus untuk nuansa vintage. Ruangan gelap, sarang laba-laba, ditambah masuknya cahaya melalui lubang atap yang menambah kerennya gedung ini. Pokonya sip lah.


Naik lagi di top gedung ada tempat terbuka yang dulu katanya tempat mendaratnya heli. Emang tempatnya luas sih dan gedung-gedung kota terlihat dari sini. Hanya saja akses ke sini hanyalah tangga kayu tua yang not recomended dan sebenarnya not allowed untuk dilewati. Mungkin cukup kami beberapa saja yang naik, demi keselamatan dan kenyamanan, nah kalau nekat, resiko tanggung sendiri.


Gedung ini semula merupakan Gedung Mamblodse Venotschaaf Handels Vereeniging Amsterdam milik Hindia Belanda. Dibangun arsitek Batavia terkenal Hulswit, Fermont & Ed. Cuypers kemudian diresmikan tahun 1924. Dinasionalisasi menjadi PTPN XI tahun 1958.


Next Perjalanan ...

Perjalanan selanjutnya seharusnya menuju Penjara Kalisosok melewati Jalan Rajawali. Nah, karena info di sana gak boleh masuk akan dirasa percuma juga jika kesana, jadi plan berubah sehingga kita balik ke Museum De Javasche Bank untuk penutupan acara.


Penutup

Penutupan acara didahului tentang beberapa games dengan hadiah gantungan kunci LoveSuroboyo dan seluruh peserta mendapat merchendaise (stiker) dari LoveSuroboyo. Ramah tamah dengan penyampaian beberapa kesan pesan peserta dan ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Surabaya Oh Surabaya.


Oke sedikit testimoni aja, kegiatan ini emang udah lama saya pribadi tungguin. Basicnya saya juga jalan-jalan dan juga sejarah. Jadi pas banget acaara kek gini bisa nambah wawasan sekaligus teman baru. Acaranya sederhana sih menurut saya tapi bermakna sekali. Bukan event besar-besaran tapi cukup asik buat seru-seruan nambah teman dan wawasan. Suwun LoveSuroboyo .


Ada banyak hal di dalam hidup kita yang memori otak kita gak bakalan sanggup untuk menyimpan seluruhnya, maka foto dan tulisan menurut saya sangat membatu, terlebih jika dapat tersampaikan kepada khalayak. Semoga Bermanfaat.


Berikut tujuan Blusukan Kampung Eropa Jilid 4 ini, semoga bermanfaat.


Post a Comment

5 Comments

  1. Replies
    1. Suwun mbak, ditunggu juga tulisan e njenengan. 👍👍

      Delete
  2. Usually, I never comment on blogs but your article is so convincing that I never stop myself to say something about it. You’re doing a great job Man. Best article I have ever read

    Keep it up!

    ReplyDelete