2

Rafting Asik Kali Kromong Bersama Obech Rafting


Rafting Asyik Team Delta Force

Jadi untuk pertama kalinya akhirnya bisa ngerasain asyik dan deg-degan nya yang namanya arum jeram atau lebih sering kita kenal dengan istilah rafting. Bersama The Young Gun Team Hore Delta Force Terminal Petikemas Surabaya berhasil menjadikan kegiatan kali ini menjadi sebuah cerita yang isinya adalah sebagai berikut. Langsung saja ke TKP :

Akses dan Lokasi

Kali (Sungai) Kromong letaknya di daerah Pacet, Mojokerto. Gampangnya kalau kita main-main ke Pacet, atau yang udah pernah ke Cangar deh lewat Pacet, nah Kalinya itu letaknya di jalur perjalanan kita. Beberapa meter naik lagi akan kita temui plank atau sejenis papan bertuliskan Obech Rafting. Nah ini dia yang akan ngajak kita menyusuri Kali Kromong dengan perahu karet nya.

Jembatan Kali Kromong

Obech Rafting

Plank Nama Obech Rafating

Sekilas tentang Obech Rafting bisa dilihat di mari gan, www.obech.com . Websitenya udah nyediain informasi yang lengkap beserta pricelist program yang ditawarkan. Gak hanya rafting sih, yang lainya juga ada, monggo check sendiri ya.

Breefing

Biasain brefing sebelum eksekusi suatu perjalanan. Ngerencanain perjalanan itu gak musti panjang lebar. Bisa aja dadakan, yang penting kudu ada plan. Nah brefing ini bisa jadi voting suara untuk nentuin tujuan perjalanan kita untuk ngatur plan dadakan yang kira-kira akan dilalui.

Brefing Lokasi Perjalanan

Biasain breefing jangan lama-lama dan bimbang. "Pokok e budhal ae", Yang penting berangkat dulu dan setuju dulu sama satu destinasi perjalanan. Baru deh di jalan kita mulai prepare dan atur plannya.

On The Way

On The Way View Penanggungan

Selama perjalanan saya coba contact CP yang ada di website tersebut dan Alhamdulillah responya baik dan cepat, kami langsung diarahkan menuju Base Camp dan pihak nya seketika itu koordinasi nyiapin segala keperluanya untuk kita. Ow iya kemarin kami berangkat itu minimal 6 orang sekali berangkat ya, Jadi yang mau berangkat usahain nyari Team yang isinya 6 orang supaya bisa rafting. Dan diatas adalah penampakan team kami. :)

Prepare

Nyampe di sana saya langsung urus administrasinya, kita istirahat sebentar dan langsung menuju ke lokasi. Kita turun di daerah hutan di atas bukit dan kita jalan kaki menuju sungainya start point rafting dimulai dengan track yang menurun menyusuri hutan. Tracknya asik sih. Jadi kangen sama gunung dan hutan. :) Selagi Team Obech nyiapin keperluannya, kami istirahat sebentar dan nyiapin fisik dan mental untuk mulai raftingnya.

Preparation Rafting Team Delta Force

Jadi kemaren itu kami satu Team 6 orang ditambah dengan Team dari Obech sekitar 4 orang, 1 fotografer. Ada 3 perahu masing-masing diisi 3 orang plus 1 guide dan 1 perahu sebagai pengawal atau rescuenya. Fotografernya ya jalan di sisi sungan buat motoin kita.

Start

Saat menginjakan kaki pertama di perahu yang udah dicemplungin ke sungainya rasanya was was banget dan benar saja, baru beberapa meter perahu berjalan kamu udah terbalik dan say hallo ke air dan bebatuan yg ada di sono. Seketika itu rasa takut ilang dan berganti penasaran dan pingin yang lebih lagi.  Sepanjang jalan kami lalui dengan nyangkut di batu, perahu oleng, dan lain-lainnya yang bikin rafting waktu itu asik banget.

Rafting Team Delta Force

Rafting Team Delta Force

Break

Setengah perjalanan kita break dan udah disuguhi gorengan dan teh anget. Asik banget menunya gak terlalu berat dan pas buat istirahat. Disini kami ngobrol sama guidenya yang bilang kalau pas banget waktu kami kesana debit airnya bersahabat dan lagi pas pasnga buat rafting.

Continue

Rafting Team Delta Force

Rafting Team Delta Force

Lanjutin perjalanan dengan diiringi rintik hujan yang nambah asik petualangan kali ini. Karena sedikit udah capek, perjalanan lanjutan ini banyak didominasi dengan rada pasrah kebawa arus aja. Tapi di trip kedua ini malah kami banyak nyemplungnya. Keseret2 arus sungai yang deres dan nabrak banyak bebetuan yang lumayan ngasih bekas merah merah.

Finish

Rafting Team Delta Force

Oke finish ditandai dengan beberapa meter sampai bendungan air kali kromong, Bertuliskan garis finish dan digulingkannya perahu kami sebagai salam perpisahan. Sip next kita balik ke base camp buat makan siang dan istirahat persiapan pulang dah.

Lunch


Makan siang kami istimewa nih. Menu desa sederhana yang bikin asiknya suasana alam yang dingin dan kebersamaan yang asik. Nah disini nanti kita ditawari foto foto yang tadi di potret sama fotografernya. Foto foto ini gak masuk dalam anggaran ya, jadi nanti difotoin tapi kalo gak berkenan bisa gak dibeli kok. Bebas sifatnya gak maksa. Kalo masalah harga ya relatif lah.

See You Again

Terima Kasih dan semoga bisa dapet petualangan lain yang lebih keren. Cukup mengobati kekangenan akan main main keluar rumah yang udah lama banget gak pernah terealisasi karena sok sibuk dan sok gak ada waktu. :)

Team Perjalanan


Team Rafting Delta Force TPS
M. Yusnuar Dhana S - Dwi Dicky N - Kurnia Agung Pamungkas -  Indra Utomo - Bagus Sasmita - Dirga Eka F
7

Seruni Point, Cerita Lain Dari Bromo


bromo

A good friend, knows all your best stories. A best friend has lived them with you.
Day 1 - Perjalanan

Bromo lagi, bromo lagi. Kagak bosen kali ya bromo terus. Bosen sih tapi ya ada aja cerita lain yang di dapat walaupun mengunjungi tempat yang sama. Kamis, 29 Juni 2017 secara tiba-tiba H-1 langsung tercetuslah Bromo (lagi).

Pukul 14.00 perjalanan dimulai dari Surabaya melalui jalur probolinggo. Yang mau tahu sedikit review jalur ke bromo bisa lihat di sini ( Bromo, Jatuh Cinta Tak Pernah Salah ). Yang belum sempet terjamah dan view nya gak kalah ciamik kemaren yaitu, Seruni Point, atau orang-orang nyebutnya Bukit Penanjakan 2. Kalo Bukit Penanjakan 1 berada di Wonokitri, yaitu Bromo lewat Jalur Pasuruhan.

Estimasi waktu yang tepat banget karena sampai di Sukapura pas maghrib jadi sambil istirahat, sholat, dan makan. Seharusnya langsung aja naik dan nyari penginapan di daerah sekitar pertiketan, atau jika udah prepare tenda, langsung saja naik ke penanjakan 2, dan cari camping ground untuk mendirikan tenda. Kemaren kelihatan beberapa tenda berdiri di top Seruni Point, asik banget kalo langit pas cerah lihat bintang, foto timelaps, atau foto bintang. Keren kayaknya.

Mblesetnya perkiraan kami yaitu terlalu lama muter-muter di base tiket. Karena niat budgeting bener-bener, jadi agak mikir pas dikasih harga penginapan 150 ribu per kamar. Awalnya kami mutusin untuk naik dan langsung nyari tempat tidur di bawah langit di atas (Seruni Point). Nah, sebagai pelajaran, mantol, baju hangat, dan sarung aja gak cukup buat kamu yang mau tidur di bawah langit. Dingin minta ampun memaksa kami turun lagi dan akhirnya merelakan 150 ribu untuk penginapan.

Day 2 - Eksplore Bromo

Perjalanan Jumat, 30 Juni 2017 kami mulai pukul 04.45 setelah sholat subuh dan ternyata jalan udah penuh jeep aja. Kami parkir motor di parking area kurang lebih 20 menit sebelum top Seruni Point. Kami jalan sambil menikmati pemandangan pagi dan sinar matahari yang mulai kuning mewarnai langit Bromo pagi itu. Dan akhirnya, Selamat Pagi dari Seruni Point, Bukit Penanjakan 2 Gunung Bromo. Cerita lain dari Bromo.


penanjakan 2 bromo

Yang ini view dari gardu pandangnya. Sama-sama cantik kan? :)

bromo

Dan jangan lupa sempetin sedikit ngobrol-ngobrol sama warga sekitar atau foto-foto dikit lah. :)

local wisdom

Cerita perjalanan berikutnya idem lah kayak kebanyakan yang lain, paling otw kawah, bukit teletubies, pasir berbisik, kemudian balik lagi ke base, mandi kemudian pulang. Atau Opsi lain kita ke Madakaripura. Ada sedikit yang menarik nih tanggal 7-8 Juli 2017 ada acara bernama 'E K S O T I K A" di Bromo (Jawa Pos).


eksotikabromo2017

eksotikabromo2017

Dan video promote nya bisa dilihat di sini. Ayk-ayok mumpung saya libur, berangkat lagi ayok? :)


Bromo udah jadi tempat yang gak asing lagi untuk saya. Karena udah keseringan ke sana dan emang jalur yang dari Pasuruhan dan Probolinggo udah pernah saya lewati, sedikit banyak tahu lah bagaimana management dan budgeting untuk main-main ke sana. Yang masih jadi doanya semoga bisa kesini lagi lewat jalur Malang. Next sampai ketemu di Cerita lain Gunung Bromo lewat jalur Malang. See You Soon.

bromo

Team Perjalanan Kali Ini : 

Andi Riskiyanto

kagung13
Kurnia Agung Pamungkas

5

Offroader Dadakan Bukit Budug Asu Bersama Team FG 2017 TPS



"Ada waktu saat rindu itu terobati. Tepat setahun yang lalu saat kami berada pada satu tujuan yang sama dimana dari sini saya bisa melihat jelas bagaimana jalur yang kami lalui kala itu, langkah demi langkah mengantarkan kami pada matahari yang sama. Saat ini, saya melihatnya dari sini, jauh dari rute dan tujuan yang kami lalui, tetapi terlihat jelas dan terbuka kembali momen pejuangan malam itu. Dengan dingin dan langkah yang jauh lebih berat, untuk sebuah cerita yang tak akan terlupakan. Dari sini saya seperti melihat 4 orang tersenyum puas dan bahagia kepada saya. Lalu saya angkat tangan saya dan salam untuk kalian yang pernah berada di atas sana. Peace."
Bukit Budug Asu yang kalau didengar namanya saja bikin penasaran, awal kali mengira tempatnya pasti biasa-biasa aja, dari namanya aja kagak ada keren-kerenya, malah terkesan songong. Paling serunya pas offroad doang. Tapi inilah pelajaran. Don't just something just by cover. Perjalanan dimulai pukul 00:30 start dari Surabaya langsung menuju Lawang, Malang yaitu Kebun Teh Wonosari.

Akses dan Lokasi

Bukit Budug Asu ini berlokasi di Sekitar Area Agrowisata Kebun Teh Lawang, tepatnya di Dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Langsung saja menuju Kebun Teh Singosari Untuk Base Point menuju Bukit Budug Asu ini. Untuk akses menuju lokasi cukup menantang dan belum teraspal, rute jalannya khas track motorcross dan offroader karena memang awalnya spot ini menjadi jalur utama para motor croeeser atau offroader  di kaki Gunung Arjuno, namun seiring perkembangan wisata yang menyuguhkan keindahan alam hijau bukit ini pun dikembangkan oleh warga sekitar menjadi spot selfie dan camping yang sangat instagramable.


Tiba di sana sekitar pukul 02.00 dan langsung terpampang deretan mobil offroad. Awal berangkat gak pernah kepikiran buat nyetir, karena belum pernah dan agak gak yakin juga. Tapi pas ngeliat temen-temen pada berebut, akhirnya saya ikut-ikutan ditambah Ibu (Retno Utami) bilang, "Hayoo, katanya New Chapter, New Adventure". Pas last minutes saya denger ada yang kosong, langsung saya ambil posisi di belakang kemudi. Eh kagak taunya ketemu Mas Atmaji. Lah dari nyetart engine aja udah gak meyakinkan, begitu coba lepas kopling eh mati itu mesin. Dah, cuek aja, pokoknya berani dulu, salah perbaiki, gagal coba lagi. Pokoke yakin. Hehe.

Cerita Offroader Dadakan Dimulai

Ternyata nyetir mobil offroad gak sesulit yang saya bayangin di awal, cukup mudah, dan asiknya kagak karuan, walaupun beberapa kali mesin mati pas tanjakan, tetapi berkat Mas Guide Kece yang sabar, saya dapet pelajaran yang bermanfaat. Overall semua lancar saat sampai pos perijinan dimana track offroad yang sebenarnya dengan banyak obstaclenya baru akan saya lalui.

Tanjaan dan obstacle pertama sukses abis dan bikin adrenalin wis gak karuan. Sampai di tanjakan kedua, ini yang dibilang perjuangan. Sebagai pemula kita harus denger baik-baik apa kata guide. Saat mesin mati di tanjakan, sampai 3 kali saya nyoba tapi gagal, dan 3 kali pula Mas Guidnya nawarin bantuan. Karena gak mau nyerah saya coba yang ke-4 kalinya dan ternyata berhasil. Asik, Begitu dapet feelnya semua berjalan lancar, sambil dengerin arahan guidenya, "Santai mas, pompa gasnya, full power, lepas koplingnya, control stir aja, jangan dilawan, ikutin aja, liatnya di moncongnya ya jangan setirnya." Dan akhirnya finish juga di beberapa meter menuju bukit Budug Asu. Thanks a lot Mas Guide Kece ilmu offroadnya.


Asal Muasal Budug Asu

Kenapa namanya Budug Asu? Kenapa gak nama cantik dan keren yang lain. Nah jadi begini, dalam bahasa jawa Asu berarti anjing sedangkan budug berarti penyakit kulit yang menular. Semua nama itu berawal dari sebuah kisah pada saat jaman penjajahan belanda, dahulu terdapat sebuah perkampungan di area bukit ini, namun semua di bawah kendali penjajahan belanda. Nah salah satu penjajah tersebut memiliki seekor anjing yang sangat besar dan sangat di sayangi oleh majikannya, namun tak lama kemudian anjing tersebut menderita penyakit budug atau gatal di kulit dan sangat berbahaya serta menular hingga akhirnya anjing tersebut meninggal karena penyakit yang di deritanya, lalu sang majikan menguburnya di atas bukit tersebut hingga akhirnya bukit itu mendapat julukan sebagai bukit budug asu.

Sunrise & Eksotisme Bukit Budug Asu

Nah setelah offroad selesai, satu lagi pengalaman asyik saya kantongi. Next kita mulai naik ke bukit Budug Asu nya. Karena masih malam sekitar jam 04:00, jadi masih gelap, saat melewati tanjakan dan melihat kebelakang, langsung paham saya kalau itu Arjuno, dan waktunya tepat, setahun yang lalu tepat dihari yang sama saya memulai perjalanan ke puncak sana, seketika moment of silent untuk saya (back ke kutipan di awal cerita), syahdu banget.

Saat matahari hampir terlihat kami berjalan sedikit menuju bukit dimana ada camping ground dan cafe kecil. Tempat ini menurut saya pas banget buat yang kangen hawa dingin dan suasana pegunungan juga matahari pagi. Sampai saat matarahi benar-benar menampakan rupanya, kami habiskan berfoto ria.



The Younger, The Bujang, We are super-man. :)

Sekitar pukul 07:00 kami cukupkan dan kemudian bersiap untuk kembali ke Base Point Kebun Teh Wonsari, Lawang untuk sarapan kemudian kembali ke Surabaya. Terima Kasih pengalaman berharganya, Terima Kasih sudah diberi kesempatan masuk dalam team ini, dan Terima Kasih atas moment berharga pagi itu. Mohon maaf juga jika ada salah kata dan perbuatan. Overall, Alhamdulillah.

Team FG 2017 PT. Terminal Petikemas Surabaya. New Chapter, New Adventure.

Team Hore, Driver dan Co-Driver Black Katana. Inframe : Mr. Atmaji. Photo By : Mas Guide Kece.

Eits belum rampung, di sepanjang perjalanan pulang ada banyak spot keren yang tadi malam belum sempet dan belum bisa diabadikan. : ) Check it dot.




See you next trip. :)

1

Pantai Petualang Watulumbung


Kalau kebanyakan akses ke pantai itu jalannya landai dan aspal halus, terutama di daerah Pantai Gunungkidul ini, beda cerita kalo akses menju pantai Watulumbung. Itu kenapa saya bilang Pantai petualang. Jalan makadam, becek sehabis hujan, naik turun dan berliku. Ini yang sempat terbesit di pikiran saya bahwa mendapatkan hal yang indah emang harus melalui jalan terjal. Dan ini dia hadiah jalan terjal, becek gak ada ojek :)

watulumbung

Akses dan Lokasi

Kalau pernah ke Pantai Wediombo, terus lihat batu besar di depan agak kanan arah jam 2, itu di yang namanya Watulumbung. Berlokasi di kawasan Gunung Batur, dusun Widoro, desa Balong, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Merupakan salah satu pantai yang terbentuk akibat letusan gunung api purba dengan bongkahan batu raksasa yang tampak seperti pulau yang terpisah dengan daratan. Rute menuju kesini mudah, ikuti jalur ke arah Wediombo, nanti ada plakat ke kanan arah Gunung Batur dan Pantai Watulumbung. Jangan bingung, aksesnya emang ciamik (makadam, cor, dan tanah becek). Kira-kira 20-30 menitan akan sampai di area watulumbung. Ada 2 pilihan Parkir, langsung ke bawah atai ke atas yang dapat melihat view pantai dari ketinggian.

wediombo
Pantai di depan, itu Pantai Wediombo. Pantainya luas sesuai namanya (wediombo = pasir yang luas)

wediombo
Vie laut dan bukit dari ketinggian. Lokasi : Tuhu Papan nama Pantai Watulubung

Pantai ini cocok sekali buat penyuka antimainstream, dimana aksesnya keren untuk petualang banget. Sebelem dibenahi akses jalannya, cobain sensasinya sesegera mungkin. Karena di area atas sudah mulai dibangun, sehingga jalannya pun kemungkinan akan juga dibenahi. Tapi overall dari atas sini viewnya tetep bagus kok, walaupun nanti jalannya sudah jadi, pantai ini pasti tetap menarik.

Untuk menikmati pantainya kita harus turun ke bawah, gak jauh kok dan aksesnya mudah, banyak juga gazebo penjual makanan dan minuman, jadi gak perlu khawatir kelaparan dan keharusan. Tapi saran sih bawa air mineral sendiri untuk jaga-jaga. Karena waktu yang semakin sore, team kami memutuskan segera pulang tanpa turun ke pantai, hanya mampir di gazebo saja. See you next trip. :)

Cagar Alam Geologi Gunung Batur


Sekilasi Cagar Alam Geologi Gunung Batur yang terletak sejalur dengan Pantai Watulumbung ini merupakan sebuah bukit yang merupakan dataran tinggi dimana view laut dapat terihat dengan bagus. Di area ini juga terdapat Bukit Pengilon yang namanya juga cukup booming. Karena situasi dan kondisi tak memungkinkan untuk melakukan kegiatan eksplore saat itu, mungkin next time bisa kami lakukan. Alhasil mengabadikan moment bersama papan namanya saja.

gunung batur
Team Touring hari ini. Zaky, Totok, Mas2 Vixion (Saya mah penggembira doang alias team hore)
1

Pantai Sadeng, Sisi Lain Sebuah Pantai



Sisi lain dari sebuah obyek wisata, pantai, pelabuhan, dan pelelangan ikan. Pantai Sadeng Gunungkidul dengan segala keunikannya ditambah sejarahnya yang kalau dikaji bagi penyuka sejarah dan ilmu geologi pasti sangat menarik. Ketika pertama kali masuk ke area ini, sebenarnya yang kita temui adalah gapura bertuliskan "Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng". Dan pertama kali view yang disuguhkan adalah aktifitas nelayan dan pelelangan ikan, serta kapal-kapal yang parkir berjajar dengan rapi.

Akses dan Lokasi

Pantai ini berada di Desa Songbanyu, kecamatan Girisubo, kabupaten Gunungkidul. Titik Koordinat GPS Pantai Sadeng adalah -8.189210,110.799264. Banyak rute yang dapat ditempuh untuk dapat sampai ke pantai ini. Jika ingin melaukan penyusuran pantai mulai dari sisi Barat, yaitu arah pantai Baron, Krakal, dan Kukup, Ada lagi melalui jalur Semanu, Gunungkidul.
  • Dari Wonosari atau lebih tepatnya ke arah Pantai Baron, di pertigaan Desa Mulo, kalau lurus ke Pantai Baron, ambil arah kiri jurusan Mantel. Sepanjang jalan ini arah ke arah Girisubo banyak sekali juga pantai yang dapat disinggahi seperti Kukup, Krakal, Drini, dsb. Dari situ anda bisa menuju ke Bintaos, dari Bintaaos ada menuju ke daerah Tepus. Sesampainya di Tepus anda bisa menuju ke pertigaan Pasar Jepitu, dari arah situ anda bisa belok menuju ke arah Desa Girisubo.
  • Dari Semau kemudian ke daerah Giripanggung. Saat ada di Giripanggung, bisa menuju ke Cuelo kemudian ke arah Pertigaan Pasar Jepitu. Sampai di pertigaan pasar ini, jalur yang anda tempuh sama dengan jalur di atas.

sadeng
Jalur ke Pantai Sadeng via Semanu By Google Maps

Sejarah


Sejarah Pantai ini sangat menarik. Pantai Sadeng ini sering dikaitkan dengan Sungai Bengawan Solo yang Legendaris itu. Makanya saya agak penasaran juga pas beberapa waktu sebelum pantai sebelah kiri jalan ada seperti bekas kali raksasa bertuliskan Sungai Bengawan Solo Purba. Nahlo, akhirnya semua terjawab melalui ini :

Sungai Bengawan Solo pada jaman dahulu bermuara atau mengalir di Pantai Selatan, hal itu sekitar 4 juta tahun yang lalu. Sayangnya aliran itu menjadi terhenti ketika lempengan Australia menghunjam di bagian bawah Pulau Jawa. Dataran yang ada di Pulau Jawa pun terangkat sehingga aliran Sungai Bengawan Solo menjadi berbalik ke utara atau menuju ke Laut Jawa.
Sebelum menjadi pelabuhan ikan yang cukup besar seperti sekarang, dulunya Pantai Sadeng hanyalah pantai sepi dan dipercayai sebagai pantai yang wingit. Namun rombongan nelayan Gombong yang melaut dikawasan itu mematahkan mitos tersebut. Mereka berhasil melaut dan mendapatkan tangkapan ikan dalam jumlah yang banyak. Akhirnya sejak saat itu Pantai Sadeng berkembang sebagai pelabuhan perikanan bahkan kini menjadi pelabuhan ikan terbesar di Jogja dengan sarana yang lumayan memadai.

Unik dan Asik


sadeng

Disini emang gak kayak Pantai lain yang eksotis, berbibir pantai luas, pasir putih, dan sebagainya. Tapi kita bisa belajar banayk tentang sejarah di sini, mengetahui sisi lain sebuah pantai, melihat proses pelelangan ikan, melihat perahu nelayan berjajar beserta aktifitasnya, memancing, bakar ikan, menikmati kuliner, main air, dan wisata pantai. Semua bisa kita lakukan di tempat satu ini.

sadeng

Yang juga unik yaitu Batu Pemecah Ombak di Pantai ini. Fungsi batu pemecah ombak itu digunakan sebagai pemecah ombak sehingga ombak yang datang tidaklah terlalu besar sebab telah menghantam batu pemecah ombak tersebut. Keunggulan dari batu pemecah ombak yang ada di Pantai Sadeng ini adalah susunannya yang bagus dan rapi sehingga pengunjung betah berlama lama ada disini. Saat ombak sedang tenang, pengunjung bisa berselfie ria di batu pemecah ombak ini. Namun saat ombak sedang ganas atau besar, diharapkan pengunjung untuk tidak melewati batu pemecah ombak tersebut.


Di sini bisa juga digunakan untuk memancing, terjepret seorang remaja sedang memancing disana. Selain itu juga terlihat beberapa warga lokal menggunakan jala untuk menangkapikan yang berada di sekita tepian pantai.Dari tepi pun sudah keliatah bahwa ikan di sini banyak sekali.

sadeng

Nah lokasi pantainya sendiri cukup sempit dan bahkan bisa dibilang sangat sempit. tetapi cukup keren untuk dinikmati dan berenang. Airnya pun terlihat perpaduan warna biru dan hijau yang cantik.

Selama perjalanan, disuguhi pemandangan yang sepi dan asri khas perhutanan. Dengan jalan aspal yang sangat bagus, akses lokasi bisa dibilang cukup nyaman. Selalu gunakan gps/peta lokasi untuk mengunjungi pantai di daerah ini. Jalur yang ditawarkan cukup banyak dan bercabang, walaupun pada akhirnya akan bertemu pada daerah pantai, tetapi pastikan sesuai dengan tujuan kita agar menghemat waktu. Terakhir jika merasa ragu, jangan sungkan untuk bertanya. Warga sekitar sini sangat welcome kok, dengan catatan kita bertanya juga secara sopan dan sesuai tata krama. See  you next trip.:)